
"Ya Alah Ver,aku mencari kamu kemana mana ternyata kamu disini,kenapa kamu meninggalkan aku,"Jo menemukan Vera didalam taman sendirian mendengar suara Jo Veraa buru buru menghapus aer matanya.
"Eh sori Jo,tadi tiba tiba pusing kepalaku jadi aku memilih keluar mencari obat,"Alasan Vera.
"Lalu kamu beli obat dimana malam malam begini,"Tanya Jo nampak kawatir.
"Tuh disana ada toko buka,"Vera menunjuk sebuah toko yang masih buka.
"Ya sudah kita pulang saja ya,"Ajak Jo.
Mereka akhirnya pulang bersama setibanya dirumah mereka dikejutkan dengan kedatangan Wisnu,Wisnu yang tahu Jo pergi bersama Vera marah marah dan memukul Jo.
"Brengsek kamu Jo,aku meminta kamu mencari Vera dan ternyata kamu justru pergi bersamanya,ada hubungan apa kalian,"Wisnu menghampiri Jo lalu memukul wajahnya hingga berdarah.
"Aaaaa hentikan mas,Jo tidak bersalah aku bertemu dia dijalan dan dia mengantarkan aku pulang,"Teriak Vera sambil menahan Wisnu yang akan memukul Jo lagi.
"Bagus ya kamu,kemana saja kamu selama ini hah,pergi dari rumah tanpa pamit dan sekarang pulang pulang bersama laki laki laen,istri macam apa kamu,"Bentak Wisnu.
Banyak para tetangga yang keluar memperhatikan pertengkaran mereka.
"Cukup mas,kamu sendiri yang menginginkan aku pergi dan tidak kembali kan,bukanya kamu justru senang kalau aku tidak ada karena bisa berdua duaan dengan selingkuhan kamu,"Jawab Vera tak mau kalah.
"Berani nglawan ya kamu sekarang,"Wisnu akan menampar Vera tetapi tanganya dicekal Jo.
"Jangan maen kasar dengan perempuan tuan,"Ucap Jo memegang tangan Wisnu.
Bu Karina yang mendengar ada keributan diluar lalu melihat ke halaman,dia nampak terkejut dengan keadaan diluar yang sudah banyak para tetangga menguping dan melihatnya.
"Apa apaan kalian ini,jika bertamu yang sopan ini dirumah orang,dan kamu Ver masuk kedalam tidak baek bertengkar diluar rumah,"Bentak bu Karina lalu mereka masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Eh ibu ibu itu si Vera kok jadi ganjen seh sekarang,pantas saja dia sering menginap disini ternyata punya selingkuhan,"Ucap ibu ibu yang suka bergosip sebut saja bu Ida.
"Iya ya bu,tampangnya saja baek,polos ehh gak tahunya tukang selingkuh,"Saut bu Ambar.
"Hussstt sudah bu ibu jangan suka suudzon dulu kita enggak tahu apa permasalahan mereka jangan suka menuduh dan memfitnah,"Jawab Bu Surti lalu mereka membubarkan diri masing masing.
Begitulah bisik bisik para tetangga bu Karina,dan semua itu tidak luput dari perhatian Satria,ternyata Satria menyusul dan mengikuti Vera,dia menjadi merasa bersalah dalam hal ini,tadinya dia ingin menjelaskan sesuatu kepada Vera tidak tahunya justru ada Wisnu dan satu lagi laki laki entah itu siapa yang membuat Satria cemburu.
Di dalam rumah Bu Karina melotot kepada ketiga orang tersebut,dia amat terkejut dengan keadaan barusan untungnya Bisma tidak ada dirumah.
"Vera,jelaskan pada ibu ada apa ini sebenarnya,"Tanya Bu Karina marah.
"Maafkan Vera bu jika sudah membuat ibu malu,ini salah Vera,"Jawab Vera menunduk.
"Didik anak ibu biar menjadi istri baek tidak keluyuran hingga tidak pulang semingguaan ini,"Ucap Wisnu yang membuat bu Karina shock.
"Sebelumnya saya minta maaf bu,saya ini asisten alamrhum pak Santo saya ditugaskan untuk mengawasi dan membantu mengelola perusahaan beliau,sampai pada akhirnya tuan Wisnu mau bekerja diperusahaan,beberapa hari yang lalu tuan Wisnu meminta bantuan untuk mencari nona Vera yang tidak pulang kerumah,dan tadi saya melihat nona Vera berada ditaman dan membawanya kesini karenaa nona Vera tidak mau saya antar kerumahnya,"Jelas Jo dia terpaksa berbohong agar masalah tidak bertambah lebar.
