Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 78


__ADS_3

"Mbak jadi kamu benar benar akan berpisah dengan mas Wisnu?"Tanya Rafa setelah mendengar kisah kakaknya itu.


"Ya dek,kakak sudah lelaah dengan semua ini,kasihan Bisma dia berharap sosok ayah selalu ada tetapi yang ada ayahnya selalu sibuk dengan urusanya sendiri,"Jelas Vera mengingat bagaimana Bisma selalu meminta ayahnya untuk sekedar menemani bermain saja enggak bisa.


"Yang sabar dan kuat ya mbak,sekarang aku paham kenapa almarhuum ayah menyuruhku menjaga kamu mbak,"Jawab Rafa.


"Maksud kamu apa dek?"Tanya Vera.


"Jadi sebulan yang lalu ayah datang ke pondok mbak,dia menanyakan kapan studiku selesai,aku bilang sebulan lagi,dan beliau bilang jika aku harus kembali ke sini karena ibu dan mbak butuh aku gitu,aku fikir ayah cuma merayuku saja,"Jawab Rafa.


"Ya Allah ayah hiks hiks,"Vera kembali menangis dan Rafa memeluknya dia juga sedih mengingat kenangan terakhirnya bersaama pak Candra.


Wisnu mencari cari keberadaan Rendra tetapi tidak menemukannya hingga dia datang kerumah ibu mertuanya,Rafa yang melihat Wisnu langsung menghadangnya untuk melarang bertemu Vera.


"Mau apa kamu kesini?"Tanya Rafa.


"Hae Raf,aku mau jemput kakak kamu sama Bisma,"Jawab Wisnu.


"Enggak perlu,kakakku akan tetap disini bersama Bisma,dia enggak akan pergi kemana mana,"Tegas Rafa.


"Dia anak dan istri saya Raf,saya berhak membawa dia pulang,"Jawab Wisnu.


"Suami macam apa yang tega menyakiti istrinya berulang kali bahkan vidio mesum kamu saja beredar di ponsel kakakku,"Jawab Rafa sambil mengepalkan tanganya.


"Maksud kamu apa Raf,"Jawab Wisnu dengan panas dingin.


"Tanyalah pada diri kamu sendiri,sekarang pergi dari sini selagi aku masih sabar,"Ucap Rafa Tegas lalu menutup pintu rumahnya.


"Raf,tunggu apa maksud kamu,aku butuh Vera,aku mau bicara sama dia Raf,buka pintunya Rafa,"Teriak Wissnu dari luar tetapi bu Karina maupun Vera hanya diam Rafa sengaja melarang mereka membuka pintu untuk Wisnu,sedangkan Vera menangis dipelukan ibunya.


Wisnu menyugar rambutnya kasar,dia tidak tahu apa yang terjadi kenapa tiba tiba Rafa membencinya,dia masih duduk dilantai sambil bersandar pada pintu,dia tidak akan pergi sebelum Vera keluar

__ADS_1


"Ver,sebaiknya kamu keluar selesaikan semuanya dengan baik baik jangan seperti ini,"Nasehat bu Karina.


"Halah biarkan saja bu,laki laki macam dia pantas diginiin,"Jawab Rafa.


"Rafa,ibu tahu kamu sangat menyayangi kakakmu tetapi kakakmu punya tanggung jawab juga nak dengan rumah tangganya,jika hanya didiamkan maka sampai kapanpun akan berlarut larut dan saling menyakiti,biarkan kakakmu menyelesaikan sendiri masalah rumah tangganya,ibu yakin Kakakmu tahu mana yang terbaek nak,"Jelas Bu Karina.


"Tapi aku enggak rela bu laki laki itu menyakiti mbak Vera,"Jawab Rafa.


"Sudah dek,benar kata ibu aku harus segera selesaikan semua ini,aku juga ingin bahagia kasihan Bisma jika dia punya Ayah tetapi seperti tidak punya ayah,"Ucap Vera.


"Baguslah nak,temui dia ajak bicara jika memang tidak bisa bersama segera urus semuanya biar tidak saling menyakiti dan menjadi bahan omongan orang,ibu percaya sama kamu Vera,kamu pasti bisa,"Jawab Bu Karina lalu memeluk anaknya.


Vera akhirnya mau menemui Wisnu,dia ingin menyelesaikan semuanya,dia tidak ingin berlarut larut dalam kesedihan,hatinya sudah terlanjur hancur saat ayahnya meninggal.


"Vera,Vera kamu keluar juga sayang,"Wisnu sangat senang melihat Vera keluar dia ingin memeluknya.


"Stoop jangan mendekat,silahkan duduk aku mau bicara,"Wisnu menurunkan tanganya kembali tidak jadi memeluk Vera .


