Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 23


__ADS_3

Wisnu masih menagis sambil memeluk batu nisan ayahnya,para pelayat sudah pulang tinggallah Wisnu,Jo,dan Vera sedangkan Bisma sudah pulang bersama kakek Candra dan nenek Karina.


"Ayah,maafkan Wisnu belum bisa jadi anak kebanggaan ayah,Wisnu selalu membangkang kata kata ayah,"Wisnu masih menyesal dengan segala perbuatanya.


"Sudahlah mas,doakan ayah semoga ayah tenang disana dan mendapat tempat yang terindah,ayah sudah tidak merasakan sakit lagi sekarang,"Vera memegang pundak Wisnu meski hatinya hancur dia tetap menenangkan suaminya.


"Sudah lah sayang,buat apa kamu menangisi orang yang sudah mati,lebih baek kita pulang dan senang senang aja yuk,"Tiba tiba Nindi datang dan langsung merangkul Wisnu,sedangkan Wisnu hanya menoleh dan masih memeluk batu nisan ayahnya tanpa memperdulikan kedatangan Nindi.


"Jaga bicara anda nona,anda memang tidak punya hati nurani sedikitpun,"Ucap Jodi.


"Situ siapa ikut campur urusan saya,"Jawab Nindi tak kalah ketus.


"Seharusnya saya yang tanya,anda ini siapa?keluarga bukan,saudara bukan,tetangga juga bukan,anda hanya seorang Pe La Kor,"Jawaban Jodi membuat Nindi bungkam,dia lalu pergi dari makam dengan kaki yang dihentak hentakkan tanah,Vera geleng geleng kepala sambil mengelus dada melihat wanita seperti itu.


"Mari tuan kita pulang,ini sudah siang tuan Santo pasti tidak suka melihat anda seperti ini,"Jodi mendekat dan memapah Wisnu yang nampak lemas.


Wisnu lalu berdiri dan mau ikut pulang bersama Vera juga Jodi,setibanya dirumah masih banyak kerabat yang berkumpul,mereka masih menemani orang tua Vera.


"Mas,istirahatlah dulu aku akan buatkan teh hangat ya,"Vera menuntun Wisnu kedalam kamarnya lalu dia keluar untuk membuat teh hangat.


"Ver,tunggu!maafkan aku,"Wisnu mencegah Vera pergi.


"Sudahlah mas,jangan dibahas dulu,kamu istirahat saja,"Vera melepaskan tangan Wisnu lalu keluar kamar.


Vera keluar dia bersandar pada pintu dan menenteskan aer mata"Sampai kapan kamu akan seperti ini terus mas,aku capek mas,lelah dengan keadaan ini,ayaah kenapa kamu pergi secepatt ini,"Gumam Vera sambil memegang dadanya yang terasa sesak.


"Ver,ikhlaskan mertua kamu dia sudah tenang disana,"Ibu Karina tiba tiba muncul mengagetkan dia.

__ADS_1


"Iya bu,aku masih tak percaya ayah akan pergi secepat ini,"Vera mengusap aer matanya.


"Wisnu dimana?Itu saudaranya akan balik dia mau berpamitan,"Bu Karina memberi tahu jika kerabat Wisnu akan kembali.


"Ada dikamar bu,akan aku panggilkan ibu duluan saja ya,"Jawab Vera lalu membuat teh terlebih dahulu.


Setelah Wisnu sudah sedikit tenang,dia diajak Vera keluar untuk berpamitan kepada kerabat dia,mereka adalah paman,bibi dan juga keponakan Wisnu.Sudah tujuh hari setelah kematian ayahnya Wisnu masih mengurung diri dikamarnya,dia jarang bicara dan hanya melamun bahkan Bisma yang biasanya selalu bisa membuat ayahnya tersenyum sekarang tidak lagi.


Hingga suatu hari datang seorang pengacara yang menyampaikan wasiat ayahnya dan keluarga diminta berkumpul.Jodi juga ikut hadir dalam acara penting tersebut.


"Mas,sampai kapan kamu akan begini terus,sekalipun kamu gila itu tidak akan memgembalikan ayah hidup lagi,jika kamu menyesal tidak seperti ini caranya seharusnya kamu bisa memperbaiki diri dan berkaca pada masa lalu bukan hanya melamun saja,"Nasehat Vera kepada suaminya karena dia sudah merasa lelah.


"Kalau kamu mau pergi,pergilah aku tidak akan melarang kamu,"Wisnu menoleh dan kembali melamun.


"Mana Wisnu yang dulu,Wisnu yang tegas,pekerja keras,dan tidak mengenal lelah,apa kamu tega melihat anakmu kelaparan hah,"Bentak Vera.


