Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 80


__ADS_3

Vera sedang asik bermain dengan Bisma dibelakang rumah ibunya,dia sudah mulai bisa menerima keadaan atas kehilangan ayahnya dan juga rumah tangganya,terkadang dia juga masih sering melamun.


"Mbak,sidang perceraian kamu kapan?"Tanya Rafa yang menghampiri Vera.


"Minggu depan dek,aku belum tahu mas Wisnu sudah tanda tangan belum atas surat panggilan kemaren,"Jawab Vera.


"Aku akan bantu mbak agar masalah kamu cepat selesai,"Ucap Rafa.


"Terimakasih dek,kakak hanyaa bingung perusahaan yang diberi alamarhum ayah mertuaku apa aku kembalikan saja pada dia,"Jawab Vera.


"Kalau itu hak Bisma ya jangan lah mbak,lagian mas Wisnu enggak tahu kan,biarkan saja itu menjadi hak Bisma mbak,"Jelas Rafa dan diangguki Vera.


Mereka tengah asik ngobrol hingga bunyi notif ponsel Vera menyala,dia lalu mengambil ponsel dan membukanya.


"Apa apaan ini,bilangnya menyesal tetapi malah mesra mesraan seperti ini,dasar laki laki brengsek,"Vera marah di lalu membuang ponselnya Rafa yang melihatnya heran kenapa ponsel kakaknya dibuang.


Rafa mengambil ponsel Vera dan melihat isinya dia tersenyum miring.


"Mbak kenapa kamu buang,justru ini bagus kamu tidak perlu sidang berkali kali tinggal tunjuukan bukti ini ke hakim,"Jelas Rafa.


"Maksud kamu apa dek?"Tanya Vera yang belum paham arah pembicaraan adeknya itu.


"Makanya kakakku yang cantik jangan maen marah dan banting hp aja untung baek baek aja,jadi gini mbak jika mas Wisnu mempersulit perceraian kalian dengan alasan ini itu kamu bisa menunjuukkan bukti ini mbak dan hakkim percaya langsung ketok palu deh,"Jelas Rafa.


"Iya juga ya dek,ya Ampun aku enggak kepikiran kesitu,"Jawab Vera sambil meneepuk jidatnya.


"Makanya jangan maen buang aja,ini siapa yang ngirim mbak?"Tanya Rafa.


"Mbak juga gak tahu dek,dulu juga pernah ngirim vidio vulgar mas Wisnu dengan mantanya itu?"Jawab Vera.


"Lalu Vidio itu masih mbak?"Tanya Rafa


"Enggak tahu dek kayaknya aku hapus deh,"Jawab Vera.


"Coba deh mbak cari itu juga bisa jadi bukti lo mbak,"Jawab Rafa.


Vera lalu mengambil alih ponselnya dari tangan Rafa dan mencari vidio syur suaminya dulu.


Dirumah sakit Wisnu dan Rendra terlihat kawatir dengan keadaan Nindi,karena dokter belum keluar juga dari ruangan Nindi.Sekitar duapuluh menit dokter perempuan keluar kedua lelaki tersebbut menghampiri dokter.


"Maaf dimana suami pasien?"Tanya dokter tersebut yang membuat kedua lelaki tersebut saling tatap dia bingung mau jawab apa karena memang Nindi belum menikah.


"Memangnya ada apa ya dok,dia sepupunya dok,"Jawab Wisnu lebih dulu.


"Sayaa perlu bicara dengan suaminya,"Kekeh dokter tersebut.

__ADS_1


"Maaf dok tante saya belum menikah,"Jawab Rendra yang membuat dokter tersebut terkejut.


"Kalau tunangan atau pacar bagaimana?"Tanya dokter itu yang membuat kedua laki laki tersebut saling tatap.


"Maaf dok memangnya ada apa ya dok,apa Nindi punya sakit yang serius,"Tanya Wisnu.


"Sebenarnya tidak mas,tetapi ini bisa dibilang berita bahagia juga berita kurang baek,"Jelas dokter.


"Terus terang saja dok,tidak apa apa karena hanya saya keluarga disini yang laenya berada diluar dok,"Ucap Rendra.


"Baiklah kalau begitu,nona Nindi sebenarnya tidak sakit dia sedang mengandung,"Jawab Dokter itu.


"Apaaaa?mengandung?dokter tidak salah?"Tanya Rendra.


"Tidak mas,nona Nindi sedang mengandung usia kandunganya sudah dua minggu,"Jelas Dokter yang membuat Wisnu teringat dengan kejadian dua minggu yang lalu saat Nindi bilang Wisnu memaksanya berhubungan badan.


"Ini tidak mungkin,gak mungkin Nindi mengandung anakku,gak mungkin,"Batin Wisnu gelisah.


""Maaf saya permisi mas,"Ucap dokter itu.


"Oh iya dok silahkan,"Jawab Rendra.


"Wis kita masuk yuk,"Ajak Rendra tetapi tidak ada jawaban dari Wisnu karena Wisnu sedang melamun.


"Woiiii bengong aja kesambet loh,"Bentak Rendra.


"Kamu kenapa melamun?ayo masuk jenguk Nindi,"Jawab Rendra.


"I iya ayo,"Ucap Wisnu Rendra berjalan duluaan ke ruang perawatan Nindi sedangkan Wisnu dia agak ragu masuk,dia takut dan cemas jika memang itu anaknya,sedangkan dia sendiri sedang ada masalah keluarganya karena gugatab cerai dari Vera.


"Gimana keadaan kamu Nin?"Tanya Rendra.


