Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 31


__ADS_3

"Maafkan saya tuan saya tidak berhak menyerahkan perusahaan ke tangan anda karena semua harus dengan persetujuan nona Vera,"Jodi menjelaskan pada Wisnu sambil menunjukkan surat wasiat ayahnya.


"Bulsyit,aku yang anaknya ayah Jo,kenapa istriku yang diberi tanggung jawab sedangkan Vera tidak mengerti masalah perusahaan,"Wisnu merasa tidak terima.


"Apa tuan lupa saat pengacara datang kerumah,tuan dalam keadaan down sedangkan perusahaan harus tetap berjalan,"Jawab Jo.


"Baiklah ijinkan aku bekerja disini saja,aku akan buktikan pada ayah jika aku bisa diandalkan Jo,"Sambil menyeruput kopi yang sudah disediakan OB.


"Baiklah tuan silahkan anda bekerja disini,anda boleh menempati ruangan almarhum ayah anda,"Jawab Jo.


"Heemm,aku akan bicara pada Vera terlebih dahulu,ya sudah saya mau kembali kerumah dulu,jangan lupa siapkan segala keperluan saya buat besak Jo,"Pamit Wisnu lalu berlalu keliar ruangan.


"Baik tuan,"(Kenapa tuan mencurigakan ya,seharusnya jika memang ingin bekerja tidak perlu meminta kepemilikan perusahaan atas nama dia segala)Batin Jo curiga.


Jo masih bengong diruangan sendiri,dia menaruh curiga kepada Wisnu dia tidak boleh gegabah dalam bertindak,karena dia harus menjaga amanah almarhum pak Santo.Di tempat laen Vera yang sedang sibuk memasak sudah selesai semua dan sudah menyajikan semua masakan di meja makan.


"Bunda,Bisma pulang,"Teriank bocah itu dari luar.


"Iya sayang,bunda sedang di dapur nak,"Jawab Vera setengah berteriak karena masih di dapur.


"Bunda masak apa?"Tanya Bisma yang menghampiri Vera.


"Ada deh,yang pasti Bisma bakalan suka sekarang Bisma masuk kamar lalu mandi dulu sehabis itu kita makan siang bersama ya,"Nasehat Vera sambil mengelus kepala anaknya.


Tanpa menjawab lagi Bisma langsung menuju kamarnya,bu Karina memperhatikan Vera sedari tadi tanpa Vera sadari.


"Ibu ngapain seh lihatin Vera gitu amat,"Vera baru manyadari jika ibunya memperhatikanya sedari tadi.


"Ver,kamu baek baek saja kan?ibu perhatikan kamu kelihatan pucet terus,"Jawab Bu Karina.

__ADS_1


"Aku baek kok bu,ibu tenang saja ya lebih baek ibu bebersih deh terus kita makan bersama,mas Wisnu juga sudah dijalan bu,"Jawab Vera.


Semua keluarga sudah berkumpul,mereka makan siang bersama Vera yang melihat keluarganya rukun meneteskan aer mata,setega itukah dia membohongi keluarganya tentang kehamilannya ini.Vera belum berani berbicara pada Wisnu juga ibunya dia akan mencari waktu yang tepat.


Malam Harinya Wisnu mengajak Vera berbicara di teras rumah ibu mertuanya,dia ingin menyampaikan keinginanya untuk bekerja diperusahaan ayahnya.


"Ver,duduklah aku mau bicara,"Wisnu menyeruput kopi yang dibuatkan oleh Vera.


"Iya mas,memangnya mau bicara apa?"Vera duduk disamping suaminya.


"Begini,mulai besak aku akan bekerja diperusahaan ayah,aku akan menggantikan ayah membangun dan membesarkan perusahaaan itu lagi,apa kamu mengijinkan?"Tanya Wisnu.


"Ya tentu lah mas,justru aku malah senang sekali karena Jo bisa terbebas dari tugas berat ini,kasihan dia juga mas kan semua itu hak kamu mas,"Jawab Vera merasa senang dengan keinginan suaminya.


