
"Ver,duduklah ibu mau bicara?"Ucap bu Karina yang melihat Vera akan masuk kamar.
"Iya bu,ada apa bu?kayaknya penting banget,"Jawab Vera lalu duduk disamping ibunya.
"Sampai kapan kamu akan sendiri Ver,apa kamu tidak memiliki sedikit perasaan unttuk Jodi,selama ini dia selalu ada untuk kamu dan Bisma,setidaknya fikirkan lah Bisma Ver,dia butuh sosok seorang ayah bukan hanya ibu,kasihan dia selalu sedih melihat teman temanya melihat keluarganya lengkap,"Nasehat Bu Karina.
"Ta tapi bu aku,aku belum bisa melupakanya bu,aku juga kasihan dengan Bisma,aku juga ingin Bisma bahagia bu,"Jawab Vera.
"Untuk apa laki laki yang tidak jelas keberadaanya kamu tunggu Ver,apa dia bilang dan pamit sama kamu jika akan kembali,"Tanya Bu Karina.
Vera hanya menggeleng dan tidak bisa menjawab pertanyaan ibunya "Maaf bu Vera ke kamar duluan,"Pamit Vera.
"Fikirkan baik baik nasehat ibu Ver,semua demi kamu juga cucu ibu,"Ucap Bu Karina Vera hanya menganggung dan berjalan masuk ke kamarnya.
Sampai dikamar Vera merenung memikirkan nasehat ibunya,haruskah dia mulai membuka hati untuk pria laen,akankah dia bisa mencintai orang laen?fikiran Vera berkecamuk tak karuan dan tanpa terasa dia tertidur di sofa.
Keesokan paginya Vera bangun dengan badan pegal pegal,dia baru sadar jika ketiduran di sofa "Auuhhh badanku pegel semua,"Ucap Vera sambil meregangkan otot kedua tanganya.
"Ya ampun udah siang ternyata kan aku ada meting pagi,"Ucap Vera sambil menepuk jidatnya dia lalu buru buru ke kamar mandi untuk membersihkan diri,hanya butuh waktu lima menit Vera sudah menyelesaikan rutinitas mandinya karena dia takut terlambat.
"Ver kamu sudah rapi aja,apa sudah mau masuk kantor nak?"Tanya ibunya yang melihat Vera sudah rapi dengan pakaian kantornya.
"Iya bu,Vera udah sehat Vera akan ke kantor bu ada jadwaal meting penting pagi ini,dan Vera harus segera datang,"Jawab Vera
__ADS_1
"Kamu gak sarapan dulu?"Ucap ibunya.
"Gak sempat bu,Vera berangkat ya bu Assalamualaikum,"Ucap Vera sambil berjalan keluar.
"I iya hati hati walaikumsalam,"Jawab bu Karina sambil geleng geleng melihat tingkah anaknya itu.
Vera lalu keluar menuju Taksi yang dia pesan dan langsung meluncur ke tempat dimana klienya menunggu.Sekitar lima belas menit Vera telah sampai direstoran yang telah ditentukan oleh sang klien untungnya sampai disana klienya belum datang baru asisten pribadinya.
"Silahkan duduk nona Vera,maaf bos saya sebentar lagi baru sampai dia terjebak macet,perkenalkan saya Ani asisten pak Bara,"Ucap Ani.
"Terimakasih nona Ani,tidak masalah saya akan menunggu,"Jawab Vera lalu duduk didepan Ani.
Sekitar sepuluh menit datanglah Bara klien dari Vera,Vera yang belum menyadari rekan kerjanya masih asik bermain ponsel hingga Bara menegurnya.
"Selamat pagi bu Vera,"Sapa pak Bara
"Sa,Satria,"Ucap Vera masih berjabat tangan dengan Bara.
"Halo bu Vera?anda baik baik saja,"Ucap pak Bara dengan melambaikan tanganya di depan muka Vera.
"Maaf pak,maafkan saya,emm pak Bara ya?"Vera gugup dan merasa bodoh bisa bisanya dia berfikir itu adalah Satria.
"Oke gak masalah,silahkan duduk kembali dan kita mulai rapatnya,Ani mana berkas yang saya minta,"Ucap Bara
__ADS_1
"Ba baik pak,"Jawab Vera dia juga mencari berkas yang tadi dia bawa.
Mereka melakukan meting dengan lancar,klienya kali ini benar benar membuat Vera tidak dokus karena memang mirip dengan Satria seperti pinang dibelah dua,hanya suara dan rambut saja yang membedakannya.Walau tidak fokus Vera tetap menyelesaikan meting dengan baik dan mereka akhirnya melakukan kerjasama bareng dengan perusahaan Pratama Grup yang bergerak di bidang Elektronik.
Ditempat berbeda Wisnu telah bahagia karena putri mereka telah lahir dengan selamat,walau dia kecewa kepada Nindi tetapi dia tetap menemani dan menunggu Nindi dalam melakukan sesar.
"Mas,kamu bahagia kan?anak kita telah lahir,"Ucap Nindi.
"Hem,"Jawab Wisnu
"Kamu kenapa mas?apa kamu tidak senang anak kita lahir?"Ucap Nindi mulai sedih.
"Tidak usah berfikir macam macam,fokuslah pada kesembuhan kamu agar kita segera pulang,oh ya jangan lupa orang tua kamu,kamu kabarin aku akan keluar sebentar,"Pamit Wisnu tanpa memperdulikan Nindi yang memanggilnya.
Sejujurnya Wisnu ingin marah,ingin menanyakan semuanya kepada Nindi tetapi dia tahu kondisi Nindi sedang tidak baek pasca operasi sesar,Wisnu memilih pergi menghindar terlebih dahulu.
"Vera,kamu kah itu?"Ucap Wisnu saat berada disalah satu rumah makan.
Vera menoleh karena mendemgar ada yang memanggil namanya.
"Ka kamu?ngapain kamu disini mas?"Jawab Vera yang kaget dengan kedatangan Wisnu.
"Tadinya aku akan menghubungimu kebetulan kita bertemu disini,bisakah kita bicara sebentar jika kamu tidak sibuk,"Ucap Wisnu
__ADS_1
"Baiklah,mau bicara apa mas?"Tanya Vera.
Lalu Wisnu menceritakan semuanya kepada Vera,Vera hanya diam mendengarkan karena Vera yang lebih dulu mengetahuinya.