
Vera sadar dari pingsanya dilihatnya Satria menggenggam tangan Vera,dia tidak meninggalkan Vera sedikitpun dia lebih memilih membohogi keluarganya agar bisa menjaga Vera.
"Mas,"Lirih Vera dengan mata berkaca kaca menatap Satria.
"Iya Ver,apa kamu butuh sesuatu biar aku ambilkan,"Jawab Satria dengan menciumi tangan Vera.
"Maafkan aku,aku tidak bisa menjaga anak kita,"Vera kembali menangis.
"Ver,sudah jangan menangis lagi mungkin Tuhan belum mengijinkan kita memiliki anak,mungkin jika kelak kita berjodoh entah bagaimana takdir Tuhan nanti Ver,"Satria membelai lembut rambut Vera.
"Maafkan bunda nak,bunda tidak bisa menjaga kamu,"Dia mengelus perutnya yang sudah tidak ada kehidupan disana.
"Sabar sayang,ikhlaskan ya aku akan selalu ada buat kamu jangan berfikir untuk mengakhiri hidup kamu lagi,aku tidak mau kehilangan kamu,"Satria memeluk Vera hatinya ikut sakit.
"Mas,aku enggak mau pulang,"Vera
"Apa suami dan Bisma enggak mencaari kamu Ver,kasihan tante Karina juga jika kamu tidak ada kabar,"Tanya Satria.
"Mas Wisnu tidak menginginkan aku lagi mas,dia sekarang sibuk dengan urusanya sering marah marah sama aku,dan kasar sama aku makanya Bisma aku titipin ke ibu,"Cerita Vera mengingat perlakuan Wisnu.
"Ya sudah sementara sebelum kamu pulih,kamu disini dulu nanti aku carikan kontrakan buat kamu,lebih baaek kamu kabari ibu kamu dulu biar beliau tidak kawatir Ver,"Saran Satria.
"Ponselku enggak ada,"Vera mengingat ponselnya entah dia simpan dimana.
"Kamu pakai ponselku dulu ya,kamu hafal kan nomor tante Karina,"Memberikan ponselnya pada Vera.
Vera lalu menghubungi ibunya dan menanyakan kabar Bisma,Vera beralasan keluar kota karena ada acara kantor cabang dan menyuruh ibunya merahasiakannya dari Wisnu.
Wisnu yang siang itu bersama Jodi selepas meting berusaha menghubungi Vera tetapi tidak bisa.
"Maaf tuan,apa anda sedang dalam masalah sepertinya gelisah sekali,"Tanya Jo.
"Vera menghilang Jo,dari semalam tidak bisa dihubungi,"Wisnu meletakkan ponselnya diatas meja.
"Kok bisa tuan,maaf apa anda sedang ada masalah?"Jo memberanikan bertanya pada Wisnu.
"Ya begitulah,tolong bantu saya cari Vera Jo,aku sudah pusing dengan urusan kantor,hubungi aku jika bertemu Vera aku mau istirahat dirumah,"Wisnu berlalu pergi tanpa menunggu jawaban Jodi.
"Hemm dasar punya majikan hanya mementingkan diri sendiri,istri hilang bukanya dicari dulu justru ingin istirahat,"Gumam Jo lalu berdiri untuk membayar bil mereka makan tadi.
Sudah tiga hari Vera dirawat dirumah sakit,dan Satria selalu setia menemani dan menghibur Vera seperti pagi ini Satria mengajak Vera jalan jalan di taman rumah sakit.
__ADS_1
"Sayang,kita ke taman yuk cari udara segar,"Ajak Satria mendekati ranjang Vera.
"Iya mas boleh ayo,"Ajak Vera lalu Satria mengambil kursi roda dan membantu Vera duduk dikursi roda tersebut.
Satria lalu mendorong Vera menuju taman rumah sakit,banyak juga tanaman bunga dan suasana yang asri membuat pasien betah di taman.
"Bagaimana Ver,seger kan udaranya,"Tanya Satria.
"Iya mas,terima kasih mas kamu selalu disini nemenin aku,"Ucap Vera.
"Iya sayang,aku sudah janji akan selalu ada buat kamu,"Satria duduk dibawah menghadap Vera dan memegang tanganya.
"Boleh aku bertanya mas,"Tanya Vera.
"Silahkan Ver,memangnya aku melarang kamu bertanya,"Jawab Satria sambil mencolek dagu Vera.
"Mass,"Vera cemberut.
"Haha jangan cemberut begitu nanti aku cium,"Bisik Satria yang membuat Vera melotot.
"Aku serius mas,"Vera mencubit Satria.
"Aduh sakit sayang,,,,ya silahkan kamu mau tanya apa Ver?"Pura pura kesakitan.
"Heii kamu bicara apa hemm,kamu lebih penting Ver aku menikah hanya untuk menuruti kemauan ayah dan ibu,kamu tahu waktu aku melakukan ijab pertama kali yang aku sebut itu nama kamu,"Cerita Satria.