"Halah kamu pembohong Jo,kenapa kamu tidak menghubungi saya dulu jika bertemu Vera,Tanya Wisnu.
"Buka ponsel anda tuan,saya sudah menghubungi anda berkali kali tetapi tidak ada tanggapan,"Jawab Jo untungnya Jo sempat beberapa kali menelfon Wisnu dia akan menanyakan soal proyek bukan Vera,Wisnu kalah telak dia terdiam tidak bisa menjawab apa apa.
"Ahhh kamu sama saja dengan Vera,"Wisnu masuk kedalam kamar.
"Maafkan ibu nak sudah curiga sama kamu,"Ucap Bu Karina merasa bersalah.
"Tidak apa apa bu,kalau begitu saya permisi ya bu,"Pamit Jo lalu keluar Vera masih diam dengan aer mata mengalir,Jo sebenarnya tidak tega melihat Vera dari dulu hanya tersakiti saja.
"Bu,Vera ingin berpisah saja dengan mas Wisnu,"Ucap Vera tiba tiba dengan menangis sesenggukan dan memeluk ibunya.
__ADS_1
"Sebenarnya ada apa nak,"Tanya bu Karina.
Lalu Vera menceritakan semuanya kepada ibunya,ibunya amat terkejut pasalnya selama ini rumah tangga mereka nampak baek baek saja,setelah kejadian dulu.Wisnu memang tidak bisa berubah,Vera menyerah dia akan mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama dan dia akan menyerahkan semua aset dan harta ayah mertuanya kepada Wisnu,dia akan berjuang sendiri membesarkan anak semata wayangnya Bisma.
Vera menyusul Wisnu ke kamarnya,dia ingin segera berbicara kepada Wisnu,dia benar benar sudah lelah dengan keadaan rumah tangganya.Bu Karina sudah mendukung apapun itu keputusan anaknya asal itu membuatnya bahagia.
"Besak aku akan mengajukan gugatan cerai mas,"Vera mulai berbicara pada Wisnu yang membuat dia kaget.
"Apa apaan kamu Ver,"Tanya Wisnu.
"Aku serius mas,aku sudah tidak tahan dengan perlakuan kamu,kamu tidak bahagia sama aku mas,lebih baek kita berpisah dan carilah kebahagiaan kamu,kamu tenang saja perusahaan ayah akan aku kembalikan sama kamu,aku tidak akan mengambil sepersen pun,"Ucap Vera dan Wisnu tersenyum penuh arti.
"Baiklah,itu sepertinya bagus kamu memang tak pantas bersanding denganku kalau bukan karena kamu hamil duluan aku tidak akan menikahi kamu,"Jawab Wisnu lalu beranjak pergi.
"Oh ya satu lagi soal biaya sekolah Bisma aku akan membantu anakku agar pintar sepertiku,"Ucap Wisnu sebelum pergi meninggalkan rumah Vera dan ibunya.
Vera terduduk lemah,dia tidak menyangka pernikahan yang dia idam idamkan akan hancur"Kenapa kamu jahat mas sama aku,kamu bilang cinta sama aku,akan membahagiakan aku nyatanya kamu pembohong aaaaaaaa,"Teriak Vera dia benar benar kacau.
Vera seharian mengurung diri dikamar,bu Karina dan Bisma sudah berusaha membujuk Vera agar keluar kamar tetapi tidak kunjung keluar,Bu Karina yang kawatir akhirnya memanggil Al mantan kekasih Vera untuk mendobrak pintu kamar Vera karena dipanggil beberapa kali tidak menyahut.
"Al,tolong tante bisakah kamu kerumah tante,"Bu Karina sudah berada dirumah Alvaro.
"Iya tante ada apa?Kenapa tante begitu kawatir,"Tanya Al yang menghampiri Bu Karina.
"Itu Al Vera mengurung diri dikamar sejak semalam saampai sekarang,tadi pagi tante sudah menyuruhnya makan tetapi tidak mau,dan tadi tante panggil panggil sambil gedor pintu tidak ada sahutan,"Cerita bu Karina.
"Baiklah tante ayo segera kesana,"Ajak Al dia juga nampak kawatir.
Bu Karina dan Al bergegas menuju rumah bu Karina,mereka sangat kawatir dengan keadaan Vera,Al lalu ditunjukkan kamar Vera dan bersiap siap akan mendobrak kamar Vera,tiga kali mendobrak akhirnya pintu terbuka dan betapa kagetnya Al melihat Vera tergeletak dengan bersimbah darah,bu Karina histeris tanpa berfikir lagi Al membawa Vera kerumah sakit.
__ADS_1