
Seminggu selepas kejadian itu Jodi benar benar mengundurkan diri,Vera belum mengetahui soal ini Jodi memilih merintis usaha sendiri dan berjuang agar usahanya berkembang,dia mulai mendirikan perusahaan sendiri yang bergelut di bidang elektronik.
Jodi yang saat itu membuka lowongan kerja tanpa sengaja Satria membaca lowongan kerja tersebut dan berencana akan melamar kerja disana karena keuangan Satria sudah menipis,sekarang Satria merawat ibunya sendiri juga anak Bonita.Siang itu Satria akan datang melamar kerja disana dia mendekati ibunya untuk meminta restu.
"Bu doain Satria ya,agar Satria diterima kerja agar bisa membeli obat ibu juga susu untuk Zena,ibu baek baek dirumah ya,"Ucap Satria yang berlutut dihadapan ibunya.
Satria lalu bersiap siap ganti baju dan juga menitipkan Zena pada panti asuhan terlebih dahulu dan akan diambil jika Satria pulang.
"Zena doain papa ya nak agar diterima kerja agar Zena bisa minum susu terus,"Ucap Satria lalu mengecup pipi gembul Zena.
Satria menggendong Zena lalu pergi dari rumah,selepas Satria keluar ibunya Satria meneteskan aer mata.
"Assalamualaikum bu,maaf jika saya merepotkan lagi,"Sapa Satria pada pengurus panti Bunda Ceria bu Nur yang kebetulan sedang duduk diteras panti bersama anak anak panti.
"Walaikumsalam eh nak Satria,duduk nak enggak apa apa ibu senang kamu datang kemari lagi,kamu tidak merepotkan nak apa sudah mulai bekerja nak?"Tanya Bu Nur
"Belum bu,ini saya mau melamar kerja bu kemaren saya membaca ada lowongan di dekat mall semoga bisa diterima bu,"Jawab Satria.
"Ibu doakan nak Satria diterima ya,mana Zenanya nak biar ibu yang jaga,"Ucap Bu Nur lalu mengambil alih gendongan Zena.
"Amiin terimakasih ya bu,ini Zenanya bu semoga gak rewel dan merepotkan ibu,"Ucap Satria.
"Zena anak yang baik ko Sat,dia jarang nangis dan rewel jika disini kamu tenang saja fokuslah dalam melamar kerja ya,"Ucap bu Nur.
Satria lalu pamit dan berangkat ke perusahaanya Jodi,sampai disana ternyata sudah ada beberapa orang yang akan melamar dan Satria ikut mengantri disana.Setelah menjalani serangkaian pertanyaan akhirnya Satria diterima kerja,Satria belum tahu jika perusahaan itu milik Jodi.
Vera dan Jodi semakin sering bertemu,mereka sering menghabiskan waktu bersama Bisma juga,tetapi hati Vera tetaplah untuk Satria,suatu hari bu Karina meminta Vera untuk menerima laki laki yang akan meminangnya kelak.
__ADS_1
"Ver bisa kita bicara nak?"Tanya bu Karina.
"Iya bu,sebentar ya aku lihat Bisma dulu udah tidur belum?"Jawab Vera.
Bu Karina lalu duduk diruang tamu untuk menunggu Vera datang sambil menonton TV kesukaan dia.Lima menit kemudian Vera datang dan menyusul ibunya duduk diruang tamu.
"Ibu mau bicara apa?"Tanya Vera sambil menyomot makanan didepanya.
"Nak,boleh ibu bertanya?"Jawab bu Karina
"Boleh dong bu,"Jawab Vera.
"Bagaimana hubungan kamu dan Jodi Ver?"Tanya Ibunya
"Hubungan apa bu,aku sama Jodi gak ada hubungan apa apa,kami hanya berteman bu,"Jawab Vera.
"Apa kamu tidak punya perasaan apa apa dengan dia Ver?"Tanya ibunya
"Apa semua itu karena Satria?"Tebak ibunya.
