
Vera berjalan gontai dia masih shock dengan apa yang dia dengar tadi,dia berniat akan kerumah Satria.
"Mas Satria,bagaimana kabarmu sekarang,aku gak nyangka kamu bakal ngalamin semua ini,"Gumam Vera dia lalu masuk mobil dan melajukan mobilnya kerumah Satria.
Sekitar tiga puluh menit Vera telah sampai dirumah Satria,dia turun dan masuk kerumah Satria terlihat dari luar rumahnya memang tidak begitu terurus,apakah Satria pergi,kenapa jadi seperti ini keadaan rumahnya,batin Vera bertanya tanya,dia beberapa kali mengetuk pintu tetapi hening tidak ada yang keluar hingga beberapa saat salah satu tetangga Satria menghampiri Vera.
"Maaf mencari siapa ya mbak?"Tanya orang itu.
"Oh,ini bu saya sedang mencari pak Satria,beliau adalah rekan kerja saya dan sudah lama tidak ada kabar,"Jawab Vera terpaksa berbohong.
"Wah mbaknya tidak tahu ya,keluarga pak Handoko bangkrut mbak,dan pak Handoko terkena serangan jantung beliau meninggal sebulan yang lalu,mas Satria dan bayinya entah tinggal dimana karena rumah ini dijual untuk membayar gaji karyawan pak Handoko mbak,"Jelas Ibu itu yang membuat Vera menutup mulutnya tak percaya.
" iinnalilahiwainnailahirojiun,Lalu mereka tinggal dimana bu,terus istrinya kemana?"Tanya Vera.
"Mbak Bonita ditahan dikantor polisi mbak karena dia terlibat dalam korupsi yang dilakukan ayahnya kalau tinggalnya saya kurang tahu mbak,"Jelas ibu itu yang membuat Vera semakin shock.
"Kalau begitu saya permisi ya bu,terimakasih atas informasinya ya bu,"Vera lalu pamit pada tetangga Satria dia masuk mobil dan menangis sejadi jadinya,selama ini dia terlalu egois tidak menghubungi Satria bahkan menanyakan kabar pun tidak,Vera sangat menyesal dia lalu kembali pulang.
Sedangkan Wisnu,dia baru terasa hidup sendiri apa apa sendiri dia sangat kehilangan Vera juga Bisma,tempat dia mengadu sekarang ditempat makam ayahnya pak Santo.
"Wis,kapan kamu kembali ke kantor,""Jodi tiba tiba hadir di belakang Wisnu.
"Jo,sejak kapan kami disitu?"Tanya Wisnu balik.
"Orang tanya bukan dijawab malah balik tanya,"Kesal Jo.
"Sori Jo,gak tahu Jo,"Jawab Wisnu.
"Kamu mau perusahaan kamu bangkrut lagi Wis,"Jawab Jo,Wisnu menggeleng.
"Jo,Nindi hamil,"Ucap Wisnu yang membuat Jo terkejut.
"Apa?Nindi hamil,hamil anak kamu?"Tanya Jo
__ADS_1
"Iyalah Jo,anak aku kalau bukan anak aku ngapain aku bahas,"Jawab Wisnu kesal.
"Gila kamu Wis,berarti sebelum kamu resmi bercerai dengan Vera Nindi sudah hamil begitu,"Tanya Jo.
"Ya Jo,waktu Bisma masuk rumah sakit dulu Nindi juga disana dan ketahuan hamil dia sekarang minta aku untuk nikahin dia,"Jawab Wisnu.
"Ya jelas Wis,kamu harus tanggung jawab bukanya kamu senang ya bisa menikah dengan Nindi,ini kan yang kamu inginkan dari dulu lepas dari Vera dan menikah dengan Nindi,"Jelas Jo yang membuat Wisnu terdiam.
"Entahlah Jo,tapi aku harus tanggung jawab secepatnya aku juga akan menikahi dia,"Ucap Wisnu.
"Ya harus dong,berarti aku bisa ne menjadikan Vera istriku,"Canda Jo.
"Awas kamu Jo,jangan macam macam kamu,"Bentaak Wisnu.
