
"Ver tunggu,aku mau bicara,Veraaaa,"Teriak Wisnu tetapi diabaikan oleh Vera.
"Arrggghhhhh,"Wisnu menyugar rambutnya kasar.
Sedangkan Vera tetap masuk mobil dan sengaja menarik tangan Rendra agar cepat masuk,Rendra hanya cengar cengir tetapi dalam hati dia senang.
"Ayo Ren buruan,kamu mau mengantar aku tidak seh,"Tanya Vera kesal.
"I iya Ver,mau tapi bagaimana Wisnu jika dia marah,"Jawab Rendra.
"Bodo amat,aku enggak peduli Ren,cepetan jalan,"Bentak Vera saking kesalnya dan Rendra mulai menjalankan mobilnya menuju pasar.
Vera akan belanja bulanan dia memilih pasar karena harganya lebih terjangkau daripada di supermarket atau swalayan besar.Rendra dengan setia mengikuti Vera dan membantunya membawa barang belanjaanya hingga dia selesai berbelanja.
"Ren kita cari makan yuk,aku lapar,"Ucap Vera setelah selesai belanja.
"Kirain kamu gak lapar Ver saking kesalnya,"Canda Rendra dengan senyuman.
"Dasar kamu,ya lapar lah kalau makan dulu baru belanja takut kebagian sayur yang layu Ren,udah yuk cari makan,"Ajak Vera dan Rendra mengikutinya disamping.
Mereka mencari makan di sebuah restoran yang lumayan rame,tempat itu salah satu tempat favorit Wisnu dan Vera.
"Kenapa makan disini seh Ren,"Tanya Vera.
"Loh kenapa Ver,ini restoran kesukaan aku makanan disini enak enak loh,"Jawab Rendra bingung.
"Enggak apa apa seh,"Ucap Vera.
__ADS_1
"Kalau kamu gak suka kita cari tempat laen aja,"Ucap Rendra yang paham denan ekpresi Vera.
"Enggak usah,ayo aku sudah lapar,"Kata Vera lalu berjalan mendahului Rendra.
Mereka tengah asik makan hingga selesai,dan entah kebetulan atau gimana Wisnu datang ke restoran yang sama bersama Nindi,mereka ingin membahas bisnis mereka ada Jodi juga disana.
Vera yang selesai membayar bil akan keluar dan tanpa sengaja dia melihat Wisnu bersama mantannya kembali.
"Sudah ku duga ternyata mereka masih ada hubungan,"Gumam Vera.
"Loh Vera?kok kamu disini?"Tanya Jodi terkejut melihat Vera berada direstoran yang sama.
"Hae Jo,yah kebetulan aku lagi makan,kamu sama bos kamu kesini?"Tanya Vera.
"I iya Ver,itu dia sama Nindi akan membahas proyek kerjasama mereka?"Jawab Jo agak ragu takut Vera marah
"Nindi memberikan suntikan dana untuk perusahaan Wisnu Ver,jadi perusahaan suami kamu tidak jadi bangkrut,"Jelas Jo Vera seakan tak percaya kok bisa Nindi mempunyai perusahaan pasalnya Nindi tidak suka berbisnis.
Vera lalu berpamitan dengan Jo,Wisnu tidak sadar jika Nindi ada direstoran yang sama,buru buru Vera mengajak Rendra pulang sejujurnya Rendra tahu jika Nindi ada disana karena Rendralah yang sengaja memberitahu Nindi jika dia bersama Vera,Niat Rendra dan Nindi agar mereka cepat bercerai.
"Eh ada Bos lagi sama siapa bos?"Tanya Rendra pura pura tidak tahu jika mereka saling kenal.
"Rendraaaa kamu apa apaan seh malah sapa mereka,"Kesal Vera .
"Hehe maaf Ver,spontan gitu,"Jawab Rendra sambil garuk garuk kepala.
"Rendra,Vera?"Ucap Wisnu kaget.
__ADS_1
"Emm kami duluan ya Bos,"Jawab Rendra yang tak enak pada Vera karena dia sudah duluan keluar restoran.
"Wis kok bisa Rendra pergi sama Vera?"Tanya Nindi pura pura tidak tahu.
"Ya bisa lah Nin,kita tinggal satu rumah jelas saja Vera kenal dan ternyata mereka teman semasa SMP dulu,"Jelas Wisnu Nindi sedikit terkejut mengetahui fakta jika Rendra kenal dengan Vera dia takut Rendra akan berhianat dengannya.
"Nin kok melamun?"Tanya Wisnu menganggetkan Nindi.
"Eh,enggak ko oh ya kejar Vera nanti dia bisa salah paham lagi,"Saran Nindi pura pura baek.
"Tapi,"Ucap Wisnu lalu dipotong oleh Nindi.
"Udah kejar sana,aku akan ngobrol dengan Jodi dulu,"Ucap Nindi.
Jodi yang hafal dengan sifat Nindi hanya memperhatikan interaksi mereka tanpa berkomentar apa apa,Jodi tahu jika Nindi hanya berpura pura baek dan bodohnya Wisnu bisa percaya lagi dengan mantan terindahnya itu.
"Vera,tunggu aku mau bicara?"Cegah Wisnu yang berhasil memegang tangan Vera.
"Bicara apa lagi,lepaskan tangan saya dan silahkan anda bersenang senang sana,saya tidak perduli,"Jawab Vera dan menepis tangan Wisnu.
"Tolong jangan salah paham Ver,aku bersama Jodi,Nindi sudah membantu perusahaan aku yang sedang kolep,"Jelas Wisnu.
"Gak nanya,udah yuk Ren pulang,"Jawab Vera tak perduli lagi justru dia menggandeng tangan Rendra.
"Vera dengarkan aku dulu,ahhh sial harus dengan cara apa lagi aku bicara,"Gumam Wisnu dia lalu berbalik arah masuk ke restoran lagi.
Vera terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan Wisnu,dan dia juga masih menggandeng tangan Rendra sampai diparkiran mereka bertemu Satria,Vera mematung dia tak menyangka akan bertemu orang yang dia rindukan semenjak kejadian waktu itu mereka tidak saling kontak,Satria yang melihat Vera sedang bergandengan tangan dengan laki laki laen hatinya langsung memanas,Vera yang sadar arah tatapan mata Satria ke tangan mereka dia buru buru melepaskan tangan Rendra.
__ADS_1