
Bisma menyusul bundanya ke dapur,dia memandang bundanya dengan tatapan sendu,Bisma sudah besar dia tahu bundanya selalu sedih dan menangis setiap ayahnya dirumah.
"Bunda menangis lagi ya?"Bisma mendekat dan memegang tangan bundanya.
"Eh sayang,enggak kok sayang bunda kena bawang merah aja sayang,mafin bunda ya Bisma belum bisa makan malam,"Vera menunduk dan mengecup kening anaknya.
"Bisma bantuin bunda ya?Bisma bisa kok,"Ucap bocah tujuh tahun itu.
"Bisma tungguin bunda di meja makan aja ya,biar bunda yang buatin makanan kesukaan Bisma,"Jawab Vera dengan senyum memandang wajah putranya.
"Horee,iya deh bun Bisma tunggu di sana aja ya,"Bisma menunjuk meja makan dan berlalu meninggalkan bundanya yang memasak.
Sekitar lima belas menit Vera sudah selesai memasak,dia lalu menyiapkan dan menata masakannya ke meja makan,dan makan bersama anak tercintanya.Vera bahagia memiliki anak sebaik Bisma walau hatinya sakit dan hancur Bisma seolah menjadi obat penguat untuknya.
Sedangkan Wisnu dia sudah berada dirumah Nindi,mereka bersenang senang tanpa memperdulikan perasaan Vera.
"Sayang,kapan kamu ambil harta kamu dari Vera,"Ucap Nindi manja dan masih bersandar pada tubuh polos Wisnu.
__ADS_1
"Sabar sayang,aku belum bisa mengambil celah untuk mengambil harta ayah lagi,masih ada asisten Jo yang memegang kendali perusahaan ayah,"Jawab Wisnu dengan memainkan rambut Nindi.
"Lagian kenapa kamu tidak bekerja diperusahaan ayah kamu saja seh yang,biar kamu juga leluasa memegang kendali atas perusahaan ayah kamu,dengan begitu Vera akan percaya sama kamu dan menyerahkan kepemimpinan perusahaan sama kamu,"Saran Nindi yang membuat Wisnu berfikir.
"Benar juga kata kamu sayang,kamu memang pintar makin cinta deh aku sama kamu,"Wisnu mengecup kening Nindi.
"Iya dong Nindi gitu,"dan aku akan menguras semua harta kamu mas Wisnu hahaha,rencanaku pasti berhasil dan aku akan menjadi orang kaya,Batin Nindi.
"Tetapi kita harus pura pura putus dulu sayang biar Jo percaya jika aku serius mengurus perusahaan,jika kita masih bersama dia enggak akan percaya,"Ucap Wisnu.
"Masalah itu gampang sayang,bisa diatur kamu ikuti saja akting aku oke,"Nindi turun dan menghubungi seseorang,entah rencana licik apa yang akan dia lakukan.
Suara kokok ayam membangunkan para umat manusia yang masih terlelap tidur,Vera pagi ini terlambat bangun dia melewatkan shalat subuh,dia buru buru bangun dan membersihkan diri terlebih dahulu,tidak ada Wisnu , disampingnya itu artinya dia tidak pulang.
"Sayang bangun nak,Bisma kan sekolah ayo bangun sayang,"Vera membangunkan anaknya.
"Emm iya bun,"Jawab Bisma dengan mata yang masih terpejam.
__ADS_1
"Ayo sayang,buka matanya terus mandi ya bunda udah siapin aer hangatnya,bunda mau membuat sarapan dulu oke,"Vera menciumi pipi anaknya setelah itu keluar dan menuju dapur untuk memasak nasi goreng.
Sekitar sepuluh menit Vera sudah selesai membuat nasi goreng,dia lalu berganti pakaian dan mengantar anaknya kesekolah.
"Bun,Bisma udah siap ini ayo berangkat,"Ajak Bisma.
"Sebentar sayang kamu minum susu dulu,"Vera membawa segelas susu untuk anaknya.
"Makasih bunda,"Bisma menerima susu buatan bundanya dan habis dia minum.Saat mereka akan berangkat tiba tiba datanglah dua orang polisi yang mendatangi rumah Vera.
"Assalamualaikum,apa benar ini rumah saudara Wisnu,"Tanya salah satu anggota polisi yang bernama(Supri).
"I iya benar pak,ada apa ya pak?"Tanya Vera takut kenapa tiba tiba ada polisi datang kerumahnya.
"Begini bu,suami ibu sedang berada dirumah sakit sepertinya dia dianiaya seseorang dan dibuang di pinggir jalan,"Penjelasan polisi tersebut.
"Apaaa??lalu bagaimana kondisi suami saya pak,"Tanya Vera kaget.
__ADS_1
"Lebih baek mari ikut saya bu,silahkan anda lihat keadaan suami anda,"Ajak kedua polisi tersebut,akhirnya Vera memilih ikut polisi tersebut dan membawa Bisma,bocah tersebut menangis karena takut ibunya diapa apakan sama pak polisi.
Vera yang melihat keadaan suaminya sangat prihatin,lebam lebam diwajahnya dan patah tulang pada bagian kaki juga.Entah apa yang terjadi pada suaminya tersebut dalam hati Vera senang suaminya mendapat musibah tersebut dan berharap bisa berubah tetapi hati kecilnya juga tidak tega dengan keadaan Wisnu.Vera menghubungi Asisten Jo untuk mencari tahu apa penyebab Wisnu seperti itu.