
"Saya tahu saya salah yah,saya janji akan memperbaiki semuanya,saya akan berubah yah saya akan membahagiakan Vera dan juga Bisma,tolong beri aku kesempatan sekali lagi yah,Wisnu mohon yah ampuni Wisnu,"Wisnu berlutut di bawah kaki pak Candra,Vera mengintif dari dalam kamar dia menitikkan aer mata.
"Sudah Wis,cukup ayah sudah memaafkan kamu,manusia tidak luput dari salah dan dosa begitupun ayah dan ibumu,tetapi untuk bersama Vera ayah tidak bisa menjawab semua keputusan ada ditangan Vera Wis,berusahalah dan tunjukkan apa yang kamu katakan barusan,"Nasehat ayah Candra.
"Terima kasih ayah,aku akan buktikan pada Vera yah,"Wisnu sedikit lega dia lalu berdiri dan memeluk ayah mertuanya.
Sedangkan Vera di dalam kamar menangis dia bimbang,disatu sisi hatinya sudah terlanjur jatuh hati pada Satria tetapi jauh dilubuk hatinya masih ada sedikit rasa cinta untuk suaminnya.Bu Karina yang melihat putri semata wayangnya bimbang dia mengetuk pintu kamar Vera dia akan bicara empat mata dengan Vera.
"Tok tok,Ver ini ibu?boleh ibu masuk nak?"Tanya Bu Karina sambi mengetuk pintu.
"Ya bu sebentaar,"Jawab Vera,lalu dia berjalan ke arah pintu tetapi sebelumnya dia sudah menghapus aer matanya.
"Boleh ibu masuk dan bicara nak"Tanya bu Karina.
"Iya bu,ayo masuk bu,"Ajak Vera lalu mereka duduk ditepi ranjang dengan Vera duduk disamping ibunya.
"Nak,apa kamu baek baek saja?"Tanya Bu Karina.
"Vera baik ko bu,memangnya ibu mau bicara apa?"Tanya Vera.
"Ver,apa keputusan kamu untuk bercerai sudah benar benar bulat?ibu tahu nak Wisnu banyak melakukan kesalahan yang membuat kamu kecewa,marah,bahkan sakit hati,tetapi semua itu kan ada penyebabnya nak,apa pernah kamu bertanya pada suamimu kenapa sampai dia bertindak sejauh itu?"Tanya Bu Karina.
__ADS_1
"Entahlah bu,hati ini terlanjur sakit hati bu dengan sikap dan kelakuan mas Wisnu,Vera juga bukan wanita baek baek tapi selama ini Vera berusaha selalu menjadi istri yang baek dan penurut untuk mas Wisnu,tetapi dia selalu begitu bu,aku juga kasihan dengan Bisma bu,selama ini dia kurang perhatian sosok ayah dan baru akhir akhir ini dia dekat dengan ayahnya,rasanya tak tega memisahkan mereka bu,"Jelas Vera dengan mata mulai berkaca kaca.
"Ibu tahu nak,ibu dulu juga pernah diposisi kamu,jadi ibu tahu rasanya tetapi setiap manusia itu punya kekurangan dan juga kelebihan,mungkin sekali kesempatan dia masih bisa berbuat salah tetapi kedua kali kesempatan siapa tahu dia sudah benar benar berubah nak,"Jawab Bu Karina.
"Maksud ibu apa,"Tanya Vera tak mengerti.
Lalu bu Karina menceritakan suka dukanya dulu bersama suaminya alias pak Candra ayah Vera.Bu Karina juga pernah diselingkuhi oleh pak Candra sewaktu 3tahun pernikahan tetapi berkat kesabaran dan kegigihan bu Karina mempertahankan rumah tangganya akhirnya pak Candra sadar dan berubah hingga sekarang.Vera amat terkejut dengan cerita ibunya dia tidak menyangka jika rumah tangga ibunya dulu juga pernah tidak baek baek saja.
"Aku akan mencoba untuk menerima mas Wisnu bu,tetapi aku belum bisa sepenuhnya aku akan melihat dulu bagaimana perubahan dia dan kegigihan dia mempertahankku dan pernikahan ini,"Ucap Vera.
"Apapun keputusan kamu nanti jangan sampai menyakiti Bisma nak,kasihan dia Bisma masih sangat membutuhkan kassih sayang kalian berdua,"Nasehat bu Karina lalu memeluk anaknya tersebut.
