
"Kamu mau kemana Nin?"Tanya Wisnu yang melihat Nindi sudah rapi dengan penampilanya.
"Aku mau keluar mas,mau ketemu temen temen udah lama gak nongkrong sama mereka,"Jawab Nindi dengan santainya.
"Kamu gila Nin,kamu gak lihat anak kamu nangis bwgini malah enak enakan mau nongkrong,kamu itu seorang ibu dan istri sudah tugas kamu merawat anak kamu,"Ucap Wisnu marah.
"Kan ada kamu mas,gantian dong kamu yang urus dia lagian udah ada susu kalau nangis tinggal kamu buatin susu,gampang kan ribet amat jadi laki,"Jawab Nindi.
"Nindiiiii,aku ini suami kamu seharusnya kamu bisa bersikap keibuan bukan seenaknya seperti kamu masih gadis,"Bentak Wisnu.
"Hahaha enak saja,aku ini wanita karir mas jadi sudah sepantasnya aku seperti ini,ingat ya mas kamu tidak punya hak larang larang aku walau kamu itu suami aku,"Jawab Nindi lalu berjalan keluar meninggalkan Wisnu dan bayinya yang menangis.
"Oek oek oek,"Bayi Wisnu menangis dia lalu masuk kamar anaknya dan membuatkan susu untuk putri tercintanya Bela.
__ADS_1
"Cup cup sayang,ini sayang minum susunya,Bela maafkan mamamu ya nak,suatu hari mamamu pasti akan sadar dan sayang sama kamu mau mengurus kamu,"Gumam Wisnu sambil menggendong anaknya.
"Dulu Vera dengan sabar dan telatenya menggendong Bisma,memberi ASI pada Bisma,tidak seperti Nindi,"Gumam Wisnu merasa menyesal sekarang setelah apa yang terjadi.
Hingga larut malam Nindi belum pulang,membuat Wisnu semakin marah dia berkali kali menghubungi Nindi tetapi tidak bisa,ingin rasanya mencari Nindi tetapi dia tidak bisa meninggalkan anaknya sendiri.
Pukul satu dini hari Nindi pulang dia mengendap ngendap masuk agar tidak tahu suaminya tetapi sayang ternyata Wisnu menunggu diruang tamu.
"Darimana saja kamu hah,"Ucap Wisnu marah.
"Apa pantas seorang istri dan ibu pulag jam segini hah,aku menyesak telah memilih kamu menjadi istriku,aku menyesal melepaskan Vera demi perempuan seperti kamu,"Ucap Wisnu marah.
"Owwhh kamu nyesel nikah sama aku mas?ya sudah kalau begitu kembali saja sana dengan Vera,"Jawab Nindi lalu masuk dan membanting pintu .
__ADS_1
"Nindi aku belum sslesai bicara,"Teriak Wisnu tetapi diabaikan oleh Nindi.
Wisnu keluar rumah dia memilih duduk diteras rumahnya untuk menenangkan fikiran dia,dia benar benar menyesal telah melepaskan Vera.Ditempat Vera sedang diadakan makan bersama untuk merayakan hari jadian Vera juga Jodi yang resmi menjadi pasangan suami istri.
"Ver,ibu senang akhirnya kamu mau memberi kesempatan nak Jodi untuk menjadi pacar kamu,"Ucap Bu Karina.
"Maksih ya bu selalu dukung Vera apapun keadaan Vera,selalu memberi yang terbaek untuk Vera.
"Iya sama sama nak,ibu sangat senang dengan keputusan kamu nak,semoga kalian berjodoh ya,"Harapan bu Karina.
"Doain Vera ya bu supaya Vera bisa mencintai Jodi,Vera akan berusaha cinta dengan Jodi walau gak bisa sekarang bu,"Jawab Vera.
"Iya nak,ibu akan selalu mendoakan kalian agar berjodoh nak,"Ucap bu Karina.
__ADS_1
Vera lalu memeluk ibunya,dia sangat senang ibunya mau mendukungnya dalam ssgala hal.Sore harinya Vera mendapat kabar bahwa Jo mengalami kecelakaan dan kondisinya Kritis,Vera sangat sedih dia menangis histeris dan jatuh pingsan.Rafa lalu menghampiri kakanya yang berteriak,dia mengambil alih tlf yang masih menyala Rafa juga sedih dengan kabar tersebut,dia lalu memanggi ibunya agar memmbantu Vera cepat sadar kembali.