Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 81


__ADS_3

"Dasar laki laki Brengsek,tidak tahu diri,laki laki tidak bertanggung jawab,"Rafa memukuli Wisnu dengan brutal.


"Rafa,apa apaan kamu,maen pukul saja,"Ganya Wisnu membalas Rafa dengan satu pukulan diperutnya.


"Mbak Vera dari tadi menghubungi kamu tetapi tidak bisa dan ternyata kamu malah enak enakan sama perempuan disini,"Bentak Rafa.


"Buat apa Vera cari aku,kalau hanya menanyakan soal tanda tangan aku pasti akan mendatanganinya tidak perlu repot repot mencari aku,"Jawab Wisnu yang membuat Rafa memuncak dan langsung memukulinya hingga babak belur,sampai satpam melerai mereka.


"Hentikan ini rumah sakit,jangan berkelahai jika ingin berkelahi sana dilapangan,mengganggu pasien saja,"Ucap pak satpam.


"Dia yang mulai memukuli saya pak,"Jelas Wisnu.


"Dia laki laki kurang ajar pak,tidak bertanggung jawab dan menelantarkan anak juga istrinya,"Bela Rafa.


"Hentikan,cukup apapun itu masalah kalian selesaikan dengan baek jangan ribut dan berantem,"Jelas pak satpam lagi.


"Tidak perlu tarik tarik saya pak,aku akan keluar,tapi aku masih ada perlu dengan mantan kakak ipar saya dulu,"Jawab Rafa.


"Baik,aku kasih kesempatan jangan berantem lagi,jika masih berantem saya akan membawa kalian ke kantor polisi,"Ancam pak Satpam.


"Baik pak,"Jawab Rafa.


"Aku tidak akan berlama lama lagi,asal kamu tahu anak kamu sedang sakit serius,Vera berkali kali menghubungi kamu tetapi kamu tidak bisa yang tahunya disini,"Jawab Rafa sambil melirik Nindi.


"Maksud kamu apa Raf,Bisma kenapa?"Tanya Wisnu.


"Bukanya kamu tidak perduli kan,jadi buat apa aku kasih tahu permisi,"Jawab Rafa lalu meninggalkan Wisnu.


"Rafa Tunggu,Bisma dimana?Rafa?"Teriak Wisnu tetapi tidak digubris oleh Rafa.


"Aaaaarrgggghhhh,Bisma maafkan ayah nak,"Wisnu luruh ke lantai dan menangis.

__ADS_1


"Mas,kenapa kamu enggak buka ponsel kamu jika Vera hubungi kamu pasti dia chat kamu,"Ucap Nindi memberi saran dia juga calon ibu,sejahat jahatnya Nindi dia juga tidak tega mendengar Bisma sakit.


Wisnu buru buru menghidupkan ponselnya dan ternyata benar banyak sekali panggilan dan juga Chat masuk dia lalu membuka Chat Vera,ternyata Bisma dirawat dirumah sakit yang sama dengan Nindi.Wisnu buru buru mencari keberadaan Bisma tetapi dia pamit terlebih dahulu dengan Nindi.


"Makasih Nin saran kamu,Bisma dirawat disini juga,aku pamit mau melihat keadaan dia kamu enggak apa apa kan aku tinggal dulu,Rendra juga pasti datang sebentar lagi,"Ucap Wisnu


"Baiklah mas,yang sabar ya mas?"Jawab Nindi.


"Iya,kamu istirahat ya,"Ucap Wisnu mengelus kepala Nindi.


Diruang perawatan Bisma dia tertidur tetapi selalu menyebut nama ayahnya,Vera menitikkan aer mata,Bu Karina menguatkan Vera walau dirinya juga sedih.Wisnu datang tetapi dihadang oleh Rafa.


"Ngapai kamu kesini?"Tanya Rafa


"Aku ingin melihat Bisma tolong ijinkan aku masuk,"Jawab Wisnu.


"Enggak Bisma enggak butuh kamu,dia sudah ada aku juga ibunya dan neneknya,"Jawab Rafa.


"Rafa cukup,sudah ijinkan dia masuk,"Ucap Vera.


"Tapi mbak,dia sudah menyakiti kalian dan tadi dia sedang bermesraan dengan wanita laen disini makanya ponselnya dimatiin,"Jawab Rafa.


"Sudahlah Raf,untuk kali ini saja biarkan dia menemui anaknya,Bisma selalu panggil nama ayahnya,"Jelas Vera dan Rafa hanya bisa diam dan mengalah membiarkan Wisnu masuk.Bu Karina yang melihat kedatangan Wisnu lalu keluar setelah berbasa basi sebentar.


"Bisma,nak ini ayah,bangun nak ayah disini?"Ucap Wisnu sedih melihat anaknya terbaring lemah dengan alat alat medis ditubuhnya.


"A ayah,"Ucap Bisma Lirih,Bisma terbangun dari tidurnya karena sentuhan ayahnya.


"Iya sayang,ini ayah nak,apa yang Bisma rasakan?"Tanya Wisnu sambil memegang tangan anaknya.


"Aku mau ayah disini,"Jawab Bisma lirih.

__ADS_1


"Iya nak ayah disini,ayah enggak akan meninggalkan Bisma lagi,"Jawab Wisnu memeluk ayahnya.


Vera yang melihat komunikasi ayah dan anak itu ikut meneteskan aer mata,dia menjadi bimbang haruskah dia melanjutkan sidang perceraianya atau tetap bertahan dan memberi kesempatan sekali lagi pada Wisnu,tetapi dia juga sudah terlanjur sakit.


Vera keluar,dia ingin menenangkan fikiran selagi Bisma bersama Wisnu,dia berjalan ke arah taman dan duduk disana,tatapan dia tertuju ke pasangan yang sedang bermain dengan gembira,seandainya tidak ada orang ketiga rumah tangganya pasti seperti mereka,batin Vera.Saat tengah melamun dia dikagetkan dengan kehadiran Rendra.


"Vera,kamu ngapai disini siapa yang sakit,"Tanya Rendra.


"Rendra,kamu sendiri ngapai,"Balik Tanya.


"Ye orang nanya jawab dulu neng,jangan balik bertanya,"Jawab Vera kesal .


"Ya jenguk oramg sakit lah Ver,masak liburan,"Jawab Rendra dengan santainya.


"Iya tahu,ihh kamu nyebeliin deh Ren,"Ucap Vera.


"Haha ya ya maaf calon janda cantik,"Goda Vera yang membuatnya tertawa.


"Nah gitu dong ketawa jangan sedih teruus kamu cantik,"Jawab Rendra menatap Vera.


"Kamu ngapain seh lihat aku gitu banget,"Ucap Vera malu di tatap Rendra.


"Dari jaman SMP sampai sekarang kamu tetap aja cantik Ver,"Jawab Rendra.


"Ihh gombal apaan seh,eemm aku balik dulu ya Ren takut Bisma nyari aku,"Ucap Vera.


"Bisma sakit Ver?"Tanya Rendra.


"Iya Ren,dia terkena infeksi paru,"Jawab Vera lesu.


"Ya Ampuun,kamu yang sabar ya Ver,"Jawab Rendra dan hanya diangguki oleh Vera.

__ADS_1


Akhirnya Vera pamit kembali ke ruamg perawatan Bisma,dia takut Bisma kenapa napa dan untungnya Bisma masih asik bermain dengan Wisnu.


__ADS_2