
"Bagaiman Tuan rasanya dicuekin dan tidak dianggap,"Ucap Jo.
"Kamu meledek saya Jo?"Tanya Wisnu kesal.
"Saya tidak meledek,karena apa yang anda alami sekarang dulu pernah dialami bu Vera,"Jawab Jo.
"Kamu benar Jo,ternyata rasanya sakit bodohnya aku yang sudah menyia nyiakan Vera,sekarang saya tahu gimana rasanya Jo,"Jawab Wisnu menerawang jauh ke masa lalunya.
"Saran saya sebaiknya Tuan memperbaiki diri dengan benar jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama lagi,yakinkan Bu Vera bila Tuan benar benar telah berubah dan bisa menjadi ayah serta suami yang baek,"Nasehat Jo.
"Apa Vera masih mau menerima saya Jo,sepertinya dia masih membenci saya,"Ucap Wisnu.
"Saya yakin jika tuan benar benar berubah bu Vera akan luluh lagi,yakinkan dia tuan jika tuan pantas dipertahankan,dan ambil hatinya lagi tuan sebelum ada laki laki laen yang memiliki hatinya,"Jawab Jo.
Wisnu termenung mendengarkan nasehat Jo,lalu dia pamit kepada Jo jika akan keluar dan menyerahkan perusahaan pada Jo.Sedangkan Vera tengah berada di taman dia akan bertemu dengan Satria.
"Udah lama nunggunya Ver,"Tanya Satria.
"Belum ko maas,tumben ngajak bertemu disini ada apa?"Tanya Vera.
__ADS_1
"Aku mau mengajak kamu ke kota Y untuk seminggu kedepan,selain membahas proyek kita aku juga kangen sama kamu,"Ucap Satria.
"Kan kita udah ketemu mas,"Jawab Vera.
"Paling bisa jawab aja ya,"Ucap Satria sambil mencubit hidung Vera.
"Ihh masss,sakitt tauk,"Jawab Vera sambil mengusap ngusap hidungnya.
"Habisnya gemes,kamu bisa enggak Ver?"Tanya Satria.
"Lalu Bisma bagaimana?"Tanya Vera.
"Bukanya begitu mas,aku hanya takut mas Wisnu dan ibu curiga mas,"Jawab Vera.
"Udah kamu tenang aja,soal itu sudah aku atur kita tinggal jalan aja,bagimana apa kamu setuju?"Tanya Satria.
"Eemm baiklah mas,aku setuju kapan kita akan berangkat?"Tanya Vera.
"Dua hari lagi,kamu tidak usah mempersiapkan apapun karena aku sudah menyiapkanya termasuk pakaian kamu,jadi kamu tidak perlu banyak membawa barang agar orang tuamu tidak curiga,"Jelas Satria dan Vera pun mengangguk setuju.
__ADS_1
Vera akhirnya kembali ke kantor dia juga sudah menyershkan perusahaan kepada orang kepercayaan Vera,yang sudah Jo pilihkan untuknya.Dia pulang kerumah dan menjelaskan kepada kedua orang tuannya.
"Yah,bu Vera mau bicara,"Ucap Vera yang ikit bergabung duduk di ruang keluarga.
"Begini yah,selama seminggu kedepan aku ada tugas bisnis bersama perusahaan Gramedia grup dan diharuskan datang ke lokasi,di kota Y aku harus ikut kesana yah,bagaimana menurut ayah,"Ijin Vera pada kedua orang tuanya.
"Ayah setuju saja nak,itu merupakan pengalaman pertama kamu kan?"Tanya ayah Candra.
"Iya yah,tapi bagaimana dengan Bisma?"Jawab Vera.
"Bisma kan ada kita nak,ada juga ayahnya kamu fokuslah dalam karirmu agar apa yang kamu impikan terwujud nak,"Nasehat Ibu.
"Jadi kalian tidak melarangku?"Tanya Vera girang.
"Ya jelas tidak lah nak,kami sangat mendukung apapun itu jika itu baek untuk kamu dan keluarga,"Jelas Bu Karina.
"Maksih ayah,ibu,"Jawab Vera memeluk kedua orang tuanya.
Vera lalu bergegas masuk ke dalam kamar Bisma dan akan berpamitan kepada anaknya,untungnya Bisma anak yang baek dan pintar walau sering ditinggal ibunya dia tetap menjadi anak yang periang dan pintar.
__ADS_1
Wisnu yang mendengar rencana kepergian Vera tidak setuju,tetapi dia tidak bisa beebuat banyak karena memang ini hak dia dan mau enggak mau Wisnu tetap memberi ijin kepada Vera.