Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 28


__ADS_3

"Apa yang terjadi sama kamu mas,"Vera sedih menatap suaminya belum sadarkan diri.


"Saya sudah menyuruh anak buah saya untuk mencari tahu penyebab tuan Wisnu seperti ini nona,"Asisten Jo menghampiri Vera yang sedang duduk disamping ranjang suaminya.


"Terima kasih Jo,tolong nanti jemput Bisma dan antar dia kerumah ibu ya,"Pinta Vera.


"Baik nona,apa perlu saya bawakan pakaian ganti nona,biar ibu nona yang menyiapkan,"Tanya asisten Jo.


"Tidak usah Jo,terimakasih jika mas Wisnu sudah sadar saya akan pulang terlebih dahulu,"Jawab Vera sambil tersenyum.


"Baiklah nona,kalau begitu saya permisi,"Pamit Jo(tuan Wisnu sangat beruntung memiliki nona Vera,tetapi kenapa tuan justru selalu menyakiti nona Vera)Batin Jo.


Jo bergegas kerumah Vera untuk menjemput Bisma,dia tidak lupa menyiapkan seragam dan alat sekolah Bisma untuk di bawa kerumaah neneknya.Sekitar sepuluh menit Jo sudah selesai memasukkan baju baju Bisma ke dalam koper kecil lalu mengajaknya berangkat,perjalanan membutuhkan waktu satu jam lebih,sampai dirumah bu Karina sudah sore Bu Karina terkejut dengan kedatangan Bisma yang tiba tiba.


"Assalamualaikum bu,maaf mengganggu saya kesini untuk mengantarkan Bisma bu,"Jo sudah berada dirumah Bu karina dan disambut bu Karina yang kebetulan sedang menyirami tanaman.


"Walaikumsalam Jo,eeehh ada cucu Nenek mana ayah dan bunda kamu nak,"Tanya Bu Karina lalu memeluk dan mencium Bisma.


"Dirumah sakit nek,"Jawab Bisma.


"Sayang kamu masuk ke kamar kamu dulu ya,nenek mau bicara sama paman Jo,"Perintah bu Karina pada Bisma dan bocah itu pun nurut untuk masuk ke kamarnya.


"Jo siapa yang sakit?kenapa kamu bawa Bisma kesini?"Tanya bu Karina.


"Tuan Wisnu bu yang sakit,dia ditemukan pingasan di jalan dengan banyak luka,"Jawab Jo.


"Berbuat apa lagi itu anak,lalu bagaimana kondisinya sekarang Jo,"Bu Karina mengelus dada.


"Sewaktu saya kesini belum sadarkan diri bu,"Jawab Jo,setelah basa basi mengobrol Jo pamit akan kerumah sakit lagi,dia kasihan dengan Vera pasti belum makan.

__ADS_1


Asisten Jo kembali kerumah Sakit,sebelum itu dia mampir ke salah satu rumah makan untuk membelikan makan malam buat Vera.Sesampainya dirumah sakit ternyata Wisnu sudah siuman dia nampak lebih baek daripada sebelumnya,dengan sabar dan telaten Vera merawat Wisnu,Jo yang melihat Vera dengan ikhlas merawat Wisnu sungguh terharu,dia sama sekali tidak menaruh dendam pada suaminya.


"Alhamdulilah tuan sudah sadar,bagaimana tuan keadaan anda?"Tanya Jo.


"Dia belum bisa bicara Jo,dokter bilang rahang bawahnya mengalami retak,"Jawab Vera mewakili suaminya.


"Yang sabar nona,Tuan pasti segera pulih,"Asisten Jo menenangkan Vera yang nampak sedih.


"Terimakasih Jo,tolong temani mas Wisnu dulu ya Jo saya akan menebus obat mas Wisnu dulu,"Pamit Vera.


"Baik Nona,".


Vera lalu bergegas keluar,dia menemui dokter terlebih dahulu sebelum ke apotik,saat tengah mengantri di apotik mata Vera tertuju pada pasangan yang sangat mesra,yang membuat Vera terkejut pasangan itu adalah Satria dan entah dengan siapa dia jalan,karena selama setahun ini dia lost kontak dengan Satria hati Vera terasa perih karena sejujurnya dia masih cinta dengan Satria.


