
"Siapa ya yang memberi bunga ini,yang tahu aku suka mawar putih hanya Satria,apa mungkin Satria disini,"Gumam Vera lalu berdiri dan mencari cari keberadaan Satria tetapi tidak ada.
"Huh,apa hanya perasaanku saja ya,"Gumam Vera yang tidak menemukan Satria.
"Mas,aku kangen sama kamu,gimana kabar kamu mas?Apa kamu tidak merindukan aku,"Gumam Vera sambil mencium bunga mawar tersebut.
Sedangkan disalah satu sudut taman berdiri seorang laki laki yang menatap sendu Vera,ingin sekali laki laki itu keluar dan memeluk Vera tetapi dia belum berani menemuinya jika misinya belum berhasil.
"Sabar Ver,suatu hari nanti aku pasti akan menemui kamu dan menikahi kamu seperti janjiku padamu,"Ucap orang tersebut.
Vera akhirnya pulang kerumah karena hari sudah sore,sampai dirumah ternyata Bisma sudah menunggunya.
"Sayang tumben nak kamu disini,apa sudah ngerjain PRnya?"Tanya Vera
"Udah bun,bunda aku kangen ayah,"Ucap Bisma.
"Bisma enggak tlf ayah aja,"Tanya Vera
"Enggak diangkat Bun,kita kerumah ayah yuk Bun?"Ajak Bisma.
"Bisma sama om Rafa aja ya kesananya ini kan sudah malam,"Ucap Vera.
"Enggak mau,aku maunya sama Bunda ayo bun kesana,"Rengek Bisma.
"Ajaklah Ver,sebentar saja menemui ayahnya sana,"Jawab Bu Karina yang datang dari dapur
"Tapi bu,aku malas bertemu Nindi,"Ucap Vera
"Nak,apa kamu enggak kasihan pada Bisma dia juga rindu ayahnya,antarlah Ver kesana kamu buruan mandi sana ajak Rafa biar dia yang antar kamu,"Nasehat Bu Karina
"Baiklah bu,"Jawab Vera pada akhirnya
"Bisma tunggu dulu ya,bunda mau mandi dulu,"Ucap Vera
"Horeeeee,oke bun siap,"Jawab Bisma sambil Hormat.
Vera hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan anaknya,dia lalu bergegas mandi dan berganti pakaian tetapi sebelumnya dia sudah menghubungi Wisnu jika dia ingin kerumahnya karena Bisma merindukan dia.
Malam itu Vera akhirnya mengantar Bisma kerumah Wisnu,butuh waktu dua puluh menit untuk sampai disana,dia menyetir sendiri karena kalau Rafa ikut takutnya justru berantem karena Vera taahu Rafa masih sangat kesal dengan Wisnu.
__ADS_1
Tok tok
"Assalamualaikum,"Ucap Vera sambil mengetuk pintu.
"Walaikumsalam,eh kamu Ver ngapain kamu kesini?"Tanya Nindi karena yang membukakan pintu Nindi
"Aku hanya mengantar Bisma kesini karena dia merindukan ayahnya,"Jawab Vera
"Halah bilang saja kamu yang rindu suamiku,besak kan Bisa gak harus malam malam begini,"Jelas Nindi sewot
"Kamu lupa jika suamimu itu bekas suami saya,dan maaf saya tidak pernah sedikitpun merindukan suami anda,"Jawab Vera yang membuat Nindi kesal lalu Wisnu muncul dari belakang.
"Loh kok diluar seh sayang,sini nak masuk,"Ucap Wisnu
"Ayah,Bisma kangen ayah tadi mau masuk gak boleh sama tante Nindi,"Jawab Bisma dengan polosnya
"Eh siapa yang gak bolehin,"Ucap Nindi gugup
"Nin dia anak aku,jadi mau kapanpun dia kesini itu hak dia,"Jawab Wisnu
"Nindi fikir aku yang kangen kamu mas,"Jawab Vera dengan entengnya.
"Tidak terima kasih aku hanya mengantar Bisma,ajaklah dia bermain sana biar dia puas kangen kangenanya sama kamu,aku tunggu disini nanti kalau aku ikut masuk ada yang kebakaran jenggot lagi,"Ucap Vera sambil melirik Nindi.
"Tapi diluar dingin lo Ver,"Ucap Wisnu.
"Kamu ngapain seh mas perhatiin dia,biarin aja dia diluar,"Ucap Nindi dengan Sewot dan tidak ditanggapi oleh Wisnu maupun Vera.
