Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 68


__ADS_3

Wisnu pulang dalam keadaan mabuk berat,dia merancau tidak jelas Vera yang mengetahui keadaan Wisnu sedang mabuk parah lalu membangunkan Rendra untuk meminta tolong agar membantu Wisnu membawanya ke kamarnya,sedangkan Vera memilih tidur bersama Bisma,tapi sebelumnya dia membersihkan tubuh Wisnu,walau bagaimanapun Vera masih istrinya dan masih ada rasa sayang dihatinya.


"Makasih ya Ren,kamu istirahat sana gih maaf sudah mengganggu istirahat kamu ya,"Ucap Vera.


"Iya sama sama Ver,kamu masih perhatian aja sama Wisnu,"Tanya Rendra.


"Walau bagaimanapun dia itu masih suami aku Ren,dan dia juga bapaknya Bisma,aku tahu aku salah Ren,mungkin memang sampai disini pernikahan ini,"Ucap Vera kembali menitikkan aer mata.


Rendra yang tidak tega melihat Vera menangis spontan menghapus aer matanya,untuk sesaat mereka saling tatap.


"Eh sori sori Ver,a aku enggak bermaksud apa apa,aku hanya enggak tega melihat wanita menangis,"Ucap Rendra.


"Enggak apa apa Ren,eemm aku balik ke kamar Bisma dulu ya,"Pamit Vera kikuk sendiri.


"Iya silahkan,Ver jangan sedih ya tetap semangat,"Jawab Rendra sambil tersenyum.


Vera meninggalkan Rendra yang masih tersenyum dan memandang Vera hingga dia hilang dibalik pintu.Keesokan paginya Vera sudah selesai membuatkan sarapan untuk semuanya,lalu dia menghampiri Bisma untuk ikut sarapan karena hari minggu Vera akan mengajak Bisma jalan jalan di taman sekedar mencari udara segar.


"Bisma ayo sarapan nak,setelah itu kita jalan jalan yuk ke taman,"Ajak Vera.


"Horeeeee kita jalan jalan,siap bun ayo,"Jawab Bisma dengan senangnya,Vera tersenyum memandang tingkah anaknya.


Mereka sarapan tanpa ada yang bersuara sampai selesai sarapan,Rendra juga sudah ikut sarapan bareng Vera juga Bisma sedangkan Wisnu belum bangun.


"Kalian mau kemana kok sudah rapi banget pagi pagi,"Tanya Rendra.


"Aku mau ajak Bisma ke taman Ren,"Jawab Vera.

__ADS_1


"Ohh,gak nunggu Wisnu bangun,"Tanya Rendra lagi.


"Enggak om aku mau jalan sama bunda aja,ayo bun berangkat,"Rengek Bisma,lalu Vera berpamitan pada Rendra dan berangkat bersama.Selepas Vera pergi Wisnu keluar dari kamar dia mendapati rumahnya tampak kosong lalu mencari cari anaknya juga tidak ada,dia melihat Rendra duduk diteras lalu menghampirinya.


"Ren,kok sepi pada kemana?"Tanya Wisnu.


"Woy sudah baangun Wis,kirain nanti siaang bangunya,siapa yang kamu tanyain ne,"Ledek Rendra.


"Sialan Lo,Bisma kemana?ini kan haari minggu,"Tanya Wisnu lagi.


"Bisma jalan jalan sama Vera ke taman,"Jawab Rendra.


"Ohh,"Ucap Wisnu lalu meninggalkan Rendra dia akan mandi terlebih dahulu.


Bisma sangat senang bermain ditaman banyak anak anak juga disana,Bisma yang notabenya mudah bergaul langsung banyak mendapat teman mereka bermain bola sedangkan para ibu ibu duduk mengawasi anak anaknya,salah satunya Vera dia sangat senang bisa melihat anaknya tersenyum bahkan tertawa tanpa ditemani ayahnya.Bisma yang melihat Satria ada ditaman lalu memghampirinya.


"Om Satria,kok disini?"Ucap Bisma,dia melihat Satria lalu menghampirinya.Satria sedang jalan jalan bersama istri dan juga bayinya.


"Sama Bunda om,itu disana,"Jawab Bisma sambil menunjuk dimana bundanya berada.


"Lalu kenapa kamu disini?"Tanya Satria.


"Aku ambil bola ini om,"Sambil menunjukkan bola ditangan bocah itu.


"Mas kamu kenal anak ini?"Tanya Bonita.


"I iya kenal Nit,dia,,"Belum selesai menjawab Vera datang dia sempat terkejut tetapi sebisa mungkin bersikap biasa.

__ADS_1


"Bisma,sayang kamu ngapain disini?itu teman kamu mencari,"Ucap Vera.


"Maaf bun,tadi Bisma ambil bola eh lihat om Satria bawa dedek bayi,dedek bayinya lucu ya bun,"Ucap Bisma lalu melihat ke arah stroler anaknya Satria.


"I iya sayang,dedek bayinya lucu,eemm halo Sat,mbak,"Ucap Vera kikuk.


"Kenalkan i ini istri saya Bonita,"Jawab Satria.


"Hae,aku Bonita istrinya mas Satria,"Ucap Bonita lalu menyodorkan tanganya untuk berkenalan.


"Aku Vera,rekan kerja Satria,"Jawab Vera menyambut uluran tangan Bonita.


"Oh rekan kerjanya,pantas kok anak kamu tahu suami aku,ternyata sering bertemu ya,"Tanya Bonita


"Iya,enggak,"Jawab Vera dan Satria bersamaan.


"Maksud saya,jika ada proyek kita sering bertemu tetapi jika tidak ya jarang bertemu,begitu kan Sat,"Jawab Vera.


"Ohh,oh ya saya duluan ya mbk Vera kasihan baby udah kelamaan diluar,"Pamit Bonita.


"I iya Nit,emm saya duluan ya Ver,Bisma om pulang dulu ya kapan kapan kita maen lagi ya,"Pamit Satria.


"Yaah padahal aku pengen maen sama dedek bayi,"Jawab Bisma cemberut.


"Bisma kan bisa maen kerumah dedek,"Ucap Bonita yang membuat Vera tersedak.


"Uhuk uhuk,"Spontan Satria menyerahkan botol minuman yang dia pegang.

__ADS_1


"Bun minum ini punya Bisma aja,"Bisma menyerahkan botol minumnya membuat kecanggungan antara Satria dan Vera teralihkan.


Bonita menatap inten mereka,hati kecilnya merasa mereka ada sesuatu,tetapi dia juga belum yakin,dia lalu mengajak Satria pulang,Bonita menggandeng mesra Satria,dan Satria terpaksa menurut agar Bonita tidak curiga.


__ADS_2