Setelah mendapat resep obatnya Vera pergi dari apotik tersebut dengan berlari tanpa segaja dia menabrak seseorang dan mengakibatkan banyak orang melihatnya termasuk Satria,dia terkejut melihat Vera disana,Vera yang menyadari Satria melihatnya buru buru berdiri dan memintaa maaf lalu meninggalkan tempat itu.


"Vera,"Ucap Satria lirih,dia memang sedang bersama seorang wanita,pilihan orang tuanya.


"Maafkan aku Ver,aku masih sayang sama kamu,"Batin Satria.


Vera berhenti di taman rumah sakit dan menangis sejadi jadinya,hatinya hancur dan sakit melebihi sakit bersama Wisnu.


"Apa kamu sudah melupakan aku mas,secepat itu kamu melupakan aku setelah apa yang kita lalui bersama,kamu jahat mas,jahat,"Tangis pilu Vera.


Sudah setengah jam Vera menangis di taman,dia sampai lupa jika sedang membawa obat Wisnu,dia menghapus aer matanya dan ke toiket untuk mencuci mukanya yang terlihat berantakan karena habis menangis.


"Mas,kamu minum obat dulu ya maaf tadi lama antri mas,"Ucap Vera pada Wisnu lalu menyiapkan obat Wisnu.


"Ver,kamu habis menangis kenapa?"Tanya Wisnu lirih dia memperhatikan mata Vera yang sembab.

__ADS_1


"Enggak kok mas,aku enggak nangis cuma ngantuk aja,Jawab Vera bohong.


"Jangan Bohong Ver,"Wisnu memegang tangan Vera.


"Ini mas minum dulu obatnya,terus istirahat biar cepet pulih,"Vera mengalihkan pembicaraan.


Wisnu menerima obat dari Vera dan meminumnya.Selama tiga hari Wisnu dirawat dirumah sakit dan hari ini dia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter tetapi harus rajin terapi agar kaki Wisnu segera pulih.


"Bisma mana Ver,"Tanya Wisnu setelah sampai dirumah.


"Dia bersama ibu mas,paling sebentar lagi sampai,Jo sedang menjemputnya,"Jawab Vera.


"Mas, bolehkah aku bertanya?"Vera menatap suaminya.


"Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu,dan siapa yang menganiaya kamu?kenapa Jo tidak boleh lapor polisi dan membatalkan pencarian orang orang itu,"Tanya Vera penasaran.


Wisnu menghela nafas dan mulai menceritakan kejadian malam itu.


"Sebenarnya ini semua ulah tunangannya Nindi,ternyata Nindi sudah mempunyai tunangan di kampungnya dia mencari cari Nindi selama ini,dan menemukan Nindi di kota ini dia juga sudah menyelidiki Nindi selama ini dan tahu jika aku pacarnya Nindi,aku diancam suruh meninggalkan Nindi,awalnya aku tidak mau dan tunangan Nindi memanggil teman temanya untuk memukuli aku agar aku meninggalkan Nindi,"Wisnu menjelaskan.


"Lalu sekarang Nindi bagaimana,"Tanya Vera.


"Dia dibawa tunanganya kembali ke kampungnya,"Jawab Wisu lesu.


"Itu tandanya kamu disuruh berhenti selingkuh,"Jawab Vera enteng.


"Kamu pasti senang kan melihat aku seperti ini,pasti kamu juga bahagia Nindi sudah pergi,puas kamu,"Wisnu marah.


"Apa urusanya sama aku mas,tentu aku senang sangat senang jika Nindi sudah meninggalkan kamu,karena laki laki seperti kamu tidak akan bisa setia,"Jawab Vera penuh penekanan dan pergi meninggalkan Wisnu diruang tamu.

__ADS_1


Vera masuk kedalam kamarnya dan membersihkan diri,rasanya tubuh dia lengket karena seharian belum mandi.Bisma sudah tiba dirumah dia langsung memeluk ayahnya,setelah melepas kangen Bisma pamit ke kamar bundanya dia sangat merindukan bundanya.


Semakin hari kondisi Wisnu sudah membaik,setelah kejadian penganiayaan kemaren Wisnu menjadi berubah,dia menjadi pendiam dan banyak meluangkan waktu untuk keluarga.Bisma sangat senang dengan perubahan ayahnya dia juga tidak melihat ibunya selalu menangis lagi.


__ADS_2