
"Loh ada apa ini,kenapa kelihatan serius sekali,"Ucap Bu Karina.
"Enggak ko bu cuma bahas kerjaan aja udah lama Vera gak masuk kantor,"Jawab Satria.
"Maafin anak ibu ya nak,sudah buat kamu repot perusahaan ayahnya saja juga membutuhkan dia tetapi Vera tidak mau mengelola,mungkin Rafa yang akan gantiin almarhum ayahnya,"Jelas ibu.
"Memangnya Rafa mau bu?"Tanya Vera.
"Kemaren bilang,sebelum ayahmu meninggal dia sempat datang menemui Rafa nak,"Jawab bu Karina.
"Kok aku enggak tahu ya bu,"Ucaap Vera.
"Yah mungkin ayah kamu sudah firasat nak,ya sudah kalian lanjut mengobrol saja,ibu mau memasak dulu,"Jawab bu Karina lalu pergi meninggalkan Satria dan Vera.
"Mas,maafin aku jika sikap dan perbuatanku menyakiti kamu tetapi aku memang tidak ada hubungan apa apa sama Rendra,aku tidak menuntut kamu untuk percaya sama aku mas,jika memang kamu ingin fokus dengan keluarga kamu aku ikhlas mas,mungkin memang cukup sampai disini hubungan kita,"Jelas Vera dengan menahan tangis.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu,aku benar benar mencintai kamu Ver,aku takut kehilangan kamu maafin aku jika sudah tidak percaya sama kamu,aku hanya cemburu Ver melihat kamu dengan laki laki laen,aku enggak rela,"Jelas Satria.
__ADS_1
"Tapi mas,istri dan anak kamu lama lama akan tahu juga,"Jawab Vera dan Satria terdiam.
Saat Satria akan berbicara Rafa,Rendra datang bersama Bisma setelah lelah bermain dan Satria pun pamit pulang,dia pura pura menyerahkan sebuah map agar orang orang tidak curiga.Satria menaatap Rendra dengan tajam firasatnya mengatakan jika dia juga suka dengan Vera.
Wisnu dan Nindi masih membahas proyek mereka karena besak mereka harus bertemu klien dri luar negeri.
"Mas,aku ngantuk emm boleh aku buat kopi?"Ijin Nindi padahal hanya trik dia agar bisa melancarkan aksinya.
"Boleh Nin,kamu kedapur aja Vera juga belum datang,"Jawab Wisnu,Nindi langsung berjalan ke dapur dengan kesal karena Vera,Vera terus yang diucapkan Wisnu.
"Ini mas,kopinya diminum dulu sambil istirahat aku capek banget,"Ucap Nindi menyerahkan secangkir kopi untuk Wisnu.
"Oke makasih Nin,"Jawab Wisnu dan meminta kopinya dari Nindi.
Nindi tersenyum penuh arti melihat Wisnu meminum kopi buatanya Nindi sengaja hanya memberi dosis rendah agar efeknya agak lama biar Wisnu tidak curiga.
"Gimana mas,kemanisan enggak,"Tanya Nindi.
__ADS_1
"Enggak Nin,pas kamu masih ingat saja kopi kesukaanku,"Jawab Wisnu.
"Enggak ada yang aku lupa dari kamu mas,"Ucap Nindi Wisnu sesaat terpaku pada Nindi tapi sebisa mungkin dia mengelak.
Setelah minum kopi mereka melanjutkan lagi pekerjaan yang tertunda.
Sekitar setengah jam obat perangsang yang Nindi kasih bereaksi,Nindi pura pura tidak menyadari perubahan Wisnu,dia justru pura pura tertidur saat Wisnu sudah tidak tahan akan memeluk Nindi dia juga sudah menghidupkan kamera tersembunyi untuk merekam kegiatan mereka kelak akan dia gunakan untuk menghancurkan Vera.
"Nin,kamu tidur ya?"Tanya Wisnu yang merasa suhu badanya tidak enak.Tapi tidak ada jawaban dari Nindi.
"Ini kenapa jadi panas gini ya,padahal AC udah aku gedein,Kalau Nindi memberiku perangsang kenapa dia tidur,aahh Sial kenapa ini,"Gumam Wisnu yang mulai melepas kancing bajunya satu persatu.
Wisnu menatap Nindi yang tengah tertidur pulas,bibirnya yang merah membuat Wisnu tidak tahan ingin ********** tetapi otaknya masih sedikit sadar.
"Aahh sial,,saat seperti ini Vera justru tidak ada,mana Nindi tidurnya menggoda banget lagi,Wisnu tahan jangan sampai kamu melakukan kesalahan lagi,"Ucap Wisnu menahan gejolak hasratnya.
Wisnu yang lama kelamaan sudah tidak tahan akhirnya mulai menyentuh Nindi,dia mengelus pipi dan bibir Nindi dia mulai mengecup bibir Nindi,awalnya Nindi hanya diam dia hanya pura pura sejauh mana Wisnu akan tahan dan ternyata rencanya menjebak Wisnu berhasil,Wisnu yang merasa Nindi diam lalu ******* bibirnya,awalnya Nindi pura pura kaget dan berontak tetapi karena Wisnu sudah dikuasai oleh Nafsu dia tidak peduli lagi,dia terus melancarkan aksinya dan terjadilah hubungan terlarang itu lagi.Nindi tersenyum puas dia akan memiliki Wisnu seutuhnya
__ADS_1