"Loh kenapa?kan Vera janda dan kamu akan menikahi Nindi,dimana salahnya yang penting kan aku bukan perebut istri teman,"Jawab Jo diselingi tawa.
"Brengsek lo,"Jawab Wisnu dengan memukul lengan Jo dan mereka tertawa bersama.
Nindi yang sedang hamil muda mengalami morning skiners dia muntah muntah setiap pagi,bahkan untuk bangun dari tempat tidur dia kesusahan,dia lalu menghubungi Wisnu agar datang kerumah secepatnya.
"Iya bi suruh masuk sini bi,"Jawab Nindi.
"Baik non,"Dan bibi itupun menghampiri Wisnu lalu dia masuk kamar Nindi.
"Ada apa Nin?"Tanya Wisnu.
"Mas kapan kamu nikahin aku,mami dan papi akan pulang jika melihat aku seperti ini dan kamu tidak menikahiku bisa dibunuh papi aku Wis,perut aku juga semakin besar,"Ucap Nindi.
"Aku,aku gak tahu Nin,tapi aku akan tanggung jawab,"Jawab Wisnu.
"Kenapa mas?kamu tidak suka aku hamil anak kamu,atau aku mau kamu gugurkan bayi ini dan kamu bisa kembali pada Vera begitu,"Jawab Nindi
"Kenapa kamu bawa bawa Vera Nin,ini gak ada hubunganya dengan dia,"Jawab Wisnu.
__ADS_1
"Kalau begitu buktikan dong,jika kamu tidak menyesal bercerai dengan Vera mas,aku juga butuh kamu disaat aku seperti ini,"Jawab Nindi mulai menangis agar Wisnu simpati.
"Oke oke Nin,aku akan segera menikahi kamu,"Jawab Wisnu pada akhirnya.
"Benar mas,kamu enggak bohong,"Tanya Nindi
"Enggak,udah jangan nangis lagi kasihan anak kita,"Ucap Wisnu lalu mengecup perut Nindi.
Vera yang masih kacau memikirkan Satria dia pergi ke taman dimana di taman itu adalah tempat mereka sering menghabiskan waktu bertemu.Saat tengah melamun ada tangan yang menyodorkan sebuah mawar merah untuk Vera.
"Rendra,ngapain kamu disini,"Ucap Vera yang menoleh kebelakang.
"Tadi aku lihat dari sana ada seorang bidadari yang sedang bersedih,jadi aku bawakan mawar merah agar tidak sedih lagi,"Ucap Rendra lalu berdiri didepan Vera.
"Gombal, tapi makasih ya?"Ucap Vera menerima pemberian Rendra.
"Nah gitu senyum,kan tambah manis,sama sama,"Ucap Rendra diselingi rayuan dia.
"Manis itu gula Ren,masak aku disamaain ma gula seh,"Jawab Vera pura pura cemberut.
"Haha oke oke kalau gitu makin cantik aja deh bukan manis biar gak dekerubungi semut juga,"Jawab Rendra tertawa dan Vera pun memukul Rendra,Vera belum sadar sampai saat ini jika Rendra bukan lagi Rendra waktu SMP yang baek dan penolong.
"Ren udah sore aku balik ya,kasihan Bisma nyariin nanti,"Ucap Vera.
"Baiklah,aku antar?"Tawar Rendra.
"Enggak usah makasih aku bawa mobil tadi,aku duluan ya Ren,makasih udah nemenin aku,"Ucap Vera.
"Its oke,gak masalah Ver,laen kali kita makan bersama gimana?"Tanya Rendra.
"Emm bisa diatur,aku duluan ya Ren,bye,"Pamit Vera dan Rendra tersenyum.
"Bye,aku pastikan Ver kali ini kamu harus jadi milik aku karena tidak ada penghalang lagi buat aku,"Gumam Rendra tersenyum penuh arti.
__ADS_1
Vera selalu mencaari cari informasi soal keberadaan Satria tetapi hasilnya niihil,entah kemana perginya Satria ataukah mereka ke luar negeri untuk menenangkan fikirannya,karena saking frustasinya Vera tidak menemukan keberadaan Satria dia akhirnya menemui Bonita di sel tahanan untuk mencari informasi soal Satria.