Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 7


__ADS_3

Sudah beberapa hari Wisnu dirumah orang tuanya,Vera tidak sekalipun tlf atau menyuruh Wisnu pulang begitupun dengan Wisnu dia juga tidak mau mengalah dan egois,tetap pada pendirian dia sendiri tidak mau meminta maaf terlebih dahulu.


"Wis,kalian ini bertengkar sampai sampai Vera tidak menyusul atau menghubungi kamu,"Tanya pak Santo(Ayah Wisnu).


"Vera pa yang selalu mencari masalah,dia selalu saja curiga sama aku dan Nadin,padahal aku sudah tidak punya hubungan apa apa sama dia,"Jawab Wisnu lalu duduk di samping ayahnya.


"Vera tidak mungkin akan marah atau curiga jika kamu tidak melakukan kesalahan Wis,ingat kalian ini sudah punya anak jangan apa apa marah terus kamu pulang kesini,selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin,"Menasehati Wisnu.


"Tapi pa,Vera dikit dikit curiga aku capek pa dicurigai terus,"Jawab Wisnu tak mengakui yang sebenarnya.


"Jadilah laki laki yang bertanggung jawab Wis,itu pilihan kamu,kamu yang sudah menghamili dia sudah sepantasnya kamu memperlakukan mereka dengan baek,ingat satu lagi lupakan Nindi,papa tahu kalian masih berhubungan jika kamu tetap menjalin hubungan dengan Nindi,maka Vera akan papa bawa keluar negeri hidup disana bersama ibumu,"Ancam pak Santo lalu meninggalkan Wisnu yang nampak terkejut dengan ancaman ayahnya.


Sedangkan dilaen tempat Vera sedang bersama Satria disebuah rumah makan,Satria mengajak Vera untuk makan siang bersama.


"Terima kasih mas,sudah mentraktir saya dan Bisma makan di restoran ini,"Ucap Vera pada Satria.


"Santai aja mbak,jangan sedih lagi ya aku enggak tega lihat kamu setiap hari murung terus,kasihan Bisma tuh,dia juga butuh kasih sayang kamu,jika kamu sedih Bisma ikut merasakanya,"Jawab Satria sambil mencubit hidung Bisma.


"Sakiitt om jangan cubit hidung Bisma,"Jawab Bisma cemberut.


"Hehe maaf Bisma,habisnya om gemes sama kamu,"Jawab Satria sambil terkekeh.


"Mbak,apa kamu akan tetap bertahan dengan hubungan kalian?"Tanya Satria dia sudah mengetahui kisah rumah tangganya Vera.


"Enggak tahu mas,aku bingung keluargaku tahunya rumah tanggaku baek baek saja,aku bingung mas,"Menghela nafas berat.


"Fikirkan kebahagiaan kamu juga Ver,jangan mau hanya dijadikan ladang uang dan boneka olehnya,"Nasehat Satria.


"Aku akan coba bercerita sama ibu mas,"Jawab Vera.


"Kalian sudah kenyang?mari pulang kasihan Bisma mengantuk,"Satria melihat ke arah Bisma yang sudah berkali kali menguap.


"Eh iya Bisma ngantuk ya nak,"Tanya Vera sambil mendekat kearah Bisma.


"Iya bunda,Bisma ngantuk,"Mengucek matanya.


"Iya sudah ayo pulang sayang,terus Bisma bobok,"Vera akan menggendong Bisma tetapi Bisma menolak.


"Aku mau gendong om Satria bun,"Berlari ke arah Satria.


"Eh sayang gendong bunda aja nak,om Satria kan harus kerja sayang,"Membujuk Bisma.

__ADS_1


"Enggak apa apa Mbak,biar aku antar kalian dulu,"Satria menggendong Bisma.


"Yeeeee aku digendong om Satria,om Satria baik enggak seperti ayah,"Celoteh Bisma yang membuat Vera menitikkan aer mata.


"Ayo jangan nangis,namanya anak kecil,"Satria menepuk punggung Vera yang masih diam.


"I iya mas,maaf,"Menghapus aer matanya.


Mereka pulang bersama,Bisma sangat senang bisa pergi bersama karena ayahnya tidak pernah mengajaknya jalan jalan.Sampai dirumah Vera lalu menidurkan Bisma dan dia bersih bersih agar terlihat lebih segar.Wisnu belum pulang dari rumah orang tuanya Vera juga tidak berniat menghubungi Wisnu.


Saat akan berganti baju ada suara ketukan pintu,entah suaminya atau tamu yang laenya Vera tetap melanjutkan mengganti pakainnya terlebih dahulu.


"Assalamualaikum Ver,ini ibu nak buka pintunya,"Teriak ibu Karina.


"Iya sebentar,"Teriak Vera dari dalam lalu bergegas keluar rumah untuk membuka pintu.


"Loh ibu,datang kok gak bilang bilang,kan aku bisa jemput,"Vera nampak terkejut dengan kedatangan ibunya.


"Ibu berusaha hubungi kamu tetapi tidak bisa makanya ibu datang kesini,"Ibu lalu masuk kedalam rumah.


"Maaf bu,seharian aku enggak buka ponsel aku,tumben ibu datang kemari pasti ada yang penting,"Tanyaku lalu ikut duduk disamping ibuku.


