
Disebuah hotel bintaang lima sedang terjadi pergulatan panas antara Rendra dan Nindi,ternyata mereka masih sering bertemu tanpa sepengatuan Wisnu.
"Ayo sayang,lagi sedikit lagi,lebih cepat lagi sayang,"Rancau Rendra.
"Aaaaaahhhhhh,"Lenguhan panjang memenuhi ruangan hotel tersebut dan entah sudah keberapa kalinya mereka memadu kasih,keduanya tergeletak diatas kasur dengan Nindi masih diatas Rendra.
"Kamu masih saja pintar dan membuat aku ketagihan Nin,"Ucap Rendra.
"Pasti lah Ren,aku selalu merawatnya,"Jawab Nindi bangga.
"Kamu gak pulang udah jam segini nanti bayi kamu nangis,"Ucap Rendra.
"Halah biarin sudah ada Mas Wisnu yang jaga dia kan,susu juga sudah aku siapin,"Jawab Santai Nindi yang justru bersandar pada pundak Rendra.
"Kamu memang tak punya rasa keibuan sedikitpun Nin,"Kata Rendra.
"Kenapa memangnya Ren,sudah ada bapaknya kan ya gantian biar dia yang jaga,"Jawab Nindi.
"Terserah kamu sajalah,"Ucap Rendra tak mau berdebat.
"Ren,apa kamu masih mengharapkan Vera jadi istri kamu?"Tanya Nindi.
"Masih Nin,aku sangat mencintainya gak ada yang bisa miliki dia kecuali aku,"Jawab Rendra.
"Hahaahah Rendra,Rendra kalau kamu cinta sama Vera kamu gak akan kayak gini sama aku,lihatlah betapa ba****nya kamu saat ini,"Ucap Nindi diselingi tawa.
"Diam kamu,ini urusan aku jadi jangan pernah sekali sekali kamu bicaara apapun pada Vera,"Ancam Rendra.
"Kenap Ren?kamu takut Vera menolak kamu?bukankah kamu sudah ditolak ya,"Jawab Nindi.
__ADS_1
"Itu urusan aku Nin,jangan ikut campur,urusan kita hanya sebatas bisnis,"Ucap Rendra lalu memunguti pakaian yang bercecer dan dia pakai kembali.
"Tapi sekarang aku berubah fikiran Ren,aku mau kamu menjadi pemuas nafsuku aku gak rela kamu bersama Vera,"Jawab Nindi.
"Jangan gila kamu Nin,kamu sudah memiliki Wisnu,kamu bisa kapan saja tidur bersamanya,"Ucap Rendra tak setuju dengan ide gila Nindi.
"Terserah kamu,gak ada yang bisa nolak seorang Nindi,kamu paham kan sayang,"Jawab Nindi sambil mendekap Rendra.
Rendra yang memang seorang maniak s*k tidak dapat menahan lagi saat Nindi mendekap dan memegang senjata Rendra, dia kembali bernafsu dan terjadilah pergumulan panas lagi diantara mereka.
Wisnu yang kualahan mengurus anaknya menjadi pusing dan keteteran sendiri dia tidak tahu haarus menenangkan anaknya dengan cara bagaiman karena diberikan susu tidak mau,dibuka celanaya juga tidak basah atau Pup,Wisnu semakin takut saat anaknya tidak berhenti menangis,dia membawa anaknya di depan rumahnya dan berusaha menenangkan.
Vera yang kebetulan lewat dari belanja,melihat Wisnu yang sedang bingung lalu menghampirinya.
"Mas anak kamu kenapa kok nangis terus,"Tanya Vera.
"Eh Ver,gk tahu Ver dari tadi nangis terus udah aku kasih susu dan dia juga gak pup atau ngompol tapi masih nangis terus,"Ucap Wisnu.
"Cup cup sayang anak pintar,anak lucu jangan nangis ya sayang kasihan ayah kamu tuh jadi bingung,"Ucap Vera menggendong Bela.
