
Wisnu telah sampai dirumahnya tetapi keadaan rumah masih gelap,Wisnu berfikir istrinya masih dirumah orang tuanya.Dia lalu membersihkan Bisma dan menyuruhnya istirahat tetapi Bisma selalu merengek mencari ibunya,Wisnu akan menelfon ibu mertuanya,tetapi ia urungkan merasa enggak enak dan akhirnya Wisnu datang menjemput istrinya bersama Bisma.
"Assalamualaikum bu,"Wisnu mengetuk pintu rumah ibu mertuanya sambil menggendong Bisma.
"Walaikumsalam,loh Wisnu mari masuk nak,"Bu Karina mempersilahkan menantunya masuk.
"Nenek,bunda mana Bisma mau bobok sama bunda enggak mau sama Ayah,"Bisma turun dari gendongan ayahnya dan menghampiri sang nenek.
"Loh kan tadi bunda pergi sama kamu nak,"Bu Karina nampak bingung.
"Vera tidak ada disini bu?"Tanya Wisnu kaget.
"Enggak ada Wis,tadi ibu arisan pulang arisan Vera dan Bisma sudah enggak ada,padahal ibu minta nunggu ibu dulu pulangnya,kalau Vera enggak sama kamu lalau kenapa Bisma bisa sama kamu?"Tanya Bu Karina.
"Tadi Bisma maen ditaman sama bunda nek,terus ketemu ayah sama tan,sama Gio bu kita keasikan ngobrol jadi Vera pergi duluan,"Wisnu memotong pembicaraan anaknya takut dia akan mengadu soal Nindi bisa gawat,batin Wisnu.
"Kalian enggak sedang berantem kan?"Tanya bu Karina penuh selidik.
"Enggak kok bu,kalau begitu kami pulang dulu ya bu,mungkin Vera sudah sampai dirumah,"Lalu Wisnu pamit pulang.
"Bisma enggak disini saja nak?"Bu Karina menggendong Bisma.
"Enggak nek Bisma pulang sama ayah saja,"Jawab Bisma.
"Ya sudah,kalian hati hati ya!"Bu Karina menciumi pipi gembul Bisma.
Wisnu lalu pulang setelah berpamitan pada ibunya,dia menjadi resah fikirannya kacau.
__ADS_1
"Kamu dimana Ver,maafkan aku yang menghiananti kamu,"Wisnu memukul setir mobilnya.
"Yah kita akan cari bunda ya,"Tanya Bisma dengan polosnya.
"Iya sayang kita akan cari bunda ya,Bisma tidur dulu saja nanti jika bunda pulang Bisma ayah bangunin,"Wisnu mengelus elus kepala anaknya dia merasa bersalah saat ini.
Wisnu melajukan mobilnya tanpa arah,dia tidak tahu harus mencari istrinya kemana,ponselnya juga tidak bisa dihubungi entah dia akan kemana,yang terpenting baginya Bisma tidur terlebih dahulu.
Sedangkan dilaen tempat Vera selesai menceritakan tentang suaminya yang bersama wanita laen,tak bisa disangkal jika Vera masih mencintai suaminya.
"Mbak,sebaiknya kamu pulang ini sudah malam,kasihan Bisma kalau mencari kamu bagaimana?"Satria membelai lembut rambut Vera.
"Aku males pulang mas,aku enggak mau ketemu dia,"Jawab Vera.
"Jangan begitu,Bisma gimana?kamu enggak kasihan sama dia?"Tanya Satria.
"Sayang dengar ya,jangan lari dari masalah selesaikan semuanya dengan kepala dingin,jangan jadikan alasan marah terus kamu enggak mau pulang sampai kapan kamu akan begini coba,Bisma kamu jadikan korban atas masalah kalian,aku antar ya pulang jangan sedih lagi,"Satria menasehati Vera lalu memeluknya juga menciuminya.
"Iya deh iya aku pulang,"Jawab Vera lalu merapikan pakainya dan mencuci muka.
Malam itu Vera diantar Satria,tetapi mereka menggunakan taksi Online takut Wisnu memergoki dirinya,taksi melaju menembus jalanan malam,Vera bersandar pada dada bidang Satria,rasanya enggan untuk pulang karena dirumah hanya kekecewaan dan kebohongan yang dia dapat.
Vera telah sampai dirumah,Wisnu juga baru tiba dirumah dia lebih dulu keluar dan menggendong Bisma,begitupun Vera dia juga keluar dari taksi dia tidak memperdulikan keberadaan Wisnu dia mendahului masuk karena Vera juga mempunyai kunci cadangan rumah mereka.
"Ver kamu dari mana saja jam segini baru pulang,Bisma rewel mencari kamu terus,"Wisnu menyusul Vera dibelakang.
"Apa peduli kamu,aku mau pulang atau tidak kamu enggak akan peduliin aku kan mas,kamu hanya enggak mau direpotkan Bisma kan,"Jawab Vera tanpa melihat suaminya.
__ADS_1
"Ver,aku sedang bicara bisakah kamu hargai aku dan duduk disini,"Bentak Wisnu yang otomatis membuat Bisma terbangun.
"Ayah,kenapa ayah marah marah bunda mana yah,"Bisma membuka matanya dan turun dari gendongan ayahnya,dia belum menyadari jika bundanya ada didepanya.
"Sayang Bisma,sini nak kita bobok lagi yuk,"Ajak Vera pada Bisma tanpa melihat ke arah suaminya.
"Bundaaa,"Bisma berlari menghampiri bundanya,Vera menggendongnya dan membawa ke dalam kamarnya.
"Aaarrggggghhhhhh,"Wisnu menjerit dan melempar semua barang yang ada dimeja setelah kepergian Vera dan Bisma.Entah bagaimana dia akan menjelaskan kepada Vera pada kenyatanya memang Wisnu masih mencintai Nindi.
Vera telah selesai menidurkan Bisma,dia menangis kembali menatap wajah anaknya yang begitu gemas dan polos.Karena keberadaanya mereka menikah tetapi Vera tidak menyesal telah memiliki Bisma,dia akan bercerita kepada ayahnya karena hanya ayahnya yang Vera percaya.
Pagi harinya seperti biasa Vera bangun pagi dan memasak untuk anak serta suaminya,meski dia sedang marahan tetapi Vera tidak melupakan kewajibanya sebagai seorang istri.Dia telah menyiapkan makanan di meja makan lalu memandikan Bisma dan menata bekalnya dia akan mengantar Bisma bersekolah.Vera berpapasan dengan Wisnu di depan sepertinya dia habis melakukan joging.
"Ayah Bisma berangkat sekolah dulu ya,"Pamit Bisma lalu mencium tangan ayahnya.
"Anak ayah pintar,sekolah yang rajin ya nak,"Wisnu mencium Bisma.
"Ayah bau aceem,"Bisma mengelap dan menutup hidungnya membuat Wisnu gemas pada anaknya.
"Pakai mobil aku aja Ver,"Wisnu menyodorkan kunci mobil pada Vera.
"Enggak terima kasih,"Jawab Vera ketus lalu mengajak Bisma berangkan dengan mengendarai sepeda motornya.
"Haaahhh,,sampai kapan kamu bersikap seperti ini Ver,"Gumam Wisnu.
Vera telah sampai disekolahan,Bisma sudah masuk dan bermain bersama temanya sedangkan Vera menyusul kedua sahabatnya dan mengobrol bersama.Dengan bersama kedua sahabatnya semua beban masalahnya menjadi teralihkan.
__ADS_1