Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 98


__ADS_3

Sampai dirumah sakit Bisma dilarikan ke UGD,Vera menangis melihat keadaan anaknya dia takut anaknya kenapa napa,Jodi tidak meninggalkan Vera dia menunggu Vera hingga tenang.


"Ver,tenanglah Bisma anak yang kuat dia pasti gak kenapa napa,"Ucap Jodi mendekat ke arah Vera.


"Hik hiks,Bisma Jo kenapa dia gak bangun bangun,"Jawab Vera dan berhambur memeluk Jodi,Jodi yang paham kondisi Vera lalu. mengelus ngelus punggung Vera.


"Tenanglah Ver,kita berdoa sama sama agar Bisma baek baek saja ya,"Ucap Jodi.


Dari kejauhan Wisnu melihat mereka kebetulan mereka sedang cek kandungan Nindi.Wisnu cemburu melihat Vera berpelukan dengan Jodi Wisnu menghampiri mereka.


"Ehm,ehm mesra mesraan kok dirumah sakit kayak gak ada tempat laen aja,"Ucap Wisnu


"Apa urusan anda tuan,mau mesra dimana saja itu hak kami lebih baek anda urusi saja istri anda yang sedang hamil itu,"Ucap Jo lalu melepaskan pelukan Vera dan menatap dingin Wisnu


"Berani kamu sama saya,"Jawab Wisnu akan menampar Jodi


"Cukup,"Bentak Vera lalu dia mendekat ke arah Wisnu.


"Dengar tuan Wisnu yang terhormat,berhentilah untuk mengurusi hidup saya lebih baek urusi saja istri dan juga sahabat anda Rendra,mereka yang perlu anda selidiki,"Ucap Vera yang membuat Nindi terkejut.


"He apa maksud omongan kamu Ver,kenapa kamu bawa bawa saya,"Sahut Nindi


"Fikirkan saja sendiri,"Ucap Vera lalu pergi dari tempaat itu dan menuju dimana Bisma masih diperiksa.


"Mas lagian kamu ngapain seh menghampiri mantan istri kamu,kamu cemburu melihat mereka mas,udahlah biarin aja mereka kita pulang yuk mas,"Ucap Nindi menggandeng tangan Wisnu.


"Tunggu Nin,tapi mereka disini ngapain ya?bodoh sekali aku kenapa gak tanya ngapain disini,"Jawab Wisnu.


"Biarin ajalah mas mungkin periksa juga kali,ayok pulang mas,"Ucap Nindi sambil menarik Wisnu.


Selepas Wisnu dan Nindi pergi dokter yang memeriksa Bisma keluar ternyata Bisma kambuh penyakitnya,Vera yang mendengar penjelasan dokter sangat sedih dia tidak tega melihat Bisma kembali harus dirawat dirumah sakit dengaan infus yang menempel ditanganya.

__ADS_1


"Ver sebaeknya kamu makan dulu ya,pasti kamu belum makan siang kan?"Ucaap Jodi


"Enggak Jo,aku gak lapar,"Jawab Vera dengan tatapan kosong.


"Ver jangan begini kalau kamu gak makan gimana dengan Bisma,siapa yang mau menjaga dia Ver,kita doakan semoga Bisma cepat pulih ya,aku akan cari makan terlebih dahulu kamu tunggu disini ya,"Ucap Jo dan hanya diangguki oleh Vera.


Vera masuk keruang perrawatan Bisma,dia duduk disampingnya dan menggenggam tanganya "Bisma sayang,ini bunda nak ayo buka mata kamu sayang apa kamu tidak ingin melihat bunda nak,jangan buat bunda kawatir nak,"Tangis Vera pecah sambil menciumi tangan Bisma.


"Bangun sayang,bunda janji nak kalau Bisma sembuh Bunda akan bawa Bisma jalan jalan,ayo buka mata kamu nak,"Ucap Vera terisak.


Jodi ikut meneteskan aer mata,dia tidak tega melihat Vera seperti itu sejujurnya dia mulai nyaman dengan Vera tetapi dia belum yakin apakah itu cinta atau hanya kagum.