Bu Karina pamit keluar untuk membuat makan malam sedangkan Wisnu dia baru akan masuk kamar tetapi dia tidak jadi karena melihat ada ibu mertuanya.
"Terima kasih bu,"Jawab Wisnu lalu berjalan masuk dengan gontai.
Vera tengah mandi jadi dia tidak tahu jika Wisnu masuk,Wisnu merebahnya tubuhnya dikasur rasa lelah yang dirasakan membuatnya tertidur tanpa berganti pakaian maupun melepaskan kaos kakinya.Vera keluar dari kamar mandi terkejut mendapati Wisnu tertidur dengan pakaian kerjanya,buru buru Vera berganti pakainya dia akan membangunkan Wisnu agar bangun dan mandi.
"Ver,jangan tinggalin aku,maafkan aku Ver aku salah aku bodoh udah menyakiti kamu dan Bisma,jangan tinggalin aku Ver,"Rancau Wisnu dengan mata terpejam rupanya dia bermimpi.
Vera terkejut mendengar Wisnu mengigau,dia tidak jadi membangunkan Wisnu justru duduk termenung dengan aer mata yang menetes.Perlahan lahan dia mengusap kepala suaminya ditatapnya wajah lelah itu wajah yang membuatnya jatuh cinta setelah dia patah hati,wajah yang bisa membuatnya melupakan Al,wajah yang bisa membuatnya selalu tersenyum dan wajah itu pula yang membuatnya menangis.
__ADS_1
"Kalau saja kamu tidak berselingkuh mungkin aku masih mencintai kamu mas,rasa ini tidak akan pernah memudar seperti sekarang,maafkan aku mas jika aku juga sudah berhianat kita sama sama berhianat dengan pernikahan kita,sekarang aku bingung mas harus bagaimana?hati ini terlanjur berpindah ke laen hati,"Batin Vera menangis dan tanpa dia sadari aer matanya menetes mengenai tangan Wisnu yang membuatnya terbangun.
"Ver,kamu kenapa?"Tanya Wisnu terkejut melihat Vera menangis.
"Enggak ko,aku enggak apa apa,"Jawab Vera buru buru menghapus aer matanya.
"Enggak apa apa kok nangis,maafkan Ver aku tahu kata maaf tidak cukup dan pantas untukku tapi aku tidak tahu harus bicara apa lagi,silahkan jika kamu mau pukul aku,mau caci maki aku atau mau bunuh aku sekalipun aku terima Ver,"Ucap Wisnu yang membuat Vera diam terpaku ntah harus sedih atau bahagia.
"Bicaralah Ver,jangan diamkan aku seperti ini?"Ucap Wisnu lagi sambil memegang tangan Vera tetapi ditepisnya.
"Maaf mas,aku belum bisa,"Jawab Vera lalu berjalan keluar kamar
"Haaaahhh,harus dengan cara apa lagi Ver agar kamu percaya sama aku,"Wisnu menghela nafas lalu berjalan gontai menuju kamar mandi.
Vera menuju ruang tamu menyusul Bisma yang sedang asik menonton tv bersama kakeknya,sedangkan Bu Karina masih menyiapkan makan malam.Vera membantu ibunya menata makan malam lalu mereka makan malam bersama,kehangatan itulah yang kadang Vera rindukan sudah lama sekali rasanya mereka makan malam bersama secara lengkap ada ayah,ibu,Wisnu,juga Bisma tetapi sekarang dengan kondisi hati yang berbeda.
Sedangkan ditempat laen Nindi semakin menjadi,dia marah marah setelah mencari keberadaan Wisnu dirumahnya maupun dikantornya tidak ada,Nindi tidak tahu alamat rumah ibu Vera jadi dia tidak mencari kesana.
"Sial,kemana seh mas kamu itu?Sepertinya kamu sengaja menghindari aku,"Gumam Nindi.
"Aku harus cari tahu,dimana kamu tinggal enak saja mau meninggalkan aku,aku tidak bisa membiarkan ladang uangku hilang begitu saja,"Gumam Nindi lagi lalu dia menghubungi seseorang untuk mencari tahu tentang Wisnu dan tempat tinggalnya.
__ADS_1
Nindi lalu bergegas pulang dan bersiap siap akan ke klub malam lagi,semenjak bertengkar dengan Wisnu dia semakin sering ke club malam untuk bersenang senang melupakan Wisnu sejenak.