
Sore itu Satria duduk termenung di taman,dia benar benar hancur sekarang perusahaan ayahnya bangkrut karena ternyata selama ini ayah Bonita adalah seorang koruptor yang diburu polisi luar negeri.Satria harus menjaga anak dari Bonita karena Bonita juga masih di tahan sebagai saksi di kantor polisi saat tengah melamun datang Jodi,asisten Wisnu menghampiri Satria.
"Hae brow kenapa melamun sendirian?"Tanya Jodi.
"Eh Jodi,gak siapa yang melamun?lagi cari angin saja,"Jawab Satria.
"Boleh aku duduk?"Tanya Jo yang masih berdiri.
"Ya silahkan Jo,duduklah,"Jawab Satria.
"Eemm sori sebelumyaa apa benar berita yang beredar jika perusahaan kamu bangkrut Sat?"Tanya Jo dengan hati hati.
"Haaaah,,cepat juga ya beritanya menyebar,iya Jo perusahaan ayah bangkrut gara gara bekerja sama dengan perusahaan Ayah Bonita yang ternyata adalah seorang buron karena menggelapkan saham,AHAS Cooperation,"Jelas Satria.
"Lalu bagaimana dengan keluarga istri kamu dan ayah kamu?"Tanya Jo.
"Keluarga Bonita masih dipolsek menunggu hasil penyeledikan selesai,kalau ayah dia dirumah sakit karena serangan jantung Jo,aku bingung bagaimana harus membayar sisa gaji karyawan ayah,"Jawab Satria.
"Sat,bukanya kamu menanam saham diperusahaan Vera?kamu bisa ambil saham itu untuk gaji karyawan ayah kamu,perusahaan Vera berkembang sangat baek jadi aku yakin walau saham kamu diambil tidak akan mempengaruhi perusahaan Vera,"Jelas Jo memberi usul pada Satria.
"Tapi Jo,a aku,"Satria tidak bisa melanjutkan kata katanya.
"Karena hubungan kalian jadi kamu gak mau bicara?"Tanya Jo yang membuat Satria menatap Jo.
"Gak sah terkejut begitu aku tahu kamu ada hubungan dengan Vera sudah lama,aku hanya gak mau ikut campur urusan kalian karena Wisnu juga seenaknya sendiri dengan Vera,"Jelas Jo.
__ADS_1
"Sudah lama kami tidak saling sapa Jo,aku tidak tahu apakah Vera masih mau bertemu denganku atau tidak,aku hanya tidak mau mengganggu mereka lagi,dulu aku berjanji akan menikahinya dan membhagaiakanya tetapi aku tidak pernah menepati janjiku,aku terlalu pengecut untuk hubungan ini,"Jawab Satria.
"Kamu masih ada kesempatan Sat,dia tetap bercerai dengan Wisnu,"Ucap Jo.
"Benarkah itu Jo,tetapi dia kelihatan bahagia dengan suaminya,"Jawab Satria.
"Apa yang kamu lihat dan dengar belum tentu seperti yang kamu fikirkan Sat,"Jelas Jo.
"Aku terlalu takut untuk menemuinya Jo,apa lagi sekarang aku seperti ini,"Jawab Satria.
"Yah saranku lebih baek temui dia setidaknya itu bisa membantu ayah kamu,fikirkan baek baek Sat jangan sampai kamu menyesal,"Ucap Jo.
"Makasih Jo, akan aku fikirkan lagi,"Jawab Satria.
"Oke,aku pamit ya,sudah hampir malam,"Ucap Jo lalu berdiri akan beranjak pergi dan Satriapun juga akan pulang.
"Kak melamun aja seh?"Ucap Rafa.
"Apa seh dek,enggak siapa yang melamun?"Elak Vera
"Heem udah ketahuan masih aja ngelak mbak mbak,"Jawab Rafa.
"Eemm Raf,kamu masih sering lihat Satria gak kesini?"Tanya Vera pada akhirnya.
"Heemm ketauan kan lagi mikirin kak Satria,enggak seh kak udah dua hari aku enggak melihat dia terakhir aku ketemu dia dan gak sengaja aku mendengar dia bicara tentang bangkrut bangkrut gitu mbak,"Jelas Rafa.
__ADS_1
"Isshh kamu dek,apa dia baek baek saja ya?"Ucap Vera
"Kenapa mbak tidak menghubungi dia aja seh,biar gak penasaran aja,"Jawaab Rafa.
"Mbak malu dek,gak berani,"Ucap Vera.
"Heemm mbak,mbak kaya anak ABG aja pakai malu malu segala,"Canda Rafa yang justru mendapat cubitan dari Vera.
Sudah hampir seminggu Bisma dirawat dan dia juga sudah membaik dan diperbolehkan pulang,tetapi harus rutin melakukan pengobatan jalan aagar cepat sembuh,dan hari ini adalah hari Bisma pulang dia amat senang karena sudah boleh senang dan haari ini juga hari persidangan perceraian Vera juga Wisnu,dia tidak mau berlama lama lagi menunda percerainya.
Rendra juga tak hentinya mendekati Vera berbagai cara dan alasan dia lakukan agar bisa bertemu Vera karena sekarang dia juga sudah mengontrak rumah sendiri dan tidak tinggal bersama Wisnu,Nindi jugaa semakin gencar mendekati Wisnu dia tidak akan melepaskan Wisnu lagi dan harus menjadi miliknya karena ada anak yang dia kandung.
Sebulan telah berlalu dan Vera sudah resmi menyandang status janda,dia sudah mulai rutin bekerja dan masuk kantor dia akan fokus membesarkan anaknya dengan bekerja keras,Bisma tinggal Bersama nenek juga Rafa.Hingga suatu hari dia sadar jika proyek yang dikerjakan bersama Satria tidak ada perkembangan sama sekali lalu Vera memutuskan untuk datang ke kantor Satria.
"Selamat siang mbak,bisa saya bertemu dengan pak Satria?"Ucap Vera pada penjaga depan perusahaan Satria.
"Iya ibu selamat siang,maaf bu disini tidak ada yang namanya Satria,"Jawab orang itu
"Masak seh mbak,bukanya pemilik perusahaan ini pak Satria ya?"Ucap Vera.
"Ohh mungkin pemilik perusahaan lama bu,karena pemilik perusahaan ini adalah pak Dion bu,"Jelas perempuan itu yang membuat Vera kebingungan.
"Kok bisa mbak,sejak kapan perusahaan ini berganti pemilik ya mbak,"Tanya Vera.
"Baru dua bulan lalu bu,oh ya pak bu itu dia pak Dionya sudah datang,"Ucap orang itu sambil menunjuk atasan mereka.
__ADS_1
Pak Dion lalu mengajak Vera keruanganya dan memberitahu tentang Satria,Vera amat sangat terkejut untuk sesaat dia hanya diam tidak bisa menjawab pertanyaan Dion hingga beberapa saat keterkejutanya perlahan mulai menerima,Vera sangat sedih dia lalu pamit dan akan kerumah Satria,dia tidak mengira jika kehidupan Satria setragis ini.