
Wisnu setiap hari dibuat pusing oleh keinginan Nindi,setiap hari selalu ada saja yang diminta yang kadang Wisnu kesulitan memenuhinya.Seperti hari ini Nindi meminta masakan padang dan ternyata warung padang yang dituju telah tutup.
"Ya Ampun aku harus cari kemana masakan padang yang sama rasa dengan ini,"Gumam Wisnu sambil menyugar rambutnya kasar.
"Kenapa kamu Wis,pagi pagi muka udah kusut aja,"Tanya Jodi.
"Itu si Nindi Jo,diaa minta nasi padang yang dipojok tapi tutup,aku mau cariin yang laen dia gak mau,maunya makanan itu,"Jawab Wisnu.
"Hahah kasian amat kamu Wis,perasaan orang ngidam gak gitu amat deh Wis,"Ucap Jo.
"Ya dulu Vera juga gak seperti ini,kadang juga nyidam pengen sesuatu tapi gak setiap hari setiap saat,"Jawab Wisnu.
"Setiap orang kan beda beda Wis,jangan samakan sama Vera juga dia memang wanita mandiri ko,"Jelas Jo yang mendapat tatapan tajam dari Wisnu.
"Kenapa kamu lihatin aku begitu,aku masih normal ya,"Ucap Jo sambil bergidik ngeri.
"Sialan lo,aku juga normal kali,ngapain tadi kamu muji muji Vera?"Tanya Wisnu
"Loh kenapa?Vera kan janda dan memang benar dia mandiri,pekerja keras,dan tambah cantik,"Ucap Jo sengaja memanas manasi Wisnu.
"Jodiiiii mau aku kamu pecat,"Kesal Wisnu.
"Hahahahaha cemburu ni yeeeee belum rela ya Vera dimiliki orang laen,"Ledek Jo
__ADS_1
"Bisa diam gak kamu,"Jawab Wisnu semakin marah lalu Jodi pergi meninggalkan Wisnu yang kesal.
"Dasar Jodi sialan tambah bikin moodku berantakan haaaaah,"Gumam Wisnu sambil menutup muka.
Hari yang ditunggu tunggu Vera akhirnya tiba yaitu malam minggu dia akan makan bersama keluarga dan juga asisten Jodi untuk merayakan keberhasilan Vera,semua keluarga sudah siap siap dan akan berangkat tinggal menunggu tempat yang belum diberi tahu oleh Jodi.
"Masyaalah anak ibu cantik sekali,udah kayak anak gadis aja,"Puji bu Karina.
"Isshh ibu apaan seh,ngledek ya?"Jawab Vera
"Benar sayang,kamu cantik banget tanya aja sama yang laen,"Ucap Bu Karina.
"Iya bunda cantik banget,"Ucap Bisma
"Mbak sudah tahu alamatnya dimana?"Tanya Rafa
"Udah dong dek,yuk berangkat kamu yang nyetir ya dek,"Ucap Vera lalu menyerahkan kunci mobilnya kepada Rafa
"Baik tuan putri,"Jawab Rafa sambil meledek kakaknya.
Mereka akhirnya berangkat dengan Rafa yang menjadi sopir malam itu,di dalam mobil mereka saling bercanda gurau hingga tak terasa sudah sampai ditempat yang sudah disiapkan Jo.
"Mbak kita sudah sampai,benar ini kan tempatnya?"Tanya Rafa
__ADS_1
"Iya dek,tapi kok sepi ya apa salah ngasih alamat ya Jo,"Jawab Vera
"Coba kamu lihat lagi nak,"Ucap Bi Karina
"Bener ko bu,ini tempatnya coba deh Raf kamu lihat sama kan alamat sama tempatnya,"Ucap Vera
"Iya mbak sama persis,coba deh kita kesana dan masuk dulu mbak,"Saran Rafa.
Mereka lalu masuk sampai didalam memang sepi,bahkan pelayan saja tidak ada,Vera berusaha menghubungi Jo tetapi tidak bisa sampai Vera putus asa dan mengajak keluarganya pulang,saat Vera berbalik dia mendapat kejuta ,lampu menyala terang dan banyak bunga bertaburan dan juga ada spanduk yang memberi ucapan selamat.
"Aaaaaaa,masya allah,indah banget siapa yang nyiapain ini semua,"Gumam Vera
"Aku yang siapkan semuanya,,gimana kamu suka?"Tanya Jodi muncul didepan Vera
"Suka banget Jo,makasih ya Jo pakai repot repot kayak gini segala,"Jawab Vera
"Gak masalah,sekali kali menyenangkan mantan istri bos,"Ledek Jo yang mendapat pelototan dari Vera semua yang ada disitu tertawa.
Mereka akhirnya makan bersama sambil diselingi candaan terutama Bisma yang sangat pandai berbicara membuat semuanya bisa tertawa.Bagi Vera melihat anaknya bisa tertawa selepas ini sudah merupakan kebahagiaan tersendiri untuknya.Walau tanpa sosok ayah Bisma tetap bahagia sekarang.
"Coba aja Satria ada disini,"Batin Vera.
Vera pamit kebelakang setiap mengingat Satria hatinya sakit sampai sekarang dia belum bisa melupakan Satria.Dia masih sangat berharap bisa bertemu Satria kembali.
__ADS_1