
Wisnu yang sedang duduk diteras rumahnya sambil ngopi mendapat notifikasi pesan,dia lalu membuka pesan tersebut alangkah terkejutnya dia setelah melihat apa isi pesan tersebut,sebuah foto yang menunjuukan istrinya bersama pria laen dan terlihat mesra.
"Brengsek,jadi benar Vera selingkuh aaaaarrgghhhhhhh,"Teriak Wisnu lalu membanting hpnya.
Setelah puas meluapkan emosinya dia lalu bergegas pergi ketempat dimana orang tadi memberitahu tentang Vera.Dia mengendarai mobilnya dengan kencang tanpa memperdulikan keselamatan dia dan orang laen.
"Owwhhh bagus ya,pamit kerja ternyata sedang asik bermesraan dengan laki laki laen,"Ucap Wisnu menuju meja satria dan Vera,Vera amat terkejut mendapati suaminya datang ke restoran.
"Mas Wisnu,"Ucap Vera kaget.
"Kenapa?kaget lihat aku disini?dasar perempuan murahan tidak tahu diri aku bangkrut terus kamu mencari laki laki kaya begitu,"Maki Wisnu.
"Tutup mulut kamu mas,aku bukan wanita murahan aku seperti ini karena kamu,kamu yang mulai duluan menduakan aku,aku muak dengan kamu mas,aku benci dengan kamu,"Jawab Vera semua pengunjung melihat ke arah mereka.
"Apa katamu?"Wisnu akan menampar Vera tetapi dicegah oleh Satria.
"Jangan kasar sama perempuan brow,apa kamu lupa jika kamu sudah menyakiti Vera lebih dulu hah,kamu menduakan dia bahkan kamu tidak perduli dengan diaa saat dia hamil pun kamu kemana?"Jawab Satria penuh emosi.
Wisnu diam dia tidak bisa menjawab apa yang diucapkan Satria karena mwmang Wisnh saat itu tergila gila dengan Nindi.
Vera menangis lalu berlari meninggalkan Wisnu,Satria menyusulnya tetapi Vera sudah pergi entah kemana,dia sangat kawatir dengan Vera.
"Ya ampun Ver,kamu kemana?aku kawatir dengan kamu,"Ucap Satria yang mengendarai mobilnya entah kemana.
"Hiks hiks kamu jahat mas Wisnu,aku pikir kamu tidak akan mengeluarkan kata kata itu lagi,aku tahu aku memang salah mas,tapi bukan ditempat umum kamu maki maki aku mas,aku benci kamu mas,aku benci,"Tangis Vera menajadi.
Saat tengah menangis sendirian di halte bus,datanglah seseorang yang menyodorkan sapu tanganya untuk Vera.
"Terimakasi hiks hiks,"Jawab Vera tanpa melihat siapa orang itu.
"Jadi dugaan aku benar kamu punya hubungan kusus dengan direktur COMPANY,"Ucap orang itu yang tak laen adalah Jodi.
__ADS_1
"Jo Jodi kamu,"Vera terkejut melihat ternyata orang yang memberinya sapu tangan adalah Jodi.
"Biasa aja dong lihatnya,kaya lihat setan aja,"Canda Jodi
"Ahh kamu Jo,kamu kenapa disini?"Tanya Vera.
"Tadi aku mau pulang gak sengaja lihat istri bos sedang menangis dipinggir jalan,ya aku samperin siapa tahu dijahatin orang atau gimana gitu,"Jawab Jo.
"Sembarangan aja,"Jawab Vera dengan sedikit tersenyum.
"Nah gitu senyum kan cantik,"Goda Jodi yang membuat Vera kembali tersenyum malu.
"Kamu kenapa menangis disini?"Tanya Jodi lagi.
Lalu Vera menceritakan semuanya kepada Jodi,Jodi hanya menanggapi dengan tersenyum karena sebenarnya Jodi juga sudah lama curiga tetapi dia tidak mau ikut campur urusan atasanya.
"Jadi Wisnu sudah tahu Ver?"Tanya Jodi memastikan lagi.
"Enak saja,kalau aku niat memberitahu Wisnu sudah dari dulu dulu aku bilang Ver,aku sejujurnya sudah curiga sama kamu dan Satria,tatapan Satria ke kamu itu bukan hanya sekedar rekan kerja,"Jelas Jo.
" Wisshh peramal baru ne,Lalu mas Wisnu tahu dari siapa ya Jo,"Ucap Vera.
"Sepertinya orang yang sama,"Jawab Jo.
"Maksud kamu apa Jo,orang yang sama bagaimana?"Tanya Vera bingung.
"Orang yang sama yang telah mencuri data data perusahaan Wisnu,dia ingin menghancurkan Wisnu dan juga kamu,"Jelas Jo.
"Tapi Jo apa tujuanya orang itu menghancurkan aku dan mas Wisnu,"Tanya Vera.
"Itu yang harus kita cari tahu Ver,Wisnu sudah menyuruhku mencari tahu tetapi anak buahku nihil tak ada jejak apapaun,sebenarnya aku curiga dengan satu orang,"Jelas Jo.
__ADS_1
"Siapa Jo?"Tanya Vera.
"Rendra,semenjak kedatanganya semuanya berubah Ver dari perusahaan,klien klien semuanya membatalkan kerjasamanya,"Jelas Jo yang membuat Vera tak percaya.
"Jangan nuduh sembarangan Jo,Rendra itu teman baik aku waktu SMP,gak mungkin dia berbuat jahat,"Bela Vera.
"Kamu mengenalnya Ver,"Tanya Jo..
"Iya,dia teman aku dulu,"Jawab Vera.
"Aku enggak menuduh Ver,tapi semenjak ada dia perusahaan Wisnu terus mengalami penurunan lo,saran aku ni ya coba deh kamu selidiki dia secara diam diam,sebelum semuanya hancur Ver,itupun jika kamu setuju aku enggak maksa,kan dia tinggal satu atap dengan kamu,"Jelas Jo yang membuat Vera terdiam sesaat.
"Baiklah,aku akan coba Jo tapi aku enggak percaya dia sepeeti itu,"Jawab Vera.
"Orang itu bisa berubah karena keadaan Ver,"Jawab Jo.
Jo lalu mengantar Vera pulang kerumahnya dia sejujurnya ingin pulang kerumah orang tuanya tetapi Bisma sedang ada dirumah Wisnu,sampai dirumah sudah ada Rendra yang berada dirumahnya,dia nampak tersenyum misterius dia sudah menebak pasti berantem dengan Wisnu.
"Ver,baru pulang?"Tanya Rendra basa basi.
"Iya Ren,Bisma mana Ren?"Tanya Vera.
"Ada didalam tadi habis maen sama aku,terus pamit mau ngerjain tugas gitu,"Jawab Rendra.
"Ohh,makasih ya Ren udah bantu jagain Bisma,"Jawab Vera.
"Iya Ver sama sama,"Ucap Rendra tersenyum manis.
"Kalau begitu aku masuk dulu ya,"Pamit Vera lalu bergegas masuk.
Rendra tersenyum penuh arti,entah apa yang dia fikirkan,Vera kembali masuk dia melihat ponselnya banyak panggilan dan pesan dari Satria,lalu Vera menghubungi Satria agar tidak kawatir.
__ADS_1