"Ver,makanlah dulu walau hanya sedikit biar kamu punya tenaga,"Ucap Jodi


"Taruh saja disitu Jo,nanti aku makan biar Bisma siuman dulu,"Ucap Vera tanpa menoleh Jodi


"Baiklah apa kamu sudah menghubungi tante Karina?Tanya Jo


"Belum Jo,aku lupa aku akan menelfonya dulu,"Ucap Vera lalu menghapus aer matanya.


Vera keluar lalu memberi kabar pada ibunya,saat akan berbalik tanpa sengaja dia melihat Satria,tapi Vera tidak yakin apa itu Satria atau bukan karena penampilanya sangat berbeda,dia mendekat ke arah orang itu dan menegurnya.


"Mas Sa tri a,"Ucap Vera


Satria terkejut namanya di panggil dan dia hafal suara siapa itu,Satria memang dirumah sakit yang sama dengan Vera dia sedang memeriksakan keadaan ibunya.Satria bingung dia ingin sekali berbalik dan memeluk Vera tetapi dia belum berani akhirnya dia tidak menoleh dan terus berjalan meski hatinya sakit untungnya dia memakai kaca mata.


"Tunggu,"Ucap Vera mengejar yang masih sangat penasaran dia menyentuh pundak Satria sesaat Satria mematung dengan gerakan reflek Vera.


Satria menoleh,dia yakin Vera tidak mengenalinya "Iya mbak,mbak panggil saya?"Ucap Satria


"Eh maaf mas,sekali lagi maaf tadi saya kira teman saya,"Jawab Vera malu

__ADS_1


"Tidak apa apa mbak,kalau begitu saya permisi,"Ucap Satria meninggalkan Vera


Sedangkan Vera masih bengong ditempat itu suaranya mirip dengan Satria juga postur tubuhnya tetapi penampilan dan gaya bicaranya sangat berbedaa dengan Satria.


"Mas Satria,aku kangen,"Ucap Vera lirih lalu berbelok dan kembali berjalan menuju ruangan Bisma.


Sampai diruangan ternyata Bisma sudah siuman dia sedang bermain bersama Jodi Vera sangat senang dan terharu.


"Bisma sayang,kamu sudah bangun nak?"Tanya Vera lalu memeluk Bisma


"Udah bun,jangan kenceng kenceng meluknya bun Bisma gak bisa nafas,"Ucap Bisma


"Maaf sayang,maafkan bunda apa ada yang sakit nak?"Tanya Vera


"Enggak bun Bisma udah enggak apa apa,maafkan Bisma ya bun udah buat bunda nangis dan kawatir,"Ucap Bisma


"Enggak kok sayang,bunda gak nangis,ya kan om Jo,"Ucap Vera lalu beralih menatap Jodi


"Ya sayang,bundamu gak nangis hanya sedih,"Jawab Jo diselingi tawa


"Jo kok gak beritahu aku kalau Bisma udah sadar,"Tanya Vera


"Lah,kamu sendiri kemana aku cari diluar gak ada aku kira kamu shalat atau makan gitu,"Jawab Jo


"Em tadi memang pergi sebentar Jo,oh ya kamu sebaiknya pulang aja Jo,sebentar lagi ibu datang,"Ucap Vera


"Gak apa apa aku tinggal kamu?"Tanya Jo


"Enggak Jo tenang saja,makasih ya Jo sudah bantu aku,"Ucap Vera tulus


"Iya sama sama,Bisma om pulang dulu ya besak om kesini lagi,"Pamit Jo pada Bisma

__ADS_1


"Benar ya om besak kesini lagi,Bisma tunggu,"Jawab Bisma dan diangguki Jo dia lalu mencium Bisma,Vera yang melihat keakraban mereka menitikkan aer mata.Dalam benaknya seandainya yang melakukan itu semua adalah ayahnya betapa beruntungnya dirinya.


Sedangkan Rendra dia kebingungan mencari Vera pasalnya dia datang kerumahnya Vera selalu enggak ada,dikantornya juga gak ada Rendra tidak tahu jika Bisma dirawat dirumah sakit Bu Karina sengaja tidak memberitahu karena pesan dari Vera.Selama seminggu Rendra berada dirumah adeknya karena adeknya sakit makanya dia tidak bisa bertemu Vera dan menghubunginya dia fokus merawat adeknya yang dulu sempat disekap oleh Nindi.


__ADS_2