
Vera telah sampai dirumah,dia berjalan masuk ke kamar dan melamun aer matanya masih saja terus membasahi pipinya.Bu Karina masuk dia nampak lebih tegar dibanding Vera.
"Vera,kamu makan dulu nak dari tadi kamu belum makan,"Ucap Bu Karina sambil membawa sepiring nasi beserta lauknya.
"Enggak bu,Vera gak lapar bu?"Jawab Vera tanpa menoleh ibunya.
"Nak,ikhlaskan ayahmu dia pasti sedih jika melihat kamu seperti ini,ibu juga sedih kehilangan ayah kamu,tetapi Allah lebih sayang ayah nak,kita doakan ayah sama sama ya semoga ayah ditempatkan disurgaNya,"Jelas ibu Karina dan memeluk Vera.
Mereka menangis bersama,bu Karina menenangkan Vera dan memberi dukungan untuk anak semata wayangnya meski hatinya hancur dia lebih sabar.Wisnu masuk ke bu Karina yang paham lalu menyuruh Wisnu menemani Vera.
"Wis,temani Vera ibu mau kedepan dulu,"Ucap Bu Karina yang masih sangat sedih.
"Iya bu,ibu yang ikhlas dan tabah ya?"Jawab Wisnu.
"Iya nak,terimakasih kamu temani Vera bujuk agar makan ya?"Titah bu Karina lalu dia keluar dari kamar.
Wisnu mengangguk lalu mendekat ke arah Vera,dia mengelus pundak istrinya Vera menoleh,dia langsung memeluk Wisnu dan menangis sejadi jadinya dia melupakan jika mereka tengah berantem,saat ini yang Vera butuhkan sandaran untuk kesedihanya.
__ADS_1
"Ikhlas sayang,ayah sudah tenang disurga,"Ucap Wisnu memeluk istrinya.
"Ayah kenapa pergi secepat ini mas,aku masih butuh ayah hiks hiks,"Jawab Vera.
"Semua sudah digariskan sama Allah Ver,kita hanya bisa menerima dengan ikhlas dan lapang dada,"Ucap Wisnu.
"Kamu makan ya aku suapin,dikit saja biar perut kamu enggak kosong,kasihan Bisma dia nanyain kamu terus,"Ucap Wisnu lagi dan Vera mengangguk.
Wisnu lalu mengambil piring yang tadi dibawa ibu mertuanya dan menyuapi Vera,walau dengan deraian aer mata Vera mau makan,tetapi beberapa suap dia sudah tidak mau makan lagi,Bisma masuk diantar Jodi dia langsung memeluk ibunya.
Sedangkan Nindi yang tidak tahu jika mertuanya Wisnu meninggal uring uringan karena menghubungi Wisnu juga Rendra tidak bisa,dia juga datang kerumah Wisnu tetapi kosong tidak ada siapa siapa.
"****"
"Saya tunggu kabar dari kamu secepatnya,"Jawab Nindi.
"Awas kamu mas,jika mau lari dariku,"Ucap Nindi
__ADS_1
Setelah beberapa jam Nindi mendapat kabar dari orang suruhanya jika mertua Wisnu meninggal,Nindi tertawa karena satu penghalang telah tiada,dia berfikir akan lebih mudah mendapatkan Wisnu.Berita kematian pak Candra juga telah sampai pada telinga Satria,dia ingin sekali datang dan berbela sungkawa tetapi niat itu dia urungkan karena pasti ada Wisnu disana,Satria tidak mau membuat keributan dia akan datang disaat Wisnu bekerja saja.
Sudah 3hari sejak kematian pak Candra,Vera masih saja bersedih dan dia memilih tinggal bersama ibunya dia tidak mau pulang kerumah Wisnu,dan Wisnu mengijinkan.
"Ver,boleh aku bekerja ya?perusahaan sedang butuh aku Ver,"Ijin Wisnu.
"Silahkan mas,aku enggak apa apa aku sama ibu disini sekalian Bisma kamu bawa ke sekolah ya,kasihan udah gak masuk sekolah beberapa hari,"Jawab Vera.
"Iya sayang,kamu makan ya baek baek sama ibu jangan sedih sedih terus ya,"Ucap Wisnu lalu bersiap bersih bersih.
"Selamat pagi bu,"Sapa Vera menghampiri ibunya didapur.
"Pagi sayang,loh kamu kok belum siap enggak antar Bisma nak sekolah,"Tanya ibunya.
"Enggak bu,biar bareng sama mas Wisnu aja,"Jawab Vera.
"Wisnu sudah masuk kerja?"Tanya Bu Karina.
__ADS_1
"Iya bu,perusahaanya baru akan bangkit,"Jawab Vera.
Mereka akhirnya sarapan bersama,Vera masih saja banyak melamunya dia mengingat kenangan makan bersama almarhum ayahnya.