"Wisnu mana?ibu ada perlu denganya,"Jawab ibu.


"Kalian tidak sedang berantem kan,"Tanya ibu penuh selidik.


"Enggak kok bu,emm bu Bisma nanyain ibu terus tuh,"Aku mengalihkan pembicaraanku dengan ibu aku belum siap untuk cerita.


Ibu lalu menuju kamar Bisma lalu Vera beranjak kedapur dia akan memasak.Saat Vera sibuk memasak ternyata Wisnu pulang kerumah,dia lalu menghampiri istrinya untuk meminta maaf sejujurnya dia juga sayang sama Vera.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini Wisnu akan berangkat ke kota H untuk menyusul mertuanya bekerja,karena disana membutuhkan karyawan dan Wisnu tidak keberatan untuk itu.


"Mas,kamu hati hati ya disana,jaga kesehatan jangan capek capek,"Vera memeluk suaminya.


"Iya Ver,terima kasih ya,kamu jaga Bisma baek baek,"Wisnu mengecup kening Vera.


"Iya mas,jangan lupa kabarin aku ya,"Vera mencium tangan suaminya.


Meski hubungan mereka membaek tetapi Vera tahu jika Wisnu belum mencintainya.Vera juga semakin dekat dengan Satria,perasaan nyaman itu telah hadir dalam diri Satria.

__ADS_1


"Halo Mbak,apa kamu sedang sibuk,"Tanya Satria yang menghubungi ponsel Vera.


"Halo juga mas,enggak mas aku sudah dirumah ko,"Jawab Vera lembut.


"Kita ketemu yuk ditaman,"Ajak Satria.


"Baik mas,tapi aku titipin Bisma sama ibu dulu ya,kasihan jika dibawa mas cuacanya enggak menentu,"Pamit Vera.


"Iya enggak apa apa,aku tunggu ya kamu langsung berangkat saja,"Jawab Satria di tlf.


Vera lalu mematikan tlf Satria dan bergegas berganti pakaian dan menggendong Bisma lalu mengajaknya kerumah ibunya.Sejujurnya Vera merasa bersalah pada ibunya tetapi semua karena terpaksa.


Ditaman Satria sudah menunggu Vera,,entah kenapa dia selalu ingin bertemu dengan Vera,dia berniat akan menyatakan perasaanya pada Vera,meski dia tahu ini salah tetapi dia hanya ingin mengungkapkan apa yang dia rasakan.Dia tersenyum menatap kedatangan Vera.


"Mbak,kamu terlihat cantik sekali memakai dres itu,"Puji Satria pada Vera.


"Kamu mas bisa aja,berarti biasanya aku enggak cantik dong,"Jawab Vera malu malu.


"Setiap hari kamu cantik Mbak,tetapi hari ini lebih cantik,"Terus memandang Vera.


"Mas kok lihatin aku gitu banget seh,"Vera malu malu menundukkan wajahnya.


"Emang enggak boleh ya?"Tanya Satria lalu mengajak Vera duduk.


"Emm boleh kok mas,oh ya ada apa mas mengajak aku bertemu disini?"Tanya Vera penasaran.


"Tapi kamu jangan marah ya mbak,"Jawab Satria.


"Bicara aja belum mas,masak mau marah,"Jawab Vera.


"Ya janji dulu sama aku,kalau aku bicara ini kamu jangan marah dan jangan jahui aku,aku hanya mengungkapkan apa yang aku rasakan,"Satria menatap intens Vera.


"I iya mas,"Vera kikuk sendiri.


"Mbak maafkan aku,selama ini aku sayang sama kamu,sebenarnya sejak awal aku melihat kamu aku sudah tertarik sama kamu,aku kira kamu belum bersuami,tetapi kenyataanya kamu sudah menikah,aku berusaha menghapus rasa ini tetapi setelah melihat kehidupan kamu,aku menjadi semakin sayang sama kamu mbak,aku enggak rela kamu dan Bisma disakiti,aku ingin melindungi kamu walau aku tidak bisa memiliki kamu,ijinkan aku melindungi kamu dan Bisma mbak,"Satria mengungkapkan perasaanya pada Vera yang membuat Vera terkejut.


"Mas,jangan bercanda dong gak lucu tauk,"Vera berusaha mengelak dan menganggap omongan Satria itu hanya lelucon.


"Aku serius mbak,aku benar benar serius,tatap mata aku mbak,aku enggak bohong tentang perasaanku sama kamu,"Satria memegang tangan Vera.


"Tapi mas,aku,aku sudah punya suami dan anak,aku enggak pantas kamu cintai,masih banyak wanita single diluaran sana yang lebih dari aku mas,aku gak pantad mendapat cinta kamu,"Jawab Vera.

__ADS_1


"Aku tahu Mbak,aku enggak menuntut kamu apa apa,tetapi ijinkan aku menjaga dan melindungi kamu juga Bisma,"Satria tetap kekeh dengan perasaanya.


Vera tak bisa berkata apa apa lagi,dia menangis dan Satria memeluknya membawa dia kedalam dekapanya,Vera juga tidak berontak dia juga merasa nyaman dalam pelukan Satria.


__ADS_2