Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 25


__ADS_3

Setahun telah berlalu,hubungan Vera dan Wisnu masih saja sama,mereka tidak bisa berpisah karena wasiat pak Santo seluruh peruasahaan dan kekayaan Pak Santo telah diatasnamakan Vera dan Bisma,otomatis Wisnu tidak mendapat apa apa.Awalnya Wisnu marah dan tidak terima tetapi karena rencana licik Nindi dia mengikutinya.


Vera sebenarnya tidak mau menerima semua itu,dia ingin sekali lepas dari Wisnu dia tidak mau semakin menderita,tetapi Jo melarangnya dia yakin Wisnu akan berubah tetapi memang dasar Wisnu laki laki yang plin plan dan suka bermain wanita berubah sebentar pasti akan berulah lagi.


"Mas,ayo kita kabur aja dari sini kita pergi jauh yang orang orang tidak menemukan kita,"Ucap Vera yang sedang berasama Satria di rumahnya.


"Sayang kamu ini bicara apa?sama aja aku membawa kabur istri dan anak orang,yang ada aku jadi buronan Ver justru kita enggak bisa bebas,"Satria menangkup kedua pipi Vera.


"Aku enggak kuat mas,berapa kali aku meberi kesempatan pada dia tetapi selalu saja mengulangi kesalahan yang sama,kenapa dulu aku selamat seh kenapa gak mati aja sekalian,"Vera menangis.


"Hust,jangan bicara sembarangan Ver,seharusnya kamu bersyukur masih selamat jika kamu meninggal Bisma bagaimana?kamu mau Bisma dirawat Nindi dan ditelantarkan,"Jawab Satria kesal.


"Gak mau mas,"Vera menunduk dan terisak hatinya sungguh sakit mengingat kehidupan dia yang tak seindah bayangan dia dulu.

__ADS_1


"Jangan nangis Ver,masih ada aku yang selalu ada disamping kamu,aku akan selalu ada buat kamu Ver,"Satria mengusap aer mata Vera.


"Sampai kapan mas kita kaya gini,orang tua kamu lama lama juga akan mencarikan jodoh untuk kamu mas,"Vera semakin terisak Satria memeluknya dia tidak tega dengan Vera.


Hatinya ikut sakit jika Vera menderita tetapi dia juga tidak bisa berbuat apa apa,seandainya Vera bisa bercerai dari Wisnu dia akan membawa Vera pergi jauh dan akan membahagiakannya.Sayangnya Wisnu tidak mau diceraikan itu yang membuat mereka tidak bisa bersama.


Sore harinya Vera pulang,tiba dirumah sudah disuguhi pemandangan tidak mengenakkan Nindi sedang bercumbu dengan Wisnu suaminya,hati Vera sangat sakit dan juga jijik melihat mereka tanpa menyapa Vera nyelonong masuk dan membiarkan pasangan tak tahu malu itu bercumbu,sebelumnya Vera sudah merekam adegan mereka berdua,siapa tahu dengan bukti bukti yang Vera kumpulkan dia bisa mengajukan gugatan cerai.


"Baiklah sayang,tapi nanti malam nyusul ya masih pengeen,"Ucap Nindi manja.


"Pasti sayang,"Mencubit pipi Nindi lalu mereka berjalan keluar bersama untuk mengantar Nindi ke mobilnya.


Wisnu masuk kedalam kamar,dia melihat Vera habis mandi dan hanya menggunakan handuk selutut,Wisnu memandang istrinya tak berkedip karena selama ini Wisnu tak pernah berhubungan dengan Vera lagi.

__ADS_1


"Ngapain kamu melihatku seperti itu,"Tanya Vera yang merasa risih diperhatikan Wisnu.


"Kamu kelihatan semakin berisi dan mulus saja Ver,aku jadi pengen,"Jawab Wisnu dengan tatapan penuh hasrat.


"Bukanya kalian sudah puas ya,dia kan lebih segalanya dari aku sampai sampai kamu mengabaikan aku mas,"Vera berjalan ke lemari dan mengambil baju.


"Ayolah sayang,kamu juga kangen sama sentuhan aku kan,"Wisnu mendekat dan akan memeluk Vera tetapi Vera menghindar.


"Jangan mendekat,aku jijik sama kamu mas jangan pernah sentuh aku jika kamu masih berhubungan dengan perempuan itu,"Vera menjauh dan Wisnu yang merasa ditolak dia tidak terima dan marah,tanpa aba aba dia memaksa Vera melayaninya karena dia sudah bernafsu,dia menciumi Vera dengan kasar tanpa memperdulikan penolakan Vera,berontakpun Vera kalah tenaga dia hanya pasrah dan menangis.


"Ternyata kamu semakin enak Ver,bodoh aku selama ini anggurin kamu haha,"Tawa Wisnu merasa puas telah memperkosa istrinya dia lalu memunguti pakainya dan pergi entah kemana.


Vera menangis sesenggukan,seluruh tubuhnya terasa remuk karena perlakuan kasar Wisnu,perlahan lahan dia turun lalu memakai bajunya dan menuju dapur untuk membuatkan makan malam untuk anak semata wayangnya.

__ADS_1


__ADS_2