
"Dok bagaimana keadaan Pacar saya,"Ucap Vera sambil menangis.
"Luka dikepalanya sangat parah,saya tidak bisa berbuat banyak hanya keajaiban yang bisa menolong pacar anda,"Jawab dokter tersebut dengan menunduk.
"Enggak mungkin dok,dokter pasti salah pacar saya gak mungkin kenapa napa kan dok,dia pasti akan sembuh dok,tolong pacar saya dok tolong selamatkan dia hiks hiks,"Ucap Vera sambil menangis terduduk lesu.
"Sayang,jangan seperti Jodi pasti baek baek saja nak,kita doakan sama sama ya,"Ucap Bu Karina lalu membimbing Vera berdiri.
"Maafkan saya bu,saya sudah berusaha apa ada keluarga dari korban?"Tanya dokter.
"Belum sampai dok,"Jawab Rafa
"Baiklah,nanti suruh menemui saya kalau begitu saya permisi,"Ucap dokter tersebut dan berjalan meninggalkan Vera dan yang laen.
"Bu Jodi baek baek saja kan bu,dia pasti sembuh kan bu,"Tangis Vera semakin menjadi melihat keadaan Jodi dengan semua alat alat medis terpasang ditubuhnya.
"Pasti nak,Jodi orang yang kuat nak kita doakan sama sama ya,"Jawab Bu Karina.
"Aku mau masuk bu,"Ucap Vera dengan tatapan sedih.
__ADS_1
"Kamu yang kuat ya nak,"Bu Karina menguatkan anaknya.
Vera masuk ke ruang perawatan Jodi hatinya sangat hancur melihat kekasih hatinya terbaring tak berdaya,Vera baru merasakan kehilangan saat melihat Jodi seperti ini.Dia menangis sesenggukan dia mendekat dan duduk disampingnya.
"Hei bangun jangan tidur terus,kamu gak capek apa tidur terus,"Ucap Vera tak kuasa menahan tangisnya.
"Kamu janji Jo akan bahagiain aku,kamu akan menuruti semua kemauan aku,tapi kenapa kamu gak mau buka mata kamu Jo,kamu bilang gak mau buat aku sedih dan menangis,ayo Jo bangun aku butuh kamu Jo,siapa yang akan dampingi aku,yang dukung aku,yang semangati aku,yang ngajak Bisma bermain?buka mata kamu Jo,"Ucap Vera terisak dia selalu memegang tangan Jo.
Vera keluar dari ruang perawatan Jodi,dia berjalan gontai dengan aer mata terus keluar membasahi pipinya,Rafa yang melihat kakanya bersedih lalu memeluknya dan menguatkan kakak tersayangnya.
"Mbak yang sabar ya,mas Jodi pasti kuat ko,"Ucap Rafa.
"Apa benar ini ruangan Jodi?"Tanya laki laki tersebut.
"Iya pak,benar ini ruangan mas Jodi,"Jawab Rafa lalu melepaskan pelukan kakaknya.
Kedua orang tersebut lalu masuk dan wanita itu histeris,mereka adalah orang tua Jodi yang tinggal diluar kota.Vera duduk diruang tunggu dengan ditemani Rafa sedangkan bu Karina pulang karena Bisma sendiri dirumah.Sekitar sepuluh menit kedua orang tua Jodi keluar,mereka menatap ke arah Vera.
"Kamu Vera kan?"Tanya wanita paruh baya tersebut.
__ADS_1
"I iya tante saya Vera?tante ibunya Jodi kah?"Tanya Vera.
"Benar nak,saya bu Siti ibunya Jodi dan ini ayahnya Jodi pak Agus namanya,"Ucap bu Siti.
"Saya Vera tante dan ini adek saya Rafa,"Jawab Vera.
"Silahkan duduk tante,om,pasti capek perjalanan jauh,"Ucap Rafa.
"Terimakasih nak,kalian memang anak anak yang baek dan sopan pantas saja Jodi sangat menyayangi kalian terutama kamu Vera,"Jelas pak Agus.
"Ma maksud om?"Tanya Vera.
"Jodi selalu menceritakan tentang kamu nak,kemaren sebelum kecelakaan dia menelfon ibu jika cintanya sudah diterima dia sangat senang sekali nak Vera,dia berencana akan menjemput kami dan mengajak kami bertemu kamu,dia selalu menceritakan tentang kamu,dia sangat mencintai kamu,"Jelas Bu Siti dengan mata berkaca kaca.
"Hiks hiks maafkan saya tante,"Tangis Vera tak bisa dibendung lagi.
Bu Siti memeluk Vera mereka menangis bersama "Bukan salah kamu nak,semua sudah takdir kita doakan sama sama ya semoga ada keajaiban untuk Jodi,"Ucap bu Siti juga menangis memeluk Vera.
Bu Siti meminta Vera untuk pulang karena kasihan Bisma,dia juga dari siang menemani Jodi,Rafa menjemput kakaknya dan mengajaknya pulang,Vera lebih seriang diam dan hanya menangis,Rafa sangat kasihan melihat kakaknya baru saja dia akan bahagia sudah ada cobaan lagi yang datang pada kakaknya.
__ADS_1