"Wah dia diam Ver dalam gendongan kamu,"Jawab Wisnu.
"Kan Dedek anak pinter ya,anak sholehah ya nak,"Ucap Vera lagi dan Bela seakan mengerti dia memandang Vera.
"Siapa mas nama anak kamu?"Tanya Vera.
"Namanya Bela Anggreini Ver,"Jawab Wisnu.
"Nama yang cantik yah,kaya orangnya,Bela bobo ya sayang,biar ayah kamu gak bingung,"Gumam Vera masih menggendong Bela dan perlahan lahan Bela memejamkan mata.
__ADS_1
Saat Vera tengah menidurkan Bela,Nindi datang dan langsung memarahi Vera.
"Apa apaan ini,ngapain kalian disini,dan kamu Ver ngapain kamu disini?"Tanya Nindi marah.
"Tadi aku lewat dan melihat mas Wisnu kebingungan menenangkan Bela yang menangis jadi aku meminta Bela untuk aku gendong,"Jelas Vera.
"Halah dasar pembohong,bilang saja kamu masih berharap pada mas Wisnu dan ingin balikan lagi kan,dasar murahan,"Marah Nindi.
"Plak,jaga ucapan kamu Nindi,yang dikatakan Vera benar dia membantuku menenangkan Bela yang menangis terus,dan kamu dari mana saja kamu semalam gak pulang dan sekarang pulag pulang menuduh orang sembarangan,"Wisnu menampar Nindi.
"Tega kamu mas,kamu tampar aku demi wanita itu bela saja terus dia mas,"Ucap Nindi
"Hentikan,ini mas Bela saya sarankan jika berantem jangan didepan anak karena suatu hari anak itu akan bersikap seperti apa yang dia lihat dari orang tuanya meskipun dia bayi tetapi dia akan tetap bisa mengingat diotaknya,permisi,"Pamit Vera.
"Vera tunggu,maafkan aku,"Ucap Wisnu tetapi Vera tetap berjalan dan masuk kedalam mobilnya.
"Aaarrgghhh sial,ini Bela kamu gendong dan kamu tidurkan gara gara kamu Bela menangis lagi,"Ucap Wisnu marah dan menyerahkan Bela pada Nindi.
Vera menangis di dalam mobil dia menangis bukan karena dimarahi Nindi,tetapi dia menangis karena apa yang dikatakn Nindi benar dia wanita murahan karena dulu saat bersama Wisnu dia berselingkuh dengan Satria.
Vera menuju rumah sakit dia akan menjaga Jodi,Biar orang tua Jodi bisa beristirahat dirumah.Vera masuk keruang perawatan Jodi,Jodi dinyatakan koma oleh dokter karena benturan keras dikepalanya.
"Jo bangunlah buka mata kamu,apa kamu gak kangen Bisma juga aku Jo aku butuh kamu Jo,jangan seperti ini,buka mata kamu Jo,"Gumam Vera dengan terus meneteskan aer mata.
"Sebentar lagi Bisma ulang tahun Jo,apa kamu gak msu merayakan ulang tahun dia,"Ucap Vera.
"Bisma terus menanyakan tentang kamu,dan keberadaan kamu Jo bangunlah Jo,kamu bilang akan menjaga dan melindungi aku tapi kamu tidur terus,"Gumam Vera lagi.
Vera menangis disamping ranjang Jodi sambil memegang tangan Jodi,dia sangat berharap Jodi segera membuka matanya,dia baru menyadari pentingnya Jodi bagi hidupnya.
__ADS_1
Satria yang tahu jika bos dia mengalami kecelakaan dia akan berencana akan menjenguk bos mereka tanpa dia tahu bahwa bos Satria adalah Jodi.Satria bersama rekan kerja yang laen akan datang besak untuk menjenguk bos mereka.
Rendra terus mencari keberadaan Vera untungnya dia tidak tahu jika Vera telah pindah tempat tinggal,rencana dia ingin kerumah baru Vera yang dulu pernah dikasih tahu pada Rendra.