Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 22


__ADS_3

Sudah sebulan Vera merawat ayah mertuanya,tetapi kondisi ayah Santo semakin buruk terpaksa Vera memindahkan sekolah Bisma dikota ini,sikap Wisnu semakin hari juga semakin cuek terhadap Vera ayah Santo sebetulnya tahu akan sikap Wisnu kepada Vera tetapi dia juga tidak bisa berbuat apa apa.


"Mas sampai kapan kamu seperti ini,tolong hargai ayah dia sedang sakit luangkan waktu sedikit saja untuk merawat ayah,"Vera menghampiri suaminya yang tengah duduk di balkon kamarnya.


"Apa urusanya sama kamu Ver,ada kamu yang merawat ayah itu tugas kamu ngerti kamu,"Bentak Wisnu.


"Tapi mas,ayah juga butuh kamu dia itu ayah kamu,"Balas Vera.


"Aku tahu dia ayahku,tapi ayah yang tidak peduli dengan kebahagiaan anaknya,justru membuat aku seperti sekarang ini,"


"Cukup mas,apa maksud kamu?aku ini istri kamu mas,dulu kamu mencintai aku,menghormati aku,dimana semua itu mas dimana?"Teriak Vera frustasi.


"Hahaha dasar perempuan bodoh,kamu itu hanya aku jadikan pelampiasan gara gara kamu juga aku harus menikah dengan kamu,"Wisnu menuding Vera.


Vera luruh ke lantai dan menangis sejadi jadinya,Wisnu meninggalkan Vera dia tidak peduli sedikitpun dengan perasaan Vera,setiap hari keluar pulang malam,kadang tidak pulang.Setelah puas menangis Vera bangun dia teringat dengan ayah mertuanya karena sudah saatnya minum obat,dia ke dapur untuk mengambil aer putih dan sedikit bubur untuk pak Santo.


"Ayah,bangun makan bubur dulu yuk,terus minum obat biar ayah cepat pulih,"Vera duduk disamping ayahnya.


"Vera,kamu habis menangis nak,"Ayah Santo memperhatikan Vera yang terlihat sembab.


"Emm itu yah tadi Vera nonton drama terus ceritanya sedih,jadi Vera ikut nangis deh,"Jawab Vera berbohong dia tidak mau ayahnya bertambah parah karena memikirkanya.


"Vera,pergilah nak tinggalkan ayah disini bersama Jodi juga Bi Asih,raihlah kebahagiaan kamu ayah ikhlas nak,ayah tidak mau melihat kamu menderita Ver waktu ayah sudah tidak lama lagi,"Pak Santo meraih tangan Vera.

__ADS_1


"Ayah ini bicara apa,aku enggak akan meninggalkan ayah,ayah pasti sembuh dan bisa sehat seperti dulu lagi,aku dan Bisma butuh ayah,"Vera menangis dengan mencium tangan ayahnya.


"Kamu wanita kuat nak,maafkan sikap Wisnu terhadapmu,"Mengelus punggung Vera.


"Udah dong yah,jangan bicara aneh aneh lagi ya,sekarang ayah makan dulu dan minum obat,"Vera menghapus aer matanya dan membantu ayah Santo bersandar di ranjang.


Dengan sabar dan telaten Vera menyuapi dan membersihkan sisa makanan dari ayah mertuanya itu,bi Asih yang sedang mengintip mereka ikut terharu dan merasa kasihan dengan Vera,istri secantik dan sebaik Vera disia siakan oleh Wisnu.


Hari ini ibu dan ayah kandung Vera datang berkunjung untuk menjenguk pak Santo,mereka datang tanpa memberitahu Vera terlebih dahulu,mereka akan memberikan kejutan untuk anak dan cucunya,tetapi saat mereka sampai justru mereka dikejutkan dengan perselingkuhan Wisnu juga Nindi.


"Wisnu,apa apan ini,"Ayah Vera marah melihat menantunya bermesraan dengan wanita laen.


"A a yah ka pan datang,"Jawab Wisnu gagap lalu mendorong Nindi hingga dia terjatuh.


"Auuu sakit sayang,kamu kenapa dorong aku seh,"Kesal Nindi.


"Saya bukan perempuan gatal,jaga bicara anda aku itu orang yang selalu dicintai Wisnu dan gaara gara putri anda tercinta itu Wisnu meninggalkan saya,"Bela Nindi dia tidak terima dikata katain oleh Bu Karina.


"Maafkan saya yah,bu,mari masuk tidak enak bicara disini,"Ajak Wisnu dia malu menjadi tontonan warga.


"Dimana Vera?"Tanya pak Candra.


"Dia ada didalam Yah,"Jawab Wisnu menunduk.

__ADS_1


Vera yang mendengar diluar ada keributan lalu bergegas keluar untuk melihat ada apa,dan saat membuka pintu betapa terkejutnya Vera mendapati ayah dan ibunya berada disini.


"Ayah,ibu,"Vera berlari memeluk mereka.


"Vera kita pulang,kamu disini tidak dihargai untuk apa bertahan,tadinya ayah akan memberikan kejutan untuk kamu dan Bisma,tetapi justru ayah dan ibu yang mendapat kejutan dari Wisnu,"Jawab pak Candra dengan melirik Wisnu yang tengah menunduk.


"Ayah,ibu mari kita masuk dulu,tolong yah jangan marah marah,kasihan ayah Santo,nanti akan Vera jelaskan kmyah,"Vera memohon kepada ayahnya.


"Sabar yah,kita ikuti Vera dulu lagian kita di kota orang kasihan Vera jadi tontonan nanti,"Saran Bu Karina lalau mereka masuk kedalam rumah.


Vera menunjukkan keadaan ayah mertuanya kepada kedua orang tuanya,mereka sangat prihatin tetapi pak Candra tetap tidak rela anaknya diperlakukan seperti itu oleh Wisnu.


"Ayah sudah melihat kan kondisi ayah Santo,bagaimana bisa aku meninggalkanya yah,"Vera tengga berbicara di ruang keluarga.


"Vera,kamu diperlakukan tidak baek oleh Wisnu dan kamu masih ingin merawat ayahnya,biarkan saja Wisnu yang merawat ayahnya,"Pak Candra masih emosi.


"Yah,tolong jangan marah semua sayang Vera yah disini,walau bagaimanapun ayah Santo orang yang paling baek dan mengerti Vera,tolong ijinkan Vera merawatnya yah,Vera mohon,"Vera berjongkok di hadapan ayanhya.


"Vera bangun,"Bu Karina memegang bahu Vera.


"Tidak ibu,tolong ijinkan aku disini,aku tidak pedduli dengan mas Wisnu,tapi aku tidak tega meninggalkan ayah santo bu,"Tangis Vera pecah walau hatinya sakit tetapi dia tetap baek merawat ayah mertuanya.


"Baiklah akan ayah ijinkan,tetapi jika pak Santo sembuh segera urus surat perpisahan kalian,"Tegas pak Candra lalu memeluk anak semata wayangnya.

__ADS_1


"Terima kasih ayah,"Vera membalas pelukan ayah dan ibunya,akhirnya mereka melepas kangen bersama Bisma juga.


Mereka bermain dan berbincang bincang bersama bi Asih juga,sedangkan Wisnu dia hanya diam tidak ada yang peduli denganya.Orang tua Vera sore harinya kembali ke kota T awalnya mereka berat meninggalkan anak dan cucunya tetapi Vera bisa meyakinkan kedua orang tuanya.


__ADS_2