
Vera memunguti bajunya dan memakainya setelah selesai Vera berjalan keluar meninggalkan Wisnu yang masih mematung diranjangnya.Vera lalu keluar dia menuju taman belakang dan menangis sejadi jadinya,Rendra yang melihaat Vera sedang kacau tidak berani menyapa dia lalu mengintip keadaan Veraa.
"Arrkkghhhhhh siaal,sial,kenapa tadi aku tidak melihat ada bekas ****** disini,Nindi sialan aku sudah salah menampar Vera,aku menyakitinya ya ampuun bego bangeet aku,maafkan aku Ver,"Gumam Wisnu dia lalu mengambil pakaianya dan memakainya lagi.
Wisnu lalu berjalan keluar kamar,dia yang melihat Rendra berdiri di depan pintu belakang lalu menegurnya.
"Ren kamu sedang apa disana?"Tanya Wisnu.
"Sedang melihat bidadari nangis,"Jawab Rendra sengaja berkata seperti itu.
"Hah,maksud kamu apa Ren,"Tanya Wisnu belum paham dengan yang dimaksud Rendra.
"Kalian bertengkar lagi Wis,sori bukanya mau ikut campur,"Tanya Rendra lalu mendekat ke arah Wisnu.
"Aku yang salah Ren,kamu istirahat sana gih aku mau keruang kerja ayah,"Pamit Wisnu.
"Dasar laki laki gak peka,istri menagis karena kesalahan dia bukanya disusul eh malah ditinggalin aja,lihat aja Wis Vera pasti akan jadi milikku,"Gumam Rendra dia lalu menghampiri Vera yang masih menangis.
"Kayaknya ini bukan malam jumat,tapi kenapa aku merinding ya?kaya ada suara orang nangis,"Ucap Rendra disamping Vera.
"Sialan,aku kamu samaiin kuntilanak gitu,"Jawab Vera yang merasa disindir Rendra.
"Ye siapa yang ngatain kunti,kamu sendiri lo lagaian ngapain kamu malam malam begini nangis Ver?"Tanya Rendra menatap Vera.
__ADS_1
"Enggak apa apa Ren,cuma pengen nangis aja,"Jawab Vera dia malu ingin bercerita.
"Ya sudah kalau kamu enggak mau cerita,eh tunggu ini muka kamu kenapa Ver?"Tanya Rendra yang baru sadar jika muka Vera merah dia memegang pipi Vera.
"Emm enggak apa apa Ren,"Jawab Vera lalu menunduk dia tidak mau ketauan berbohong lagi.
"Apa ini kelakuan suami kamu Ver,"Tanya Rendra menahan emosi.
"Ren aku masuk dulu ya,maaf mau istirahat,"Jawab Vera mengalihkan perkataan Rendra dia tidak mau Rendra tahu masalah yang dihadapinya .
"Baiklaah,selamat malam Ver,"Jawab Rendra dan Vera hanya tersenyum lalu meninggalkan Rendra yang masih di taman belakang.
Rendra mengepalkan tanganya sejujurnya dia tidak rela melihat orang yang dicintainya disakiti,seandainya dia punya kuasa pasti akan merebut Vera.Sedangkan Wisnu yang berada diruang kerja ayahnya memgambil bingkai foto ayah dan ibunya.
"Ayah maafkan Wisnu yang belum bisa penuhi permintaan ayah untuk bahagiakan Vera,aku suami yang gak becus yah pantas Vera juga selingkuh karena aku yang sudah sangat menyakiti dia,"Wisnu mencium foto ayahnya dia menangis mengingat kenangan bersama kedua orang tuanya dulu.
Pagi menjelang Vera bangun,dia sengaja memilih tidur bersama anaknya,lalu dia membersihkan diri dan keluar untuk membuat sarapan pagi,meski hatinya terluka dia tetap membuat sarapan untuk keluarganya.
"Ver,maafkan aku,"Wisnu tiba tiba muncul di dapur memghampiri Vera.
"Rendra sarapan sudah siap,"Teriak Vera dia sengaja tidak menjawab omongan Wisnu.
"Iya Ver,siap,eeh ada bos udah berduaan aja pagi pagi bikin ngiri aja,"Ledek Rendra yang mendapat lemparan serbet dari Vera.
__ADS_1
"Cepetan sarapan sana lalu bantu aku belanja ke pasar,"Ucap Vera.
"Ya Elah Ver,aku udah mandi enggak usah kamu lempar pakai serbet juga kali,la itu ada,"Belum sempat selesai menjawab Vera sudah menyahut.
"Aku maunya kamu yang antar,wanita murahan kaya aku bebas mau jalan sama siapa aja,"Jawab Vera sengaja menyindir Wisnu.
"Ver,aku mau bicara,"Ucap Wisnu menghentikan langkah Vera dengan memegang tangan Vera.
"Lepaskan,kamu kan jijik dengan wanita murahan jadi lepaskan jangan pegang tanganku,"Tegas Vera lalu Wisnu melepaskan tangan Vera.
"Tolong Ver,maafkan aku,jangan diem aja,"Jawab Wisnu.
"Ren ayo berangkat,nanti aku kasih bonus plus plus lo,"Ajak Vera sengaja memanas manasi Wisnu,Rendra bingung harus bagaimana dia hanya nyengir dan mendahului keluar.
"Vera,"Bentak Wisnu.
"Kenpa hah?mau menampar aku lagi mas,ayo silahkan tampar mas,tampar biar kamu puas neh tampar,"Jawab Vera lantang.
Tangan Wisnu sudah terangkat akan menampar Vera tetapi tidak jadi,dia sadar kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah.
"Kenapa mas gak tampar aku,ini tampar aja atau sekalian bunuh aja aku mas biar kamu puas dan bebas,"Jawab Vera yang membuat Wisnu terduduk dibawah.
"Vera aku mohon maafkan aku,aku tahu aku salah Ver,maafkan aku,"Ucap Wisnu.
__ADS_1
Vera tidaak menghiraukan permintaan maaf Wisnu,dia berlenggang pergi menyusul Rendra yang sudah berada dihalaman memanasi mobil Vera,pagi itu Vera berangkat bersama Rendra ke pasar untuk belanja bulanan.