Wisnu lalu mengajak Bisma bermain,sedangkan Nindi yang kesal masuk ke kamarnya hanya Vera yang duduk diteras sendirian,saat tengah bermain ponsel ada salah satu tetangga yang melihat Vera sendirian menghampirinya.
"Eh mbak Vera,tadi saya kira siapa?kok sendirian seh disini,"Tanya orang itu sebut saja bu Sri
"Malam bu Sri,dikira setan jangan jangan bu,haha bu Sri darimana?"Tanya Vera sambil tertawa
"Dari arisan mbak Vera,kok sendirian to mbak malam malam,"Tanya Bu Sri
"Iya bu saya hanya mengantar Bisma saja,"Jawab Vera
"Oh begitu,enggak ada mbak Vera komplek ini sepi mbak,istri pak Wisnu yang sekarang sombong,gak pernah bergaul,"Ucap Bi Sri
__ADS_1
"Haha masak seh bu,nanti ibu ibu saja yang sensi,"Canda Vera
"Ya tidak lah mbak,dia tidak seperti mbak Vera dan kerjaanya setiap hari hanya marah marah saja,"Jelas Bu Sri
"Husst jangan kenceng kenceng bu nanti denger,"Ucap Vera sambil menaruh jari telunjuknya di bibir.
Mereka justru mengobrol bersama hingga Bisma sudah puas kangen kangenan bersama ayahnya,Pukul sepuluh Vera pulang bersama Bisma,dia mau diantar Wisnu tetapi Vera menolaknya dia tidak mau terjadi salah paham dengan Nindi.
Ditempat laen tepatnya disebuah rumah yang sederhana tinggal seorang bayi dan wanita yang hanya duduk dan menatap kosong kedepan,ya dia adalah ibu Satria bu Wati dan anak dari Bonita yang dia beri nama Klara.
Bu Wati mengalami depresi semenjak ditinggal meninggal ayah Satria,dan sekarang Satria mengurus bayi juga ibunya.
"Bu hari ini Satria bertemu dia,dia sangat sedih bu ingin sekali Satria menemui dan memeluknya,tetapi belum bisa bu,cepet sembuh bu biar Satria bisa menikahi dia,"Ucap Satria didepan ibunya dia selalu mengajak ngobrol ibunya.
"Satria harus mengembalikan perusahaan kita dulu bu dan menyerahkan bayi ini pada ayahnya,"Ucap Satria.
"Klara,maafkan papa jika menyerahkan kamu pada ayah kandung kamu,papa tidak bisa merawat kamu nak,"Ucap Satria sambil mengusap pipi Klara.
Satria sedang mencari keberadaan Ayah Klara alias yang menghamili Bonita dia ingin segera berpisah dengan Bonita karena bayi yang dikandung Bonita memang bukan anak Satria.Dia ingin segera melamar Vera pujaan hatinya.Dia juga ingin menyembuhkan ibunya dan berusaha bangkit dari keterpurukan dia ingin membuktikan jika ayahnya tidak bersalah dan mengambil kembali perusahaannya.
Istirahat kantor telah tiba,Vera memutuskan makan diluar,dia lalu pamit pada sekertarisnya dan pergi keluar,dia menuju restoran yang dia suka dan memesan makanan disana.
"Loh itu kan Nindi dan Rendra?ngapain mereka disini,"Ucap Vera yang melihat Nindi dan Rendra berdua lagi.
"Aku harus mendengarkan apa yang mereka bicarakan,"Ucap Vera lalu berpindah tempat duduk untuk lebih dekat dengan Nindi.
"Bos kapan kamu bebasin adekku,semua yang kamu perintahkan sudah aku penuhi,"Ucap Rendra.
"Sabar Ren,jangan lah buru buru aku masih butuh kamu jika aku bebaskan adek kamu nanti kamu kabur lagi,"Ucap Nindi.
"Aku gak akan kabur Bos,tolong lepaskan Adekku dia haarus sekolah juga bos,"Ucap Rendra lagi.
"Tenanglah aku tidak menyakiti adek kamu,"Ucap Nindi
Hanya percakapan itu yang Vera dengar karena restoran banyak pengunjung jadi tidak bisa begitu mendengar.
"Bos,Rendra manggil Nindi Bos,apa maksudnya?apa hubungan mereka?"Gumam Nindi curiga.
"Sepertinya ada yang tidak beres dengan mereka,aku harus menyelidikinya,"Gumam Vera lagi.
__ADS_1
Vera tidak jadi makan siang,dia lalu kembali ke kantornya dan makan siang diruang Ob,Vera memang bos yang baek dan ramah,dia tidak pilih pilih dan membeda mbedakan karyawan satu dengan yang laenya yang mwmbuat semua pegawainya baek dengan Vera.