Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 86


__ADS_3

Vera pamit pergi ke kamar,sedangkan bu Karina memberi kode Rafa jika dia ingin bertanya.Dia meminta menemani Bisma tidur dulu baru mereka akan ngobrol.


"Bisma sudah tidur Raf?"Tanya bu Karina.


"Iya bu sudah,ada apa bu kenapa mengajak aku bicara?"Jawab Rafa.


"Raf,kasihan kakak kamu kenapa kamu gak bantu mencari keberadaan Satria,sejujurnya mereka saling mencintai Raf,hanya keadaan yang mengharuskan mereka seperti ini,"Jelas Bu Karina.


"Iya bu Rafa ngerti,Rafa sudah tanya sama rekan rekan kerja ayah dulu tetapi mereka juga kehilangan jejak Satria seperti hilang ditelan bumi aja bu,tapi aku yakin mereka masih di kota ini,"Ucap Rafa.


"Sekarang hanya kamu yang bisa membantu kakak kamu Raf,ibu berharap sama kamu nak dulu ayah ayah kamu yang selalu berada disamping Vera semenjak ayah kamu meninggal Vera menjadi tertutup Raf,mungkin kamu bisa membuat dia lebih terbuka lagi,"Jawab Bu Karina.


"Iya bu pasti,aku akan bantu mbk Vera ibu jangan kawatir ya,"Ucap Rafa lalu memeluk ibunya.


Keesokan paginya seperti biasa Vera berangkat ke kantor setelah mengantar Bisma,hari ini Vera memilih naek taksi karena dia sedang malas menyetir.Saat perjalanan ke kantor Vera melihat penjual es krim dia menjadi teringat Satria karena setiap bersama Satria pasti membeli Es krim,Vera meminta sopir taksi untuk berhenti karena dia ingin membeli Es krim dulu.


"Bu,es krim coklatnya dua ya,"Ucap Vera pada penjual es krim.


"Ya mbak,ini mbak semuanya lima puluh ribu,"Ucap penjual es krim tersebut lalu Vera mengambil uang dan membayar es krimnya.


Saat tengah berjalan ke arah taksi Vera tersandung dan hampir saja jatuh tetapi ada laki laki yang menolongnya sehingga dia tidak jadi terjatuh.


"Te terima kasih mas,"Ucap Vera berbicara pada orang yang menolongnya tetapi belum melihat wajahnya.


"Kebiasaan ceroboh,laen kali hati hati,"Ucap Orang itu.


Deg


"Kaya suara mas Satria,"Ucap Vera dalam hati lalu menoleh ke orang itu.


"Maaf anda baek baek saja nona,"Ucap orang tersebut.


"I iya baek,terimakasih mas,maaf sudah merepotkan,"Ucap Vera kecewa karen ternyata orang itu bukan Satria.

__ADS_1


"Iya nona sama sama,laen kali hati hati nona,"Ucap orang itu.


"I iya mas,"Jawab Vera gugup


Saat Vera akan bertanya lagi ternyata orang itu sudah pergi.Vera mencari cari kemana orang itu pergi tetapi sudah tidak ada.


"Kemana orang tadi ya,cepet banget perginya,kok dia mirip banget sama mas Satria ya,tatapan mata sama suaranya benar benar mirip,"Gumam Vera.


"Mbak kita jadi pulang gak,"Ucap sopir taksi yang menyusul Vera.


"Eh iya pak,maaf ya pak lama,"Jawab Vera.


"Iya mbak gak apa apa,mari mbak maaf saya juga memburu waktu,"Jawab pak sopir taksi.


"Iya pak,maafkan saya kelamaan,"Ucap Vera lalu berjalan dibelakang sopir taksi tadi.


"Aduh Vera kamu apa apaan seh,bisa bisanya berfikir orang itu Satria,"Batin Vera.


"Dasar masih saja ceroboh Ver,kamu masih aja seperti dulu Ver,tunggu aku Ver aku pasti menemui kamu,aku akan selalu menjaga kamu Ver walau harus sembunyi dahulu,"Gumam Satria.


Vera masih saja memikirkan orang tadi,entah mengapa Vera yakin orang tadi Satria dia teramat Rindu dengan Satria.


"Mas,kamu dimana?aku kangen sama kamu kenapa disaat aku sudah sendiri kamu justru pergi ninggalin aku mas,"Ucap Vera memandang foto Satria diponselnya.


Saat tengah memandang foto Satria tiba tiba ponselnyaa berbunyi yang ternyata ada panggilan dari Rendra.


""Halo Ren,ada apa?"Tanya Vera.


"Halo Ver,apa kamu sibuk?"Tanya Rendra.


"Enggak Ren,aku sudah dirumah tumben kamu hubungi aku?"Tanya Vera.


"Iya,emang gak boleh ya? kalau gak boleh aku matiin aja"Tanya Rendra lagi

__ADS_1


"Boleh kok Ren,gitu aja ngambek,"Canda Vera.


"Haha gak lah Ver,memangnya kamu suka ngambekan,"Ucap Rendra.


"Enak aja gak ya aku gak suka ngambek,"Jawab Vera.


"Iya ,iya gak suka ngambek tapi gak usah manyun gitu napa,cantiknya ilang lo,"Rayu Rendra.


"Rendraaaaaa,"Teriak Vera dalam ponsel.


"Iya Vera,enggak usah teriak juga kali,aku enggak budek hahah,"Jawab Rendra sambil tertawa.


"Kalau tlf hanya meledek aku matiin nih,"Ancam Vera.


"Eh jangan dong,ya,ya maaf,oh ya kamu nanti malam ada acara gak?"Tanya Rendra.


"Emm gak ada kayaknya,"Jawab Vera.


"Kok kayaknya seh Ver,aku serius ne tanya,"Ucap Rendra.


"Hehe iya aku enggak ada acara emang ada apa Ren?"Tanya Vera.


"Kita makan malam yuk,ajak Bisma juga mau gak?"Tanya Rendra.


"Boleh deh,jam berapa?"Tanya Vera.


"Aku jemput jam tujuh ya,"Ucap Rendra.


"Oke siap,"Jawab Vera.


Setelah ngobrol ngalor ngidul dan mereka akan janjian nanti malam Vera lalu mematikan ponselnya dia bergegas mandi setelah itu akan memeberi kabar pada Bisma semoga Bisma mau diajak makan bersama Rendra.


Bisma sangat senang dengan ajakan ibunya karena setelah sakit Bisma belum pernah keluar rumah,dan hari ini dia diajak bundanya makan bersama.Rafa sejujurnya tidak suka dengan Rendra apa lagi dekat dekat dengan kakaknya dia sudah punya firasat jika Rendra bukan laki laki yang baek.

__ADS_1


__ADS_2