
"Auh pelan pelan Ver perih,"Ucap Rendra.
"Eh sori Ren,perih ya ini aku dah pelan pelan kok,Tahan bentar ya,"Ucap Vera.
"Heleh,cowok baru segitu aja udah kesakitan,"Ledek Rafa.
"Dek diem deh,gak lihat muka Rendra sampai kayak gini,"Jawab Vera.
"Bela aja terus mbak,tauk ah mau jalan,"Jawab Rafa nyelonong gitu aja.
"Ver,adek kamu kayaknya gak suka ya sama aku,"Tanya Rendra.
"Ahh perasaan kamu aja Ren,dia emang gitu kalau aku perhatian sama orang laen di depan dia pasti cemburu,"Jawab Vera.
"Masak seh Ver,tapi kelihatan banget gak suka lo,"Jawab Rendra.
"Udah ah jangan diambil hati omongan Rafa maafin adek aku yah,"Ucap Vera
Rendra memegang tangan Vera saat mengompres pipi Rendra untuk sesaat mereka saling tatap,Rendra semakin mendekat dia ingin mencium Vera,Vera yang sadar akan arah Rendra lalu menjauh.
"Eemm Ren udah dulu ya kamu kompres sendiri dulu,aku buatin Teh dulu,"Ucap Vera lalu menyerahkan kompres ke Rendra.
"Eh,iya Ver maaf,"Ucap Rendra gugup
"Iya,"Vera lalu melangkah ke dapur.
"Aahh sial,gagal lagi sabar Ren,Vera pasti luluh sama kamu,"Batin Rendra.
Hari ini adalah jadwal Vera untuk meting bersama perusahaan Global,dia sudah rapi dan bersiap siap akan berangkat ke kantor urusan Bisma dia serahkan kepada Ibunya juga Rafa.
__ADS_1
"Pagi nona Vera,tambah cantik aja sekarang,"Sapa Jodi yang sudah hadir dikantoe Vera.
"Jodi,ya ampun lama kita gak bertemu ya,terakhir dirumah sakit kan?"Tanya Vera lalu memghampiri Jodi.
"Betul Nona Vera,"Jawab Jodi sambil tertawa.
"Kebiasaan kamu Jo,panggil Vera aja kenapa,sebel deh,"Kesal Vera dan hanya ditertawakan oleh Jodi.
Mereka lalu menuju ruangan Vera bersama Jodi karena meting kali ini Jodi ikut serta dididalamnya.Sekitar satu jam mereka meting bersama dan perusahaan Vera berhasil bekerja sama dengan Perusahaan Global dalam bidang pembangunan mall terbesar di kota C.
"Alhamdulilah ya Jo,kita berhasil lagi,"Ucap Vera
"Iya Ver,rezeki Bisma ini mah,"Jawab Jo.
"Ver,"Panggil Jo
"Apa kamu sudah bertemu Satria?maaf kalau aku lancang,"Ucap Jo.
"Belum Jo,gak apa apa ko,toh aku juga sudah janda kan,"Jawab Vera
"Yah betul,janda semakin di depan,"Canda Jo.
"Hahaha sialan kamu Jo,"Jawab Vera lalu memukul Jo.
"Hahaha aduh ampun sakit Ver,"Jawab Jo.
"Syukrin,neh rasain ne salah siapa ngledek aku hem,"Vera masih terus memukul Jo.
"Ya ya enggak lagi deh,jandanya agresif banget haha,"Jawab Jo justru semakin membuat Vera semakin kencang memukul Jo.
__ADS_1
"Joddiiiiii apa kamu bilang,,"Teriak Vera
"Gak tuan putri,Vera tambah cantik,"Ucap Jo lalu memegang tangan Vera mereka menjadi salah tingkah sendiri.
"Ihh kamu Jo,nyebelin tauk,"Ucap Vera.
"Sori,sori gitu aja ngambek,eh gimana untuk ngrayain keberhasilan kamu kita makan bareng yuk,kamu mau gak?ajak keluarga kamu juga giman?"Usul Jodi.
"Emm ide bagus Jo,aku setuju lalu kapan dan dimana?"Tanya Vera semangat.
"Malam minggu aja gimana Bisma kan juga libur tuh,soal tempat biar aku yang cariin gimana?"Tanya Jo.
"Oke deal aku setuju Jo,"Jawab Vera.
Jodi lupa akan membiacarakan soal Satria karena mereka asik bercanda sendiri.Mereka lalu ngobrol tentang perusahaan dan materi yang akan diserahkan kepada rekan kerja mereka.Sampai saat ini Wisnu tidak tahu jika Vera memiliki perusahaan yang dulunya diberi oleh ayahnya,Jodi melarang Vera memberitahu Wisnu biarlah ini menjadi rahasia mereka.Wisnu juga tidak tahu jika Jodi sering bertemu Vera.
Vera menceritakan keberhasilanya pada Rafa juga ibunya mereka senang mendengar berita bahagia ini.
"Sayang selamat ya,semoga kedepan lancar nak,"Ucap Bu Karina
"Iya bu aamiin,semua juga berkat doa ibu,seandainya aja ayah masih ada pasti ayah bangga sama aku bu,"Ucap Vera lalu menangis.
"Huss jangan nangis dong,ayah pasti bangga melihat anaknya sukses,ayah pasti melihat kita nak,"Jawab Bu Karina lalu memeluk Vera.
"Selamat ya mbak,udah dong jangan sedih sedih ini kan berita bahagia,"Ucap Rafa.
"Hehe iya dek,mbak bahagia ko,"Jawab Vera lalu tersenyum.
Vera lalu membicarakan Niat Jodi kepada adek juga ibunya mereka menyambut dengan baek dan bahagia,sekalian syukuran atas keberhasilan Vera.
__ADS_1