"Haha kangen?apa arti kangen itu mas,aku sudah tidak memiliki rasa kangen lagi,"Ucap Vera tanpa memandang Wisnu.


"Ver,apa yang terjadi?kenapa kamu jadi seperti ini?kemaren kamu masih baik baik saja,apa salahku Ver?"Tanya Wisnu.


"Jadi kamu enggak merasa bersalah sedikitpun mas sama aku?"Vera balik tanya.


"Aku sudah minta maaf aku juga sudah berubah buat kamu Ver,aku akan memperbaiki kesalahan aku,"Jelas Wisnu.


"Apa ini yang namanya memperbaiki kesalahan mas,"Jawab Vera sambil menunjuukan rekaman Vidio dirinya berhubungan badan dengan Nindi semalam.


"Ver,ini,ini tidak mungki,a aku bisa jelaskan,"Jawab Wisnu gugup.


"Tidak perlu mas,mau jelaskan apa lagi,bukti itu benar benar asli dan ada orang yang mengirimnya,bisa bisanya kamu habis kehilangan ayah mertua kamu tetapi kamu mesum dengan wanita laen yang bukan istri kamu,suami macam apa kamu hah,"Bentak Vera emosinya sudah memuncak.

__ADS_1


"Maafkan aku Ver,aku diberi obat perangsang Ver tadinya aku mencari kamu tetapi kamu tidak ada,"Jawab Wisnu.


"Hahaha alasan konyol,kamu tahu aku disini dan kamu mencari aku dirumah,apa kamu amnesia mas,"Jawab Vera sambil tertawa meledek.


"Aku,aku,"Belum selesai bicara Vera sudah memotongnya.


"Cukup mas,disini aku akan bicara sebelumnya aku juga minta maaf mas,sejujurnya aku juga pernah mendua disaat kamu bersama Nindi dulu,aku ingin balas dendam sama kamu mas,bahwa aku bisa aku sempat mengakhiri hubunganku dengan dia dan memperbaiki hubungan kita tetapi ternyata aku tidak bisa aku terlalu cinta sama dia,walau begitu kita juga tidak bisa bersama, dia juga beristri aku sudah mulai menerima kamu kembali tetapi apa kenyataanya lagi lagi kamu menyakiti aku mas,"Jelas Vera yang membuat Wisnu mengepalkan tanganya.


"Berapa lama kamu sama laki laki itu?"Tanya Wisnu menahan amarah.


"Tidak usah kamu bertanya berapa lama,kamu sendiri bagaimana mas?"Tanya Vera.


Wisnu tidak bisa menjawab dan akhirnya hanya diam menunduk,hingga Vera berbicara lagi.


"Mas,aku sudah putuskan dan sudah fikirkan ini matang matang ,,haahh kita lebih baek berpisah mas,aku akan segera urus surat perceraian kita,tidak ada yang perlu kita pertahankan dan soal Bisma aku tidak melarang kamu untuk menemuinya karena dia darah dagingmu sendiri,tapi perlu kamu ingat aku meminta berpisah bukan berarti aku kembali sama laki laki itu,tidak mas aku tidak seperti kamu meski sama sama brengseknya,"Jelas Vera.


"Enggak Ver,tolong beri aku kesempataan sekali lagi,ampuni aku Ver,kita mulai dari awal aku juga sudah memaafkan kamu,"Jawab Wisnu memohon.


"Maafkan aku mas,aku enggak bisa berapa kali aku memberi kamu kesempatan tapi justru kamu mengulanginya lagi,"Jawab Vera.


"Kamu bisa bahagia dengan Nindi tanpa aku mas,aku enggak akan ganggu hubungan kalian lagi,"Ucap Vera menahan tangis.


"Apa sudah enggak ada harapan lagi buat aku Ver?"Tanya Wisnu.


"Enggak mas,keputusanku sudaah bulat,terimakasih mas sudah memberiku pelajaran yang berharga dan juga kenangan yang indah buat aku,maafkan aku jika selama ini belum bisa menjadi istri yang baek seperti yang kamu inginkan,"Ucap Vera dan tanpa permisi aer matanya jatuh juga.


"Baiklah jika memang ini keputusan kamu,aku terima Ver,sejujurnya aku masih sangat mencintai kamu,"Jawab Wisnu menunduk.


"Sudahlah mas,itu bukan cinta kita jalani masing masing raihlah kebahagiaan kamu,begitupun aku,maaf ku rasa sudah yang aku bicarakan aku permisi mas,"Pamit Vera lalu bergegas pergi masuk ke dalam rumah.


Wisnu berjalan gontai untuk pulang,dan Vera menangis dengan bersandar pada pintu,dia merosot kebawaah menutup matanya dan terisak,bu Karina menghampirinya dan merangkulnya,dia menenangkan anaknya.

__ADS_1


__ADS_2