
Pagi menjelang semua umat manusia sudah mulai akan melakukan aktifitasnya,ada yang berjualan sayur,berjualan makanan cepat saji,dan masih banyak lagi tak terkecuali Vera,dia sudah selesai bersiap siap dan akan berangkat kerja dia akan meneruskan kantor yaang telah diberikan kepada anaknya Bisma,dia akan mengembangkan perusahaan kecil itu agar semakin bekembang.
"Masya alah cantiknya anak ibu,"Puji bu Karina yang melihat anaknya sudah rapi dengan kemeja kerjanya.
"Isshh ibu bisa aja,jadi malu kan aku bu hehe,"Jawab Vera sambil nyengir.
"Benar sayang,kamu pantas kerja kantoran apa lagi menjadi pemimpin,"Jawab bu Karina.
"Aamiin bu semoga aku bisa mengembangkan perusahaan peninggalan ayah Santo ya bu,doain aku kuat dan bisa ya bu,"Vera memeluk ibunya.
"Iya sayang pasti ibu doain yang terbaek ya,"Jawab bu Karina lalu menyuruh Vera sarapan bersama Bisma juga.
Setelah selesai sarapan Vera berangkat bersama Bisma,dia akan mengantar Bisma terlebih dahulu ke sekolah baru berangkat ke kantor bersama Jodi.
Vera disambut oleh para karyawan yang sebelumnya telah diberitahu Jodi.Mereka sangat senang mendapat bos yang cantik juga ramah tidak seperti yang mereka fikirkan.
"Salam kenal dari saya dan mohon bimbinganya semua,"Sapa Vera ramah dan semua mengangguk dan menjawab sapaan Vera.
__ADS_1
"Jo terimakasih ya atas kebaikanmu selama ini,"Ucap Vera.
"Iya Bu Vera sama sama,"Jawab Jo sambil tersenyum.
"Ah kamu Jo bisa saja,oh ya kamu enggak ke kantor mas Wisnu Jo?"Tanya Vera.
"Enggak Ver,aku sudah pamit mau keluar kota begitu,"Jawab Jo sambil menyeruput kopinya.
"Dasar kamu,oh ya Jo boleh aku bertanya?"Tanya Vera.
"Iya silahkan Ver,bertanya masih gratis ko hehe,"Jawab Jo sambil tertawa.
"Almarhum Tuan Santo sebenarnya mendirikan perusahaan ini untuk Wisnu agar dia bisa belajar mandiri tetapi tuan Wisnu tidak tertarik dengan bisnis dia memilih bekerja pada orang laen daripada bekerja diperusahaannya sendiri hingga Tuan Santo mengembangkan sendiri perusahaan ini dan jika berhasil maka akan diserahkan kepada anak cucunya kelak,"Jelas Jo yang membuat Vera menutup mulutnya tak percaya.
"Ayah sangat menyayangi keluarga tetapi kenapa mas Wisnu selalu membangkang ayah Jo,"Tanya Vera mengingat kelakuan Wisnu dulu terhadap ayah ya yang tidak begitu baek.
"Yah sebenarnya Tuan Wisnu sangat sayang kepada orang tuanya Ver,tetapi semenjak ibu Tuan Wisnu meninggal dia menjadi pribadi yang pemarah dan pendedam,ibunya meninggal saat Tuan Santo bertugas dan datang terlambat untuk membawa ibunya kerumah sakit dan akhirnya meninggal,tuan Wisnu menyalahkan ayahnya atas kejadian itu dan belum bisa memaafkannya,"Jawab Jo mengingat kisah masa lalu keluarga Wisnu karena Jo ikut keluarga Wisnu sedari kecil.
__ADS_1
"Aku enggak nyangka mas Wisnu ternyata punya kisah sepedih itu Jo,selama ini dia tidak pernah bercerita apapun sama aku,"Jawab Vera.
"Apa setelah tahu ini semua kamu akan tetap mengajukan gugatan cerai Ver?"Tanya Jo.
"Iya Jo,aku sudah bertekad aku enggak akan balik sama dia lagi Jo sudah terlalu sakit hati ini Jo,mas Wisnu tidak pernah mencintaiku Jo,dia menikahiku karena aku hamil anaknya saja,"Vera menitikkan aer mata.
"Semua terserah kamu Ver,aku yakin kamu bisa selesaikan semua ini dengan baek,"Jawab Jo.
Mereka lalu memulai bekerja dengan Jo selalu mengajari Vera tentang apapun itu yang menyangkut perusahaan.Sedangkan ditempat laen Nindi mengunjungi kantor Wisnu dia sengaja akan memberikan kejutan untuk Wisnu dengan mengantar makan malam karena Wisnu akan lembur.
"Hae sayang,"Nindi langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Nindi,kok kamu kesini?"Tanya Wisnu kaget.
"Kenapa enggak boleh ya,ya sudah aku pulang saja,"Nindi akan berbalik lalu dipeluk Wisnu.
"Tunggu sayang,gitu aja ngambek aku senang kamu kesini,aku kangen kamu dan butuh gizi dari kamu,"Jawab Wisnu sambil memeluk Vera dan menciumi tengkuk Vera .
__ADS_1
"Yang bener,tadi kok kaget gitu,"Jawab Nindi lalu berbalik mereka saling tatap.
Wisnu tidak menjawab dan langsung menyambar bibir mungil Nindi dia mulai mencium Nindi,berawal dari cium bibir turun ke leher dan terus menyusuri bukit kembar Nindi,Wisnu lalu menuntun Nindi ke tempat yang sudah disediakan kusus untuk beristirahat ayahnya dulu,dan terjadilah olahraga panas diantara mereka.