"I iya bu,Vera belum bisa melupakannya Vera sudah berusaha bu untuk dekat dengan laki laki termasuk Jodi tetapi tidak bisa bu aku tidak mau membohongi perasaanku dengan pura pura cinta sama orang,"Jelas Vera
"Nak saran ibu belajarlah melupakan Satria karena dia tidak tahu ada dimana,kalau memang dia benar benar mencintai kamu seharusnya dia mencari kamu dan menemui kamu saat kamu sudah sendiri bukanya menghilang,bukalah mata dan hati kamu Ver,Bisma juga butuh sosok ayah apa kamu lupa bagaimana dia dibuli disekolah,jangan kamu egois nak,fikirkan masa depan anak kamu,"Jelas Bu Karina.
"Iya bu,Vera juga sedih dengan melihat Bisma diejek teman temanya,rasanya Vera ingin pindah saja bu Vera sudah berusaha membuka hati Vera tetapi belum bisa,"Ucap Vera meneteskan aer mata.
"Ibu yakin kamu bisa nak,fikirkan baek baek nasehat ibu ya,ya sudah ibu mau istirahat,"Pamit Bu Karina lalu meninggalkan Vera yang masih duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"Maafkan aku Bu,Bisma belum bisa membahagiakan kalian,"Ucap Vera sedih.
Pagi harinya seperti biasa Vera mengantar Bisma ke sekolah lalu pergi ke kantornya,saat diperjalanan Vera melihat teman semasa SMP dulu lalu dia memghampiri dan mengobrol sebentar Vera pun mengetahui kenyataan tentang Rendra yang ternyata bekerja sama dengan Nindi,teman Vera menceritakan semuanya pada Vera yang membuat Vera sangat terkejut karena selama ini rumah tangganya berantakan karena ulah Nindi dan Rendra.
Sampai dikantor Vera tidak bersemangat rasa emosi masih menyelimuti hatinya akhirnya dia memilih menenangkan fikiranya ke Taman.
"Ternyata aku salah menilai kamu Ren,aku kira kamu benar benar baek dan masih sama seperti dulu ternyata kamu sejahat itu sama aku,"Guman Vera sedih
"Jangan jangan perusahaan mas Wisnu dulu hancur juga salah satu trik Rendra dan Nindi,"Ucap Vera lagi.
Fikiran Vera benar benar kacau,saat ini dia belum bisa berfikir jernih saat tengah kacau dia melihat seorang laki laki yang dia kenal.
"Kok itu kaya Satria?"Ucap Vera memandang laki laki yang sedang duduk diseberang dia dengan menggendong bayi.
"Masak dia seh,tetapi kok gendong bayi?"Ucap Vera lagi sambil terus memandang orang tersebut.
Vera ingin sekali menghampiri orang itu tetapi ponselnya berbunyi ternyata dari kepala sekolah Bisma yang mengabarkan bahwa Bisma pingsan disekolah.Dengan panik Vera lalu beranjak dari taman dan mengendarai mobilnya menuju sekolah Bisma.
Sampai disekolah Vera lalu menuju UKS untuk melihat keadaan Bisma "Buk bagaimana Bisma?"Tanya Vera kawatir
"Bisma belum sadarkan diri bu makanya kami dari pihak sekolah menghubungi anda,"Jelas wali kelas Bisma
"Ya Allah nak kamu kenapa?bangun sayang ini bunda,"Ucap Vera mengelus kepala Bisma.
"Tadi Bisma mengeluh dadanya sesak dan pingsan,"Jawab wali kelasnya.
"Bu saya akan bawa Bisma kerumah sakit saja,terimakasih bapak dan ibu sudah menguhubungi saya dan merawat Bisma,"Ucap Vera
__ADS_1
"Iya bu sama sama itu sudah menjadi tugas kami,semoga Bisma lekas sembuh ya bu,"Ucap wali kelasnya.
Vera lalu menggendong Bisma ke mobil sebelumnya Vera sudah menghubungi Jodi agar membantu membawa Bisma kerumah sakit,dan Jodi juga menunggu didepan gerbang sekolah.Jodi yang melihat Vera keluar menggendong Bisma lalu menghampirinya dan membantu memgambil alih Bisma dan ditidurkan di mobil,dengan Vera memangku kepala Bisma.Jodi melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat agar Bisma segera mendapat perawatan.