"Bohong,pasti kalian juga udah malam pertama,"Jawab Vera.
"Vera sayang,aku belum pernah menyentuh Bonita wanita pertama yang aku sentuh itu kamu Ver bukan yang laen ataupun Bonita,"Satria menatap Vera.
"Masak mas,jadi aku wanita pertama yang kamu ajak berhubungan,"Vera tak percaya.
"Benar Vera,kamu wanita pertama yang aku sentuh dan kamu juga wanita kedua setelah aku terpuruk dulu,kamu yang membuatku jatuh cinta lagi setelah aku tidak percaya akan wanita,saat pertama aku melihatmu aku langsung tertarik sama kamu,saat aku tahu kamu sudah bersuami aku ingin menyerah dan pergi sebelum rasa ini semakin besar,"Jawab Satria menerawang ke masa lalu.
"Mas Satria maafkan aku,"Vera hanya bisa menangis tergugu.
"Hei kok nangis,sudah jangan bersedih aku tidak apa apa bisa melihatmu dalam keadaan baek saja aku sudah bahagia Ver,"Satria memeluk Vera.
Mereka saling berpelukan meluapkan kangen yang selama ini terpendam.Wisnu yang tiba dirumahnya dikejutkan dengan kedatangan Nindi.
"Hae sayang,apa kabar,"Ucap Nindi menyambut Wisnu.
__ADS_1
"Nindi,kamu kok disini bukanya kamu sendiri yang bilang jangan bertemu di tempat rame ini kan dirumah aku,"Tanya Wisnu dia terkejut dan langsung menarik Nindi ke dalam rumah.
"Husstt,disini aman sayang aku kangen sama kamu,"Bisik Nindi ditelinga Wisnu yang membuat Wisnu bergairah.
Tanpa aba aba Wisnu langsung melahab bibir merah Nindi,sudah lama dia juga memendam hasrat pada Nindi,dia terus ******* dan menyesap bibir Nindi,tak ketinggalan tangan Wisnu sudah bergerilya ke bukit kembar Nindi yang membuat Nindi semakin kelojotan dan terjadilah pergumulan panas dirumah Wisnu.
"Sayang kamu sudah mencari Vera,"Tanya Nindi yang masih bersandar pada dada bidang Wisnu.
"Belum sayang,tadi aku menyuruh Asistenku untuk mencari dia,aku malas bertemu dia Nin,"Wisnu memainkan rambut Nindi.
"Kamu ini gimana seh mas,kalau ibu mertua kamu curiga bagaimana?sandiwara kita belum berakhir tinggal selangkah lagi mas,akku udah enggak sabar ingin menikah sama kamu,"Rengek manja Nindi.
"Iya iya sayang,aku akan cari dia tapi satu lagi ya,"Wisnu mengedipkan sebelah matanya,dan terjadilah lagi hubungan terlarang mereka untuk yang ke dua kalinya.
Sore harinya Wisnu berkeliling mencari Nindi,dia menelusuri jalan yang biasanya Nindi lewati tak lupa juga Wisnu kerumah sahabat sahabat Vera salah satunya Nur,tetapi mereka juga tidak tahu keberadaan Vera hingga Wisnu berhenti di tempat kerja Vera dulu dan bertemu Rini.
"Mas Wisnu,"Sapa Rini.
"Eh Rini,apa kabar,"Tanya Wisnu.
"Baek mas,silahkan duduk dulu mas,mas sedang cari apa disini,"Tanya Rini dan mempersilahkan Wisnu duduk.
"Terimakasih Rin,aku mencari Vera sudah tiga hari tidak pulang,"Wisnu duduk dikursi yang disediakan Rini.
"Apaaa tiga hari mas,"Rini terkejut hingga berteriaak.
"Iya Rin,enggak usah teriak juga kali aku enggak budek,"Kesal Wisnu.
"Hehe maaf mas,reflek begitu,"Rini nyegir.
"Jangan jangan Vera pergi bersama Satria ya,bukanya Satria juga sudah tiga hari tidak pulang,"Batin Rini.
"Woiii malah bengong,kesambet loh,"Wisnu membentak Rini.
"Eh apa mas,enak saja aku lagi mikir aja jangan jangan Vera diculik,"Rini menopang dagu.
"Haha Rin,Rin siapa juga yang mau menculik Vera,cantik pas pasan dan juga sudah seperti nenek nenek banyak kerutan,"Jawab Wisnu sambil tertawa.
"Mulut kamu pedes banget mas,gitu gitu istri kamu loh makanya kasih duit biar perawatan dan cantik,diluar sana banyak loh yang bilang Vera cantik,"Jawab Rini tidak terima sahabatnya dikatain tua.
"Orang yang matanya buta kali Rin,udah lah aku mau lanjut cari Vera keburu Bisma menanyakan ibunya,"Wisnu berlalu pergi.
__ADS_1
Rini hanya mengelus dada dan geleng geleng kepala melihat kelakuan Wisnu,ada ya suami yang seperti itu?