Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 47


__ADS_3

Nindi memata matai Vera,dia selalu mengikuti Vera kemanapun Vera pergi,dia berniat mencelakai Vera Nindi tidak rela jika Wisnu kembali bersama Vera.


"Pantas saja mas Wisnu mau balikan lagi ternyata dia merubah penampilanya,"Gumam Nindi.


"Aku harus melakukan sesuatu,ini tidak bisa dibiarkan aku enggak boleh kalah,"Nindi meninggalkan kantor Vera dan bergegas menuju salon.


Nindi akan mempercantik diri agar Wisnu tidak berpaling,dia mendatangi salon kecantikan dan akan merubah seluruh penampilanya tak lupa juga dia memakai kartu ATM Wisnu.Selama 6 jam Nindi berada disalon sampai waktu malam tiba,Wisnu yang mendapat notifikasi penggunaan uangnya terkejut.


"Apa apaan ini,Nindi memakai tabungan aku sampai sebanyak ini,gila itu anak Vera saja tidak pernah memakai uang sebanyak ini selama menjadi istriku,"Gumam Wisnu dengan wajah yang marah.


Wisnu menunggu kepulangan Nindi dengan wajah emosi,sedangkan Nindi yang telah selesai merawat tubunya sangat senang dia yakin jika Wisnu akan senang melihat penampilanya.


"Halo mas,kamu belum tidur menungguku ya?"Nindi masuk dengan pasang wajah puasnya .


"Darimana saja kamu hah?"Bentak Wisnu yang membuat Nindi teekejut.

__ADS_1


"Kamu apa apan seh mas,kamu enggak lihat aku sudah secantik dan sewangi ini ya dari salon lah,bagaimana penampilan aku mas?"Nindi memutar badanya didepan Wisnu.


"Ohhh jadi kamu menghabiskan uangku hanya untuk berfoya foya hah,mau perawatan seribu kalipun kamu masih saja sama,"Jawab Wianu penuh emosi.


"Kamu ini kenapa seh mas,bukanya senang pacarnya perawatan malah marah marah melulu,"Jawab Nindi dengan santainya.


"Lihat ini tagihan kartu kredit aku sebanyak ini,apa kamu enggak mikir aku mengumpulkan uang sejauh ini karena ingin membuka usaha kelak kamu justru menghabiskanya dengan berfoya foya begini,"Marah Wisnu.


"Mas aku memakai uang kamu kan karena ingin cantik dimata kamu biar kamu tidak kembali sama Vera,"Jawab Nindi.


"Aaaaaa dasar sialan,awas kamu Ver aku akan memghancurkan kamu,"Gumam Nindi sambil mengepalkan tanganya.


Nindi lalu menghubungi seseorang agar mencelakai Vera besak.Keesokan paginya seperti biasa kegiatan Vera setiap pagi menyiapakan sarapan untuk anaknya dan mengantarkam Bisma kesekolah setelah itu berangkat ke kantor.


"Selamat pagi Bu Vera,"Sapa karyawan yang sudah sampai di kantor.

__ADS_1


"Selamat pagi juga,oh ya apa asisten Jo sudah datang?"Tanya Vera.


"Belum bu,mungkin sebentar lagi,"Jawab karyawan Vera.


"Oke baiklah,saya tunggu di dalam ruangan saya saja kamu silahkan bekerja kembali,"Jawab Vera lalu bergegas naek ke lantai atas untuk menuju ruanganya.


Sekitar dua puluh menit Jo datang lalu dia mengajak Vera menemui klienya disalah sati reatoran ternama.Sejujurnya Vera belum siap bertemu investor besar tetapi Jo selalu meyakinkannya.


Tepuk tangan para karyawan maupun investor sangat meriah,Vera telah lulus dalam presentasinya dengan lancar tanpa halangan apa apa,dan investor tersebut sangat senang dan puas dengan kinerja Vera.


"Selamat bekerjasama dengan perusahaan saya bu Vera,saya sangat puas dengan presentasi anda,"Ucap pak herman investor perusahaan Mahardika.


"Sama sama pak,saya juga berterimakasih karena anda sudah mau menerima kerja sama ini,karena saya bukan apa apa dan masih harus banyak belajar,"Jawab Vera dan mengajak berjabat tangan pak Herman.


Mereka lalu keluar bersama dan menuju perusahaan Vera.Saat dalam perjalanan Vera sangat gelisah perasaanya tidak tenang,entah apa yang terjadi,dia hanya berdoa dalam hati agar baek baek saja dan diberi kelancaran dalam bekerja.

__ADS_1


__ADS_2