"Udah mendingan Ren,eemm Ren tolong belikan aku makanan ya,aku lapar,"Ucap Nindi dia sengaja menyuruh Rendra pergi.


"Owh oke baiklah kamu sama Wisnu dulu gak apa apa kan?"Tanya Rendra.


"Iya,"Jawab Nindi,Rendra lalu keluar dan menyuruh Wisnu menemani Nindi dulu sejujurnya Rendra sudah bisa menebak jika Nindi hamil dengan Wisnu dia semakin yakin untuk mendapatkan Vera.


"Mas,kamu pasti sudah dengar dari dokter kan,"Tanya Nindi lirih.


"I iya Nin,apa itu anak aku Nin?"Tanya Wisnu ragu.


"Memangnya anak siapa mas,kamu fikir aku wanita murahan yang mau sama siapa aja begitu,"Jawab Nindi dengan marah.


"Maaf Nin,bukan maksud aku kayak gitu,"Jawab Wisnu.

__ADS_1


"Kamu enggak mau tanggung jawab mas?"Tanya Nindi tapi Wisnu masih diam membisu.


"Jawab mas,kamu enggak mau tanggung jawab atas anak ini begitu,"Tanya Nindi sekali lagi dengan menangis.


"Bu bukan begitu Nin,aku bingung,"Jawab Wisnu.


"Bingung apa lagi mas,kamu takut kehilangan Vera,lalu anak ini bagaimana?"Jawab Nindi.


"Aku digugat Vera Nin,minggu depan sidang pertamku,"Ucap Wisnu sedih.


"Bagus dong mas,kamu bisa nikahi aku tanpa ada yang mengganggu,"Jawab Nindi tersenyum miring.


"Beri aku waktu Nin,"Jawab Wisnu.


"Sampai kapan mas,sampai perut aku besar?kalau kamu tidak mau tanggung jawab aku akan gugurkan bayi ini,"Ancam Nindi.


"Jangan gila kamu Nin,aku pasti tanggung jawab tapi tolong kasiih aku waktu sampai sidang perceraian aku selesai,"Bentak Wisnu.


"Bener ya mas,jangan lama lama,kalau sampai mami dan papi taahu aku bisa digantung hidup hidup,"Jawab Nindi.


Saat Wisnu akan menjawab Rendra datang dan dia tidak jadi bicara,tetapi sebenarnya Rendra sudah datang dari tadi tetapi dia sengaja merekam pembicaraan Wisnu dan Nindi yang suatu saat akan berguna untuknya.


Dirumah bu Karina sedang terjadi kepanikan karena Bisma tiba tiba muntah muntah dan pingsan,Vera sangat kawatir dia lalu membawa Bisma kerumah sakit dan ternyata rumah sakit yang sama dengan Nindi dirawat.Bisma masuk UGD Vera terus saja menangis takut terjadi apa apa dengan anaknya.


"Nak tenangkan dirimu,jangan seperti ini Bisma pasti baek baek saja,"Nasehat Bu Karina.


"Vera takut bu,takut Bisma kenapa napa selama ini Bisma sehat sehat aja kenapa tadi tiba tiba demam dan pingsan bu,"Jawab Vera memeluk ibunya.


"Kita doakan sama sama semoga Bisma baek baek saja nak,"Jawab Bu Karina.


"Iya mbak apa yang dibilang ibu benar,kita sebaiknya berdoa ya,"Ucap Rafa.


Vera akhirnya bisa tenang dia mencoba menghubungi Wisnu walau bagaimanapu. dia ayah biologisnya,tetapi sampai beberapa kali dia menghubunginya tidak bisa Vera juga menulis pesan untuk Wisnu agar saat membuka ponselnya dia bisa membacanya.


Bisma sudah siuman,dia terkena infeksi paru paru yang lumayan parah,selama ini Bisma sudah merasakan sakit tetapi dia tidak pernah mengeluh atau memberitahu ibunya karena dia tahu ibunya sedang tidak baek baek saja,dia tidak mau menambah beban fikiran ibunya,Vera menangis histeris mendengar penjelasan Bisma dia tidak menyangka Bisma tahu tentang kehidupan dirinya.


"Sayang maafkan Bunda,bunda salah nak,bunda tidak pernah memperhatikan kamu,"Ucaap Vera menciumi Bisma.


"Bunda enggak salah,Bisma enggak apa apa bun,""Jawab Bisma tersenyum.


"Bunda mohon nak apapun yang kamu rasakan cerita sama bunda,atau nenek Bisma tidak boleh diam saja,"Jelas Vera.


"Iya bun,laen kali Bisma bicara ayah mana bun?"Tanya Bisma dan Vera hanya diam dia tidak tahu harus menjawab apa.


"Emm ayah sibuk nak,tadi bunda sudah tlf ayah,"Jawab Vera menahan aer mata.

__ADS_1


"Sudah bun Bisma tahu bunda bohong,bunda jangan nagis ya,Bisma enggak mau Bunda sedih terus,"Ucap Bisma,Vera menagis dengan memeluk Bisma.


Bu Karina dan Rafa juga terharu melihat anak dan cucunya seperti itu,mereka lalu berpelukan bersama.Rafa keluar untuk mencari makan buat ibu juga kakaknya,saat melewati ruang persalinan dia seperti mendengar suara Wisnu lalu Rafa mengehentikan langkahnya dan mengintip kamar tersebut,dan benar saja ada Wisnu sedang bercanda gurau dengan Nindi,Rafa masuk dengan emosi dia memukuli Wisnu sampai sampai satpam turun tangan melerai mereka.


__ADS_2