Tiga puluh menit pak Diki menunggu Wisnu keluar,tetapi tidak kunjung keluar akhirnya dia berpamitan dia akan kembali jika kondisi Wisnu membaik lagi,karena dia akan membacakan wasiat yang penting dan hrus ada Wisnu.


Selama sebulan Wisnu seperti orang gila,hari harinya hanya dilalui dengan melamun,berbicara sendiri,dan tidak merespon orang laen jika diajak berbicara,Vera menjadi sangat sedih melihat kondisi suaminya dia ingin membawa Wisnu berobat tetapi selalu dia berontak dan marah,hingga telah terjadi kecelakaan yang melibatkan Vera juga Bisma.Saat itu kondisi Bisma sangat kritis,Vera yang belum sadarkan diri belum mengetahui kondisi anaknya,Satria juga datang untuk menjenguk Vera,selama ini yang selalu menjaga Vera adalah asisten Jo.


"Jo,bagaimana kondisi anak dan cucu saya,"Tanya pak Candra,ayah Vera.


"Nona Vera belum sadarkan diri,sedangkan Bisma dia kritis om karena benturan dikepalanya.


"Ya Allah Vera,Bisma,"Teriak bu Karina dengan menangis lalu pingsan,pak Candra membopong tubuh istrinya ke ruangan kosong disalah satu rumah sakit itu.


"Yang sabar bu kita doakan anak dan cucu kita ya,"Pak Candra mengelus kepala Bu Karina,dia sudah sadar dari pingsanya setelah diperiksa dokter.

__ADS_1


"Aku mau melihat Vera pak,"Jawab Bu Karina berusaha untuk bangun dibantu pak Candra.


"Apa ibu yakin?"Pak Candra memastikan lagi kondisi instrinya.


"Aku tidak apa apa pak,ayo kita lihat Vera dan Bisma,"Ajak bu Karina lalu pak Candra menuntun istrinya ke ruang perawatan Vera dan Bisma,mereka ditempatkan satu ruangan.


Bu Karina kembali menangis melihat kondisi anak dan cucunya,sedangkan asisten Jo pulang kerumah dia akan memberi kabar tentang Vera dan Bisma terserh Wisnu mau peduli atau tidak yang pasti dia sudah memberitahu.


"Tuan,sampai kapan anda seperti ini,apa tuan tahu sekarang istri dan anak anda sedang berjuang untuk sembuh,mereka sedang kritis tuan apa tuan sudah tidak menganggap mereka ada,"Cerocos asisten Jo didepan pintu kamar Wisnu.


Untuk pertama kalinya Wisnu keluar kamar dan menatap asisten Jo."Maksud kamu apa?"


Asisten Jo terkejut dengan perubahan Tuanya tersebut."Non Vera dan Bisma kecelakaan tuan sekarang kondisinya kritis,"


"Enggak mungkin,mereka enggak boleh mati,ayo antarkan aku kesana,"Wisnu berdiri dan mengajak asisten Jo berangkat,Jo yang kaget tanpa menunggu dan bertanya lagi langsung membawa Wisnu kerumah sakit Harapan.


Sekitar setengah jam mereka telah sampai,Wisnu meminta Jo untuk mengantar ke ruang perawatan Vera dan Bisma,sesampainya disana sudah ada pak Candra dan Bu Karina.


Plak,


Sebuah tamparan mendarat di pipi Wisnu,pak Candra yang melihat kedatangan Wisnu sudah tidak bisa membendung amarahnya lagi,selama ini dia diam karena Vera melarangnya memarahi Wisnu tapi sekarang melihat kondisi kedua orang tersayanganya kritis pak Candra tidak bisa menahan amarahnya lagi.


"Laki laki macam apa kamu,yang tidak bisa menjaga dan melindungi anak serta istrinya hah,selama ini saya diam Vera kamu perlakukan tidak baek karena Vera memintaku diam,tapi kali ini aku tidak akan maen maen Wisnu,aku akan membawa anak dan cucuku kembali pulang,"Amarah pak Candra sudah tidak terkendali semua orang yang ada disitu terkejut dengan kejadian barusan.


"Pak,sabar pak ini rumah sakit kasihan Vera dan Bisma,"Bu Karina membawa suaminya kembali duduk sedangkan Wisnu dia diam mematung dengan aer mata terus mengalir dia tidak tahu akan bicara apa,karena pada kenyataanya dia yang bersalah atas semua kejadian ini.


Wisnu duduk bersujud di kaki pak Candra dan bu Karina,dia menyesal dan meminta maaf,Jo yang melihat tindakan Wisnu sangat terkejut sekaligus terharu akhirnya Wisnu bisa kembali seperti dulu.

__ADS_1


__ADS_2