Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 48


__ADS_3

"Selamat ya Ver,akhirnya kamu lolos dan berhasil memenangkan tander ini,"Ucap Jo.


"Makasih Jo,semua berkat kamu juga kalau enggak ada kamu aku enggak akan bisa jadi seperti ini,"Jawab Vera.


"Sama sama Ver,oh ya bagaimana rencana kedepan kamu eemm apa kamu jadi mengajukan gugatan cerai Ver,"Tanya Jo ragu ragu.


"Entahlah Jo,aku sebenarnya ingin sekali tetapi akhir akhir ini dia selalu datang kerumah dan Bisma menjadi sangat dekat dengan ayahnya iti membuatku sulit untuk berpisah bagaimana jika Bisma kecewa sama aku dan menyalahkan aku Jo,""Jawab Vera lesu.


"Sabar saja Ver,lihat dulu bagaimana kedepan jangan sampai perpisahan membuat Bisma terabaikan,"Jelas Jo.


"Iya Jo,makasih ya Jo aku balik dulu keburu sore,"Pamit Vera.


"Iya Ver,hati hati ya,"Jawab Jo.


Vera mengangguk dan bergegas keluar kantor,dia berencana akan mampir ke restoran kesukaan ibu dan juga anaknya karena telah menang tander.Sepanjang perjalanan Vera merasa seperti diikuti orang,tetapi tiap menoleh tidak ada Vera cepat cepat menyetop taksi dan menuju restoran.

__ADS_1


Setelah selesai membeli makanan kesukaan keluarganya Vera bergegas pulang,tapi naas taksi yang dikendarai mengalami pecah ban,sopir taksi meminta Vera menunggu dulu karena sopir itu akan membawa taksinya ke bengkel,Vera terpaksa menurut,dia duduk disalah satu bangku yamg ada dipinggir jalan,untuk mengurangi bosen dia menghubungi Satria.


"Halo sayang,tumben tlf duluan kangeen ya,"Sapa Satria membuat Vera senyum senyum.


"Ihh apaan seh mas,aku bosen ini mau pulang tapi taksi yang aku tumpangi mengalami pecah ban jadi aku menunggu,"Jawab Vera.


"Memangnya kamu dimana Ver,ini sudah hampir magrib dan masih dijalan?"Tanya Satria terdengar kawatir.


"Aku habis dari restoran Laras mas,ini enggak tahu dijalan mana?"Jawab Vera.


"Halo Ver,kamu kenapa?kamu baik baik saja kan Ver,"Tanya Satria tetapi tidak ada jawaban dari Vera.


"Halo,halo,Ver kamu dengar aku,"Satria masih panik sedangkan yang terdengar hanya jeritan orang orang,hingga salah satu dari orang yang menolong Vera menemukan ponsel Vera yang masih menyala dan tersambung lalu dia mengambil ponsel Vera.


"Halo,maaf mbak atau mas yang punya ponsel ini terkena musibah,"Ucap orang tersebut.

__ADS_1


"Ya halo pak,maksud bapak bagaimana ya?"Tanya Satria.


"Mbak yang punya ponsel ini tertusuk mas,dia tidak sadarkan diri,"Jawab orang itu.


"Masya Allah,pak tolong pak bawa dia kerumah sakit terdekat dan ponsel ini tolong bapak bawa nanti kabari saya pak,ada imbalan nanti pak tolong pacar saya pak,"Panik Satria.


"Baik pak,saya akan menolongnya saya matikan ya,"Jawab orang itu dan bergegas menolong membawanya ke klinik atau rumah saakit teerdekat.


"Halo non,saya sudah berhasil menusuk target,"Ucap orang itu.


"Hahaha bagus juga kerja kamu,oke akan saya tranfer uangnya,kamu kirim rekeningnya,"Jawab Nindi.


Ternyata Nindilah biang kerok ini,dia sengaja menyuruh orang untuk mencelakai Vera,setelah mendapat kabar rencananya berhasil dia sangat senang,dia lalu menuju club malam untuk merayakan keberhasilanya tanpa sepengetahuan Wisnu tentunya.


Satria bergegas menuju rumah sakit Harapan dimana Vera dibawa kerumah sakit itu,orang yang tadi menghubunginya telah memberi kabar kepada Satria,dengan kawatir dia mengendarai sepeda motornya agar cepat sampai rumah sakit.

__ADS_1


Sedangkan Bu Karlina yang mengetahui anaknya belum pulang nampak kawatir,karena tidak biasanya anaknya pulang telat,dia menanyakan pada Wisnu dan Wisnu juga tidak tahu.Bu Karlina semakin resah entah dia akan menghubungi siapa lagi,dia juga tidak tahu nomor ponsel teman temanya.


__ADS_2