"Terimakasih sayang,"Wisnu memeluk Vera dengan senyum yang penuh misteri.


Vera merasa bersalah atas apa yang terjadi saat ini,dia berencana akan mengembalikan perusahaan atas nama Wisnu saja karena memang dia tidak berhak atas itu semua dan Vera juga tidak memahami masalah perusahaan.Vera menghubungi Jo tanpa sepengatuhan Wisnu dia akan membahas masalah hak milik perusahaan dia akan menemui Jo besak saja.


"Apa enggak merepotkan ibu nanti jika Bisma ikut ibu,"Jawab Vera.


"Enggak Ver,Bisma anak yang baek dan nurut kok lagian banyak yang bawa cucu cucu mereka Ver,"Bu Karina mematikan kran lalu duduk disebelah Vera.


"Terserah ibu saja lah,Vera juga ada perlu dengan Asisten Jo bu,Vera akan membahas masalah perusahaan mas Wisnu,"Vera lalu menceritakan niatnya itu kepada ibunya.


"Terserah kamu saja nak,bagaimana baiknya ibu akan selalu mendukung apapun itu asal baek untuk kalian,"Nasehat bu Karina .


"Iya bu,terimakasih ya bu,"Vera memeluk ibunya.


Setelah selesai mengobrol Vera pamit akan mandi dan bersiap siap akan menemui Jo karena Wisnu sudah berangkat ke kantor.

__ADS_1


"Ver, bisakah kita bertemu,"Sebuah pesan singkat dari Satria.


"Maaf mas,aku tidak bisa kalau sekarang memangnya ada apa mas?,"Balas Vera.


"Ada sesuatu yang mau aku sampaikan,tetapi jika sibuk laen waktu saja,"Balas Satria.


Vera tidak membalas pesan Satria lagi,dia harus bergegas siap siap karena akan bertemu Jo.Mereka akan bertemu di kafe Kanaya,perjalanan ke kafe membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam Vera tiba disana dan Jo sudah tiba.


"Hae,sudah lama Jo,"Sapa Vera.


"Baru lima belas menit nona,silahkan duduk nona,"Balas Jo ramah dan mempersilahkan Vera duduk.


"Maafkan saya Jo terlambat,saya menunggu taksi,"Vera merasa tidak enak.


"Loh mobil nona kemana?"Jo heran pasalnya Vera bisa menyetir malah memilih naek takssi.


"Dirumah Jo,saya sengaja ingin naek taksi saja,"Jawab Vera.


Mereka lali mulai mengobrol dan Vera mengutarakan niatnya,sebenarnya Jo kurang setuju dia ingin sekali menolak dan memberitahu jika firasatnya tidak baek tetapi Jo juga tidak mempunyai bukti jadi terpaksa setuju dengan usulan Vera.Saat mereka tengah ngobrol tiba tiba datang Rini sahabat Vera dan Satria dulu.


"Hae Ver,ya ampuuunnn udah lama banget ya kita enggak bertemu,"Cerocos Rini dan menghambur memeluk Vera.


"Riniiii,iya aku kangen banget sama kamu,kamu ngapain disini?"Tanya Vera mereka masih berpelukan Jo yang menyaksikan mereka tengah berpelukan hanya meringis.


"Aku lagi nunggu temen aku juga tetapi belum datang,aku lihat kamu lalu menghampiri kesini deh,"Jawab Rini.


"Ya sudah kamu tunggu disini dulu gabung sama kita,oh ya kenalin dia Jo asisten mas Wisnu,"Vera memperkenalkan Jo


"Haeee,aku Rini,"Rini mengulurkan tangan pada Jo.

__ADS_1


"Saya Jo,"Jawab Jo menyambut uluran tangan Rini.Akhirnya mereka ngobrol bertiga dan tiba tiba Rini mengeluarkan sebuah kertas undangan yang membuat Vera diam terpaku lalu pingsan.


__ADS_2