Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 58


__ADS_3

"Sayang,kamu sudah tidur,"Ucap Vera didepan pintu kamar anaknya.


"Belum bunda,masuk aja enggak Bisma kunci,"Jawab Bisma dan Vera berjalan masuk.


"Bisma lagi apa nak?besak kan libur sayang kok belajar?"Tanya Vera menghampiri Bisma yang tengah sibuk dimeja belajarnya.


"Bisma lagi gambar bun,coba deh bun lihat gambar Bisma bagus enggak?"Tanya Bisma sambil menunjukkan gambaran Bisma.


Gambar itu menunjukan gambar keluarga bahagia,dengan ayah dan bundanya yang tengah menggandeng seorang bocah,Vera sudah bisa menebak itu gambar siapa.


"Ini gambar siapa nak?"Tanya Vera.


"Ini gambar keluarga kita bun,bagus ya bun?"Tanya Bisma lagi.


"Iya sayang,bagus terus ini gambar siapa masak bunda gendut seh?"Tanya Vera menunjuk gambar dirinya yang terlihat berbeda.


"Itu gambar bunda karena bunda lagi mengandung adek,itu diperut bunda ada calon adek aku bun?"Ucap Bisma membuat Vera berkaca kaca.


"Tapi kan bunda enggak hamil sayang,"Jawab Vera.


"Makanya bunda hamil lagi,kan aku mau punya adek biar gambar ini menjadi nyata,"Ucap Bisma yang membuat Vera membekku.Bagaimana bisa dia hamil lagi jika hubungan dengan suaminya tidak seperti dulu.


"Doain bunda ya sayang,agar cita cita Bisma kesampaian,"Jawab Vera dengan mata yang berkaca kaca.

__ADS_1


"Bunda jangan nangis,kalau bunda enggak mau punya dedek bayi enggak apa apa bunda,"Jawab Bisma.


"Bundak enggak nangis sayang,oh ya Bisma bunda mau bicara tapi janji Bisma jangan nakal ya?"Vera mengalihkan pembicaraan agar dia tidak jadi menangis.


"Bicara apa bunda?"Tanya Bisma.


"Bunda mau ijin sama Bisma,kalau bunda ada kerjaan diluar kota untuk satu minggu nak,Bisma sama kakek dan nenek dulu ya disini nanti ayah juga akan sering kesini selama bunda pergi,"Jelas Vera.


"Horeee Bisma bisa bermain sama kakek sepuasnya,"Sorak Bisma yang membuat Vera tertawa.


"Sayang kamu senang bunda enggak ada ya,"Tanya Vera pura pura sedih.


"Bukan begitu bun,kalau bunda enggak ada kan aku bisa bermain sama kakek,hehe,"Jawab Bocah polos itu sambil nyengir.


"Heemm cucu kesayangan kakek seh,tapi janji ya jangan nakal sama kakek juga nenek,nurut sama mereka selama bunda enggak ada,dan jangan lupa shalat juga belajarnya ya nak,"Jelas Vera.


"Heemm dasar anak bunda,ya sudah bunda siap siap dulu ya,nanti kalau bunda pulang akan bunda bawain oleh oleh buat Bisma,"Ucap Vera.


"Oke bunda,"Bisma lalu mencium dan memeluk bundanya,pak Candra yang mengintip di depan pintu kamar Bisma terharu melihat anak dan cucunya berpelukan.


Vera lalu keluar dan menuju kamarnya,dia akan menghubungi Satria bahwa dia jadi ikut ke kota Y.Satria sangat senang mendengarnya tetapi dia pura pura bahagia saja didepan istrinya agar tidak curiga.


Keesokan paginya Wisnu sudah datang kerumah ibu mertuanya,dia ingin sekali bertemu Vera dia membawa sarapan dan juga mainan untuk Bisma.

__ADS_1


"Pagi bu,Veranya ada bu?"Tanya Wisnu kepada ibu mertuanya.


"Ada nak,masuk saja dia sedang ada dikamarnya,kamu kan masih sah menjadi suami Vera Wis,kenapa harus bertanya,masuklah nak?"Perintah Bu Karina.


"Baik bu terima kasih,"Jawab Wisnu lalu dia berjalan menuju kamar Vera.


Wisnu mengetuk pintu kamar Vera,Vera pikir ibunya lalu dia menyuruhnya masuk,saat sampai didalam Vera terkejut ternyata Wisnu yang datang.


"Ngapain kamu disini mas?"Tanya Vera.


"Saya kan masih suami kamu Ver,maaf tadi aku tanya sama ibu lalu ibu menyuruh saya masuk tetapi jika kamu merasa terganggu aku akan menunggu diluar saja,"Jawab Wisnu.


"Enggak perlu,memangnya ada apa kamu datang sepagi ini?"Tanya Vera.


"Aku kangen Bisma juga kamu,kita sarapan bersama Ver aku sudah membawakan makanan kesukaan kamu,"Jawab Wisnu.


"Oke,oh ya sekalian aku mau bilang titip Wisnu paling enggak kamu jenguk dia,karena aku ada kerjaan diluar kota selama seminggu,"Jawab Vera.


"Lama banget seh Ver,apa enggak bisa diwakilkan,"Tanya Wisnu.


"Maaf mas enggak bisa,jika kamu tidak mau menemani Bisma enggak masalah aku akan carikan pengasuh laen.


"Aku enggak masalah Ver,aku hanya kawatir sama kamu,"Jawab Wisnu.

__ADS_1


"Aku enggak apa apa,ini proyek pertama aku jadi aku harus ada,"Jawab Vera.


Wisnu tidak bisa berkata apa apa lagi,karena keputusan Vera sudah bulat,apapun itu Wisnu hanya bisa mendoakan kesehatan istrinya.Akhirnya mereka sarapan bersama kembali.


__ADS_2