Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 59


__ADS_3

Nindi semakin hari semakin menjadi,dia sudah benar benar terobsesi dengan Wisnu dia berencana akan mendatangi alamat rumah Vera,dia akan mencari Wisnu disana karena orang suruhan Vera telah menemukan Wisnu sering datang kerumah Ibunya Vera.


"Aku harus temui Wisnu meskipun dirumah Vera,aku tidak perduli,"Gumam Nindi.


Nindi lalu bergegas memesan taksi dan menuju alamat rumah Vera.Sekitar satu jam Nindi telah sampai,dia turun di depan rumah Vera dia tidak menyangka jika Vera anak orang kaya juga,setahu dia Vera hanya gadis kampung dia terpana melihat rumah Vera.


"Sialan ternyata rumah Vera tak kalah bagus dari rumah Wisnu,hebat juga itu anak sudah bisa membuay rumah sebagus ini,"Gumam Nindi.


Nindi menunggu orang orang keluar dari rumah itu,Nindi ingin melihat siapa saja yang sering kesana,saat dia tengah memperhatikan rumah Vera datang Satria dia akan menjemput Vera,melihat ada orang mengamati rumah Vera Satria menghampirinya.


"Maaf mbaknya kenapa berada disini apa mbaknya saudara yang punya rumah itu?"Tanya Satria sambil menunjuk rumah Vera.


Nindi terpana dengan ketampanan Satria,dengan penampilan yang berbeda Nindi lupa jika pernah bertemu dengan Satria.


"Halo,mbaknya enggak apa apa kok bengong,"Tanya Satria sambil mwngibas ngibaskan tanganya didepan wajah Nindi.


"Eh i iya mas,maaf emm saya sedang mencari alamat rumah teman saya mas,tapi saya lupa dimana karena terakhir saya bertemu disini,"Jawab Nindi berbohong.

__ADS_1


"Oh,mbaknya punya foto orang sini atau tidak barangkali saya kenal?"Tanya Satria.


"Aduh saya enggak punya mas,dia teman masa sekolah saya dulu,"Jawab Nindi.


Saat Satria tengah mengobrol dengan Nindi Vera keluar daei rumah dan Nindi buru buru pergi takut ketauan dengan Vera.


"Mas maaf saya permisi dulu,"Ucap Nindi buru buru pergi.


"Eh mbak tunggu,hem maen pergi saja,"Gumam Satria.


"Eh kamu Ver,itu tadi ada orang berdiri disini terus kaya intai rumah kamu,aku samperin aku tanyain katanya cari rumah temanya gitu,"Jelas Satria.


"Siapa mas,kok aku enggak tahu?"Tanya Vera.


"Aku juga enggak tahu Ver,oh ya gimana kamu sudah siap Ver,?"Tanya Satria.


"Eh iya,ayo pamitan sama ayah dan ibu dulu,"Ajak Vera.

__ADS_1


Mereka lalu masuk dan berpamitan kepada kedua orang tua Vera,Bisma sangat senang dengan kehadiran Satria setelah sebentar mengobrol mereka berangkat menuju bandara karena harus segera berangkat ke ke kota Y.Selepas mereka pergi Wisnu datang dan secara tidak sengaja Pula Nindi datang,dia yang melihat keberadaan Vera langsung memeluknya.


"Mas Wisnu tunggu,"Ucap Nindi memghentikan Wisnu akan masuk


"Kamu,ngapain kamu disini?"Ucap Wisnu.


"Aku yang seharusnya tanyaa,kemana saja kamu mas,kenapa kamu menghindari aku?"Tanya Nindi sambil memeluk Satria.


"Lepaskan Nindi,kita tidak ada hubungan apa apa lagi,aku sudah tahu semua kebusukan kamu jadi jangan harap aku mau sama kamu lagi,pergi dari sini atau aku usir dan bilang warga kampung jika kamu pencuri,"Ancam Wisnu.


"Tega kamu mas,kamu membuangku seperti sampah setelah kau bosan,"Jawab Nindi tak kalah emosi.


"Siapa yang membuang kamu Nindi,jaga bicara kamu,semuaa sudah selesai jangan pernah ganggu aku lagi,"Usir Wisnu.


"Awas kamu mas,aku akan balas semua hinaan ini,"Ucap Nindi dengan nada tinggi hingga mengundang para tetangga Vera keluar dan melihat apa yang terjadi.


Para tetangga tengah berbisik bisik didepan rumah mereka masing masing,sedangkan Nindi dengan penuh emosi ke hotel yang dia sewa.

__ADS_1


__ADS_2