Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 39


__ADS_3

"I bu,"Lirih Vera dia sudah siuman.


"Vera,kamu sudah sadar nak apa yang sakit Ver,"Tanya sang Ibu.


"Perut Vera sakit bu,"Jawab Vera dengan lemah.


"Kamu tunggu ya ibu panggilkan dokter dulu,"Bu Karina beranjak pergi,dia juga memberitahu Wisnu jika Vera sudah siuman.


"Vera,syukurlah kamu sudah sadar,"Wisnu mendekati Vera.


Vera menoleh melihat Wisnu duduk disampingnya "Kamu kenapa ada disini,"Tanya Vera.


"Kamu masih istriku jadi aku wajib disini,kenapa kamu enggak bilang jika kamu hamil,"Tanya Wisnu lembut dia merasa bersalah atas kejadian ini.


"Maksud kamu,"Vera nampak bingung darimana Wisnu tahu jika dia pernah hamil.


Vera akan menjawab lalu dokter masuk bersama ibunya dan mulai memeriksanya.


"Bu Vera apa yang kamu rasakan,"Tanya Dokter Gilang.


"Perut saya sakit dok,"Jawab Vera lirih.


"Maaf bu apa saya boleh bertanya sesuatu,"Tanya dokter.


"Iya dok,"Vera menjawab dengan disertai anggukan.


"Apa sebelumnya kamu pernah hamil dan keguguran,karena saat kamu dibawa kesini kamu dalam keadaan pingsan dan pendarahan hebat,"Jelas dokter Gilang.


"I iya dok,seminggu yang lalu saya keguguran,"Jawab Vera sambil menatap Wisnu juga ibunya.


"Saya sudah melakukan kuret terhadap anda,tetapi ada luka bekas benturan di rahim anda yang mengakibatkan pendarahan,"Jawab Dokter.


Vera hanya diam pelupuk matanya sudah menggenang mengingat janin yang tidak bisa ia selamatkan,dokter lalu memberikan obat agar rasa nyerinya hilang lalu pamit pergi.Wisnu mendekat dan memeluk Vera dia juga bersalah atas hal ini karena Wisnu tidak tahu bahwa bayi yang dikandung Vera adalah anak Satria.


"Ver,maafkan aku jika aku sudah jahat sama kamu,kenapa kamu tidak bilang jika kamu hamil,"Tanya Satria.


"Bukannya kamu sudah tak menginginkan aku lagi mas,untuk apa aku bilang bukannya kamu senang mas,"Jawab Vera menahan sakit didadanya.


"Maafkan aku Ver,aku enggak akan kasar jika kamu tidak membuat aku marah,"Wisnu masih membela diri.

__ADS_1


Vera diam dia tidak mau membalas ucapan suaminya karena ujung ujungnya pasti akan berantem,dia menangis dan melepaskan pelukan Wisnu.


Bu Karina meminta ijin pulang,dia akan mengajak Bisma pulang kasihan jika berada dirumah sakit,pak Candra sudah dihubungi bu Karina dan akan pulang secepatnya.


Satria tiba tiba merasa gelisah perasaanya tidak tenang,entah apa yang terjadi dia selalu kepikiran Vera,dia ingin sekali menghubungi Vera tetapi ada istrinyaa yang selalu berada disampingnya.


"Mas kamu kenapa kelihatan gelisah begitu,"Tanya Bonita.


"Enggak apa apa,hanya memikirkan pekerjaan saja,"Jawab Satria cuek.


"Kan perusahaan kamu sudah mulai stabil mas karena saham dari papaku,janganlah terlalu difikirkan kita hanymoon yuk mas,"Ajak Bonita dan bergelayut manja pada Satria tetapi Satria menepisnya.


"Kamu lupa jika kamu sudah hamil,kasihan anak kamu,"Jawab Satria lalu berdiri.


"Mas,sampai kapan kamu akan giniin aku,aku ini istri kamu mas sekarang bahkan kamu sekalipun kamu enggak mau menyentuh aku,"Jawab Bonita mulai menangis.


"Apa kamu lupa,aku menikahi kamu karena paksaan ayah agar perusahaan aku tidak bangkrut dan janin itu memiliki ayah bukan,jangan harap aku akan menyentuh kamu,"Jawa Satria lalu pergi keluar kamar.


"Aaaaaaaa awas kamu mas,aku akan buat kamu bertekuk lutut kepadaku,"Amarah Bonita .


Satria pergi dia melajukan kendaraanya entah kemana,dia terus melajukan mobilnya tanpa arah hingga dia melihat bu Karina dan Bisma berada di pinggir jalan,dia menepikan mobilnya dan menghampiri bu Karlina.


"Tante,Bisma sedang apa malam malam begini disini?"Tanya Satria.


"Bisma,kamu sudah kenal om Satria,"Tanya Bu Karina Heran.


"Iya bu,kami kenal saat dulu Vera berjualan kue di pasar,"Jawab Satria sebelum Bisma menjawabnya.


