
Keesokan paginya Nindi bangun dengan kepala pusing dan ada laki laki disampingnya,dia lalu bergegas mandi dan akan mencari keberadaan Wisnu.
"Selamat pagi pak,apa bapak Wisnunya sudah datang?"Tanya Nindi pada satpam kantor Wisnu.
"Selamat pagi bu,maaf pak Wisnunya belum datang baru pak Jodi Bu,"Ucap Satpam tersebut.
"Oh,boleh saya menunggu disana pak?"Ijin Nindi sambil menunjuk lobi perusahaan.
"Oh iya bu silahkan,"Jawab pak Satpam mempersilahkan.
Lalu Nindi berjalan dan menunggu dilobi sambil bermain ponsel,Jodi turun dari ruangan dia yang melihat keberadaan Nindi langsung buru buru menghubungi Wisnu,dia mempunyai rencana agar Nindi tidak datang ke kantor lagi dan Wisnu menyetujuinya.
"Pagi Nona,rajin amat jam segini sudah dikantor orang saja,"Ucap Jo menghampiri Nindi.
"Pagi juga,memangnya kenapa?ini kantor calon suami saya,jadi saya berhak atas apapun disini,"Jawab Nindi sombong.
"Benarkah nona?tapi sayang kantor ini sekarang bukan milik pak Wisnu lagi,"Jawab Jo yang membuat Nindi terperanjat kaget.
"Apa maksud kamu Jo?"Tanya Nindi.
"Maksud saya,kantor ini sudah bukan milik pak Wisnu lagi nona,kantor ini sudah dipimpin oleh bu Vera selaku istri pak Wisnu,"Jelas Jo.
__ADS_1
"Haha jangan bercanda kamu Jo,kamu hanya ingin saya menjahui Wisnu kan?"Tanya Nindi lagi.
"Silahkan saja tunggu nona jika anda tidak percaya,permisi saya akan menyiapkan meting dulu,"Pamit Jo lalu bergegas pergi meninggalkan Nindi yang masih tak percaya dengan perkataan Jo.
"Saya tidak akan membiarkan tuan Wisnu terperangkap lagi pada kamu Nin,dasar wanita tidak tahu malu,"Batin Jo sambil berjalan menjahui Nindi.
Sudah satu jam Nindi menunggu tetapi tidak ada tanda tanda Wisnu datang,saat dia sudah kesal dan akan beranjak pulang dia melihat sebuah mobil mewah berhenti didepan kantor semua orang menyambutnya Nindi fikir dia adalah Wisnu,dia sudah bersiap siap berdandan saat semua orang tengah sibuk memfoto dan memberi selamat kepada Vera.Vera sudah masuk kedalam kantor dia melihat keberadaan Nindi yang tengah sibuk bersolek dia lalu menghampiri dan menegur Nindi.
"Selamat pagi nona,"Sapa Vera.
"Selamat pa,,,"Belum selesai melanjutkan sapaanya Nindi dibuat terperanjat dengan kehadiran Vera didepanya dengan pakaian bagus dan mewah.
"Kamu,ngapain kamu disini mana mas Wisnu?"Ucap Nindi semua orang sudah mulai berbisik bisik.
"Hahaha jangan mengada ngada kamu Ver,kamu dicampakkan mas Wisnu lalu menjadi gila ya,"Ejek Nindi.
"Siapa yang mengada ngada nona,jika tidak berkepentingan silahkan tinggalkan kantor saya,"Tegas Vera yang membuat Nindi marah.
"Jangan mimpi kamu,ini kantor calon suami saya,kamu yang seharusnya pergi atau jangan jangan kamu yang menyembunyikan mas Wisnu ya,"Tuduh Nindi.
"Pak satpam tolong usir wanita gila ini,"Ucap Vera.
__ADS_1
"Hei berani beraninya kamu bicara begitu,"Nindi marah dan akan menampar Vera tetapi dihalangi oleh pak satpam.
"Nona jangan kurang ajar sama bos kami,atau kamu saya laporkan polisi atas tuduhan kekerasan,"Gertak pak satpam.
"Apa,ja jadi benar dia bos disini,enggak mungkin,"Tanya Nindi tak percaya.
"Dia memang bos disini nona,jadi tolong jangan membuat keributan disini,silahkan pergi dari sini secara baek baek atau saya usir paksa,"Ucap pak satpam tersebut yang membuat Nindi kesal lalu pergi.
Dengan langkah tergesa gesa Nindi keluar dari perusahaan Wisnu,dia amat marah dan kesal telah dipermalukan Vera dia berencana akan balas dendam kepada Vera.Kebencianya semakin menjadi entah apa lagi yang akan dia perbuat kepada Vera.
Semua orang yang ada dikantor bersorak dan bertepuk tangan mereka sangat senang dengan kepergian Nindi,berkat Vera Nindi menjadi pergi karena banyak karyawan yang tidak suka dengan sikap Nindi.
"Hebat kamu Ver,terima kasih sudah mau membantu ku,"Ucaap Jo.
"Apaan seh Jo,santai saja lah seperti sama siapa saja,"Jawab Vera.
"Kamu tidak mau menemui Wisnu,"Tanya Jo.
"Enggak Jo,aku langsung pulang saja ya,ada pekerjaan di kantor,"Pamit Vera,dia mwmang sudah mulai bekerja kembali.
"Oke baiklah,jika ada kesulitan jangan sungkan hibungi aku ya,"Ucap Jo.
__ADS_1
"Oke baiklah Jo,aku permisi ya,"Pamit Vera lalu bergegas kembali ke kantornya.
Wisnu termenung diruanganya dia tidak tahu harus berbuat apa lagi,dia amat takut kehilangan Vera sekarang,dia baru merasakan sakitnya dicuekin dan tidak dianggap.Jo menghampiri Wisnu dia akan memberi nasehat kepada atasan sekaligus sahabtnya itu.