
Hari ini ternyata Wisnu pulang,sudah tiga bulan dia pergi ke kota untuk bekerja,Vera sudah bersiap siap akan menjemput suaminya ke Bandara karena Wisnu memilih naik pesawat.
"Bu aku titip Bisma dulu ya,aku mau jemput mas Wisnu,"Pamit Vera pada bu Karina.
"Iya Ver,kamu hati hati bawa sepedanya,ayahmu kenapa enggak ikut pulang?"Tanya ibu.
"Kata mas Wisnu gantian bu,nanti setelah mas Wisnu balik baru ayah pulang,aku berangkat ya bu,"Vera mencium tangan ibunya.
Vera bergegas berangkat menuju Bandara tetapi sebelum itu dia menemui Satria terlebih dahulu.
"Loh mbak,tumben kesini ada apa?"Satria nampak terkejut dengan kedatangan Vera ke tempat kerjanya.
"Iya mas,bisa bicara sebentar mas,"Vera menghampiiri Satria.
"Iya mbak boleh,mari ikut saya kebelakang,"Ajak Satria.
Vera mengekor di belaakang,banyak teman teman Satria yang heran dengan kedatangan Vera,pasalnya selama ini Satria jarang dekat dengan wanita.
"Ada apa mbak sampai datang ketempat kerjaku?"Tanya Satria sambil mendekatkan kursi ke Vera.
"Sementara kita enggak bisa bertemu ataau berhubungan dulu ya mas,"Vera menunduk.
"Kenapa sayang?"Tanya Satria dengan memegang tangan Vera.
__ADS_1
"Mas Wisnu pulang hari ini mas,dan ini aku mau jemput dia,"Melepaskan tangan Satria takut ada teman kerja Satria tahu.
"Oh suami kamu pulang,iya enggak apa apa mbak,aku enggak akan menemui kamu juga Bisma"Satriia nampak sedih.
"Maafin aku ya mas,"Vera tak enak hati.
"Enggak usah minta maaf mbak,aku sadar diri akan posisiku kok,pesanku jangan abaikan suami kamu lagi ya,"Nasehat Satria.
"Makasih ya mas,"Tanpa aba aba Vera memeluk erat Satria,rasanya sulit untuk tidak bertemu denganya karena dia sudah terlanjur nyaman bersamanya.
"Jangan nangis dong,udah cepetan berangkat nanti keburu marah suami kamu,"Mengecup kening Vera.
"Iya mas,aku berangkat ya,"Vera enggan untuk pergi.
"Maass,,,kan berantakan rambutku,"Pura pura marah.
"Haha kamu lucu kalau marah yang,"Goda Satria lagi.
Akhirnya Vera berangkat menjemput suaminya setelah drama tak rela berpisah dengan Satria.Sekitar dua puluh menit Vera telah sampai Bandara,dia lalu menuju tempat biasanya menjemput sanak keluarga dan ternyata Wisnu sudah berada disana.
"Mas udah lama ya nunggunya?"Tanya Vera lalu mencium tangan suaminya.
"Belum Ver,Bisma enggak ikut, "Mengecup kening istrinya yang membuat Vera terkejut,baru kali ini Wisnu memperlakukan Vera seprti itu.
__ADS_1
"Enggak mas,Bisma dirumah ibu nanti kita jemput Bisma dulu ya,"Ajak Vera lalu menggandeng tangan suaminya tetapi ditepis Wisnu.
Wisnu justru berjalan mendahului Vera,dan Vera mengekor dibelakang masih sama sikap Wisnu pada Istrinya dan Vera tidak ambil pusing soal itu baginya Satria yang sekarang ada dihatinya.
"Ayah,Bisma kangen,"Bisma berlari ke arah ayahnya dan digendong Wisnu.
"Anak ayah udah semakin gede sekarang,Ayah juga kangen,"Wisnu menciumi pipi gembul Bisma.
"Oleh oleh Bisma mana yah?"Tanya Bisma.
"Itu ayah taruh di tas,kamu ambil sana ayah mau istirahat dulu ya,"Wisnu menurunkan Bisma dan beranjak ke kamae tidurnya.
Vera telah kembali dari dapur,dia membuatkan kopi untuk Wisnu tetapi sampai diruang tamu hanya Bisma sendiri.
"Loh nak,ayah mana?kok kamu sendirian?"Tanya Vera pada anakanya.
"Ayah dikamar bun,katanya mau istirahat,lihat bun Bisma dibelikan mainan sama Ayah,"Bisma menunjukkan mobil mobilan pada Vera dan ditanggapi Vera dengan anggukan,lalu dia bergegas ke kamarnya untuk memberikan kopi pada suaminya.
""Mas,ini kopinya diminum dulu kok udah tidur aja seh,"Vera meletakkan kopi diatas meja lalu mendekati suaminya.
"Heemm aku capek banget Ver,tolong dong Ver pijitin aku,"Jawab Wisnu dan tanpa membantah lagi Vera memijit suaminya.
Harapan Vera untuk bermesraan pada suaminya karena lama ditinggal kerja pupus sudah,karena Wisnu malah memilih tidur daripada menghabiskan waktu bersama istri juga anaknya.
__ADS_1