"Oh begitu pantas saja Bisma langsung minta gendong,"Jawab Bu Karina.


"Oh ya tante siapa yang sakit?"Tanya Satria.


"Vera Sat,dia kemaren pendarahan dan pingsan,"Jawab Bu Karina yang membuat Satria terkejut.


"Apa tan pendarahan?"Satria panik dia ingin sekali bertanya tetapi takut bu Karina curiga.


"Iya Sat,dia keguguran dan tidak bilang sama ibu akhirnya jadi begini,"Jelas Bu Karina.


"Lalu sekarang bagaiman keadaan anak tante,"Tanya Satria.

__ADS_1


"Alhamdulilah sudah sadar Sat,"Jawab Bu Karina.


"Alhamdulilah kalau gitu tante,ini tante mau kemana?"Tanya Satria.


"Mau pulang nak,tadi taksi yang tante tumpangi mengalami bocor dan sedang ke tambal ban makanya tante menunggu disini,"Jawab Bu Karina.


"Kalau begitu saya antar saja tante,biar tidak kemalaman kasihan Bisma,soal taksi biar saya nanti yang urus,"Jawab Satria.


"Apa tidak merepotkan nak,"Bu Karina tidak enak.


"Enggak apa apa tan,ayo silahkan masuk tan biar Bisma didepan bersama saya,"Jawab Satria lalu mempersilahkan Bu Karina masuk.


Sepanjang perjalanan Bisma mengoceh dia menceritakan apa yang dia lakukan selama liburan,bu Karina tersenyum melihat Bisma begitu bahagia,berbeda saat bersama ayahnya dia selalu diam jarang tersenyum seperti saat ini.


"Pantas saja Vera ingin bercerai ternyata dia tidak bahagia,kenapa selama ini dia selalu menutup diri,kenapa tidak cerita sama ibu nak,"Batin Bu Karina sedih.


Selama dua hari Vera dirawat dan hari ini Vera sudah diperbolehkan pulang,dia dijemput ayahnya Vera dan diantar kerumah suaminya,sejujurnya Vera tidak mau tetapi ayahnya belum tahu keadaan sebenarnya jadi Vera mencari waktu yang tepat untuk berbicara.Sedangkan Wisnu dia tidak mengetahui jika Vera hari ini pulang dia justru bermesra mesraan bersama Nindi.


"Sayang jangan sedih dong,kan kita bisa bikin anak juga,"Nindi menghibur Wisnu yang nampak masih terpukul atas kehilangan bayinyaa.


"Dia kan darah dagingku Nin tetap saja aku sedih,"Jawab Wisnu lesu.


"Tapi ada untungnya juga lo sayang Vera keguguran kan kamu jadi cerai dengan dia,jika Vera hamil kan kita gagal menikah dan harta ayah kamu akan terbagi lagi untuk anak kedua kamu,"Jawab Nindi.


"Benar juga yang,kita tidak bisa senang senang seperti sekarang,untung saja malam itu aku menyuruh Vera tidak pulang dan dia memang tidak pulang,"Jawab wisnu dan mereka tertawa bersama tanpa mereka sadari sudah ada Vera dan keluarga Vera berada didepan pintu mereka semua mendengarkan apa yang Wisnu dan wanita itu bicarakan.


"Ya dong mas,kita tidak perlu menyingkirkan istri kamu karena dia sudah pergi sendiri,"Jawab Nindi.


Prok prok


"Bagus sekali rencana kalian,kalian memang tidak punya hati dan malu sudah berdua duaan dirumah orang dan membuat orang yang kalian sakiti menderita,"Vera bertepuk tangan Wisnu dan Nindi terkejut.


"Ve,Vera i ini tidak seperti yang kamu dengar,"Wisnu gagap dan akan memegang tangan Vera tetapi ditahan oleh Vera.


"Apa mas,mau akting apa lagi kamu hah,cukup mas sudah cukup kamu injak injak harga diriku,sudah cukup kamu memperlakukan aku seperti ini,keputusanku sudah bulat aku akan ajukan gugatan cerai besak,dan kamu perempuan ****** angkat kaki dari rumah ini karena rumah ini milik saya,"Vera menuding Nindi.


Pak Candra sudah tidak bisa menahan emosinya lagi dia mendekat dan menghampiri Wisnu lalu memukuli wajah Wisnu.


"Pak cukup,dia bisa terluka,"Ucap Vera menahan ayahnya yang akan memukul Wisnu lagi.

__ADS_1


"Laki laki macam dia pantas mati Ver,dia tidak menghargai wanita,dia hanya bisa mencari kesenangan semata tanpa memikirkan perasaan keluarganya,"Amarah pak Candra sudah diubun ubun dia tidak bisa lagi menahannya karena putri semata wayangnya disakiti oleh suaminya sendiri.


Wisnu diusir bersama Nindi,keadaan Wisnu amat kacau luka diwajahnya sangat parah Nindi merasa kasihan pada Wisnu dia mengajaknya pulang kerumah Nindi dulu.


__ADS_2