
Sekitar pukul tujuh malam Vera pulang bersama Bisma,Rendra yang mendengar suara deru mobil keluar membuka pintu rumah Wisnu,dia amat senang Vera pulang.
"Hae Bisma,kok baru pulang?"Sapa Rendra pada Bisma.
"Iya om,maen kerumah kakek juga nenek,aku masuk kamar ya om dadah,"Ucap Bisma sambil melambaikan tangan pada Rendra.
"Iya Bisma,eem Ver kamu baek baek saja kan?"Tanya Rendra.
"Baek ko Ren,memangnya kenapa?oh ya ini aku bawain kamu makanan tadi ibu masak banyak pasti kamu belum makan?"Jawab Vera sambil memperlihatkan kantong plastik dihadapan Rendra.
"Hehe tahu aja kamu,iya aku kawatir sama kamu,"Ucap Rendra.
"Hahaha santai aja Ren,aku udah biasa ko dengan keadaan ini,makasih sudah kawatir,ini kamu makan ya aku mau istirahat,"Jawab Vera sambil menata piring juga nasi plus lauk pauknya.
"Oke,thank Ver kamu enggak mau nemenin aku makan,"Goda Rendra.
"Biasanya juga kamu makan sendiri,nanti bos kamu datang dikira kita selingkuh lagi,"Jawab Vera lalu meninggalkan Rendra sendiri.
"Aku akan buat kamu jatuh cinta sama aku lagi Ver,tunggu waktu yang tepat,"Batin Rendra tersenyum.
__ADS_1
Wisnu berpamitan pada Nindi,sebenarnya Nindi ingin melarangnya tapi dia tidak mau Wisnu berubah fikiran lagi,makanya Nindi mengijinkan Wisnu pulang.
"Eemm Nin,maaf ya jika aku sudah,"Wisnu menghentikan ucapanya.
"Aku tahu mas,enggak apa apa aku akan tetap membantu kamu kok,"Jawab Nindi dia tahu kemana Wisnu akan bertanya.
"Iya Nin,besak kita bertemu di kantor ya?"Ucap Wisnu dan diangguki oleh Nindi.
Wisnu pulang kerumahnya,dia melihat Vera sedang berdiri di balkon kamarnya,Sejujurnya Wisnu masih sangat mencintai Vera karena gengsinya yang besar dia melampiaskan semuanya pada Nindi,yang kelak akan menghancurkan Wisnu sendiri.
"Hae Brow,kemana aja seh seharian baru pulang aku sudah kaya penjaga rumah kamu aja,"Ucap Rendra.
"Mereka juga baru pulang setengah jam lalu,"Jawab Rendra.
"Apa,kemana saja mereka apa jalan jalan dengan laki laki itu,"Kesal Wisnu.
"Santai brow jangan marah begitu,"Jawab Rendra dengan mengelus pundak Wisnu tetapi Wisnu mengabaikanya dan menuju kamar Vera.
Tanpa permisi dan mengetuk pintu Wisnu masuk dengan keadaan marah,dia langsung menyusul Vera dibalkon dia lalu memeluk dan ******* bibir Vera dengan kasar.
__ADS_1
"Eemmmm lepaskan,,eeeemmmmm,"Ucap Vera yang terkejut dengan perlakuan Wisnu.
"Kenapa sayang,bukankah kamu seharian bersama dia,kenapa sekarang sama aku tidak mau,"Ucap Wisnu masih dengan kasar meremas bukit kembar Vera.
"Lepaskan mas,sakiit,"Vera berusaha memberontak dan mendorong Wisnu tetapi dia kalah tenaga,Wisnu terus menciumi Vera dengan kasar dan membawanya ke kamar dan menindihnya dikasur,Vera hanya bisa pasrah menerima perlakuan Wisnu.
Wisnu terus memaksa Vera,dan menciumi Vera dengan rakusnya,dia mulai melepaskan baju baju Vera dan dia sendiri saat mereka sudah telanjang entah kekuatan dari mana Vera mendorong Wisnu hingga terjengkang kebelakang,Vera melihat banyak tanda merah di dada Wisnu makanya dia jijik melihat suaminya dan mendorongnya.
"Dasar perempuan murahan,kenapa kau mendorongku hah apa kamu sudah kelelahan bukankah kamu menikmatinya,"Ucap Wisnu marah.
"Cukup mas,sebelum kamu mengataiku murahan lihatlah diri kamu sendiri mas,kamu itu laki laki menjijikkan kamu yang bercinta dengan wanita laen kenapa aku yang kamu jadikan sasaran mas,"Jawab Vera tak kalah emosi.
Plak,Sebuah tamparan mendarat di pipi Vera.
"Jaga ucapanmu,"Ucap Wisnu.
"Hahaa apanya yang dijaga mas,coba lihat diri kamu seluruh tubuh kamu penuh dengan ******,apa itu namanya laki laki baek mas,kamu menuduhku tanpa bukti dan lihatlah mas kamu sangat menjijikkan,"Jawab Vera menahan tangis sambil memegaangi pipinya yang merah.
Wisnu baru menyadari jika Vera mendorongnya karena melihat tubuhnya penuh dengan ****** yang dibuat Nindi,dia menyesal telah menampar Vera dan memperlakukan Vera tidak baek,karena dikuasai cemburu dan fikiran buruk Wisnu berbuat semaunya tanpa memikirkan perasaan Istrinya
__ADS_1