
Saat mereka tengah sarapan terdengar suara pintu tengah diketuk,ntah siapa pagi pagi sudah bertamu Vera yang memang tidak selera makan ijin untuk melihat siapa yang datang.
"Bu aku saja yang buka pintunya,"Pamit Vera.
"Kamu belum makan nak,baru sesuap aja biar ibu saja,"Jawab Bu Karina.
"Nanti saja bu,ibu saja yang lanjut makan,"Jawab Vera lalu berjalan ke arah pintu.
Vera lalu membuka pintu,sesaat dia terpaku ternyata yang datang adalah adiknya Rafa yang telah lama studi diluar kota dan jarang pulang,Vera histeris lalu memeluk adiknya dan pingsan.
"Ra,Rafa?benarkah ini kamu?"Tanya Vera gagap.
"Iya mbak,ini Rafa,bapak kenapa mbak?"Jawab Rafa tak bisa melanjutkan kata katanya lagi dia menangis,Vera pun ikut menangis dan pingsan.
"Mbak,mbak bangun,mbak Vera kenapa,mbak bangun mbak,"Panik Rafa sambil menopang tubuh Vera.
Wisnu dan Bu Karina yang mendengar ada orang teriak teriak lalu keluar menuju ruang tamu,betapa terkejutnya bu Karina melihat putra kesayanganya telah kembali.
"Rafaaaaa,anak ibu,"Teriak bu Karina memeluk Rafa dan juga Vera.
"Ibuuu,"mereka saling berpelukan Wisnu yang paham akan situasi lalu membopong Vera dan mengolesi hidungnya dengan minyak putih.
Bu Karina dan Rafa masih saling menangis dan berpelukan mereka melepas kangen,karena semenjak Rafa masuk kuliah belum pernah sekalipun pulang.Sekitar lima menit Vera sadar dia masih terasa bingung sesaat kemudian dia ingat adeknya
"Rafa,,"Ucap Vera sambil melihat sekeliling.
"Iya mbak,ini Rafa?mbak sudah sadar ini minum dulu teh angetnya Rafa yang buatin lo,"Jawab Rafa sambil menyerahkan secangkir teh untuk kakaknya dan duduk disampingnya.
"Ayah Raf,ayah ninggalin kita hiks hiks,"Tangis Vera kembali pecah.
"Sudah mbak,yang ikhlas Rafa juga sangat kehilanngan ayah tapi Allah lebih sayang Ayah mbak,mbak jangan seperti ini kasihan ayah disana sedih,"Jawab Rafa sambil merangkul kakaknya itu.
"Mbak berusaha ikhlas Raf,tetapi belum biisa aku belum bisa membahagiakan ayah Raf,"Ucap Vera terisak.
"Rafa ngerti mbak,tapi jika takdir ayah hanya sampai saat ini kita bisa apa mbak,sekarang kita doakan ayah sama sama,kita jaga ibu dan bahagiakan ibu sama sama,"Jawab Rafa.
"Kamu mau tinggal disini Raf?"Tanya Vera.
"Iya mbak,aku sudah memutuskan akan tinggal disini akan merawat ibu,kasihan ibu sendiri kan mbak sudah tinggal dengan mas Wisnu,"Jawab Rafa.
__ADS_1
Vera kembali memeluk adiknya,mereka akhirnya kumpul bersama diruang tamu sambil menunggu Bisma pulang,saat Rafa datang Bisma sudah berangkat sekolah.Rafa sangat gemas dengan keponakaanya itu,kesedihan mereka perlahan membaik dengan candaan Bisma juga Rafa.
"Raf,mbak pulang dulu ambil baju baju Bisma ya,"Pamit Vera.
"Memangnya mbak mau menginap disini?"Tanya Rafa.
"Iyalah,mbak masih kangen kamu,"Jawab Vera.
"Baiklah mbk,Bisma biar disini saja ya?"Ucap Rafa.
"Iya baiklah,mbak balik dulu ya bilang ibu nanti nyariin,"Jawab Vera dan diangguki oleh Rafa.
Vera lalu pulang bersama Wisnu,sejenak Vera mulupakan konflik rumah tangganya,begitupun Wisnu dia amat senang karena Vera baek padanya.Tetapi semua itu berubh saat mereka tiba dirumah Wisnu disana sudah ada Rendra dan Nindi.
"Siang Bos,Vera,kalian sudah pulang?"Tanya Rendra berdirri menyambut kedua bosnya itu.
"Iya Ren,saya hanya ambil baju baju Bisma juga aku,"Ucap Vera tanpa menoleh pada Nindi.
"Oh baiklah,eeemm maaf Wis mbak ini nyari kamu dari kemaren kesini terus,"Ucap Rendra pura pura.
"Kalian lanjut saja aku mau kemas baju,"Pamit Vera.
"Sayang tunggu kita ngobrol bareng ya,Nindi hanya ingin bahas proyek kita,iya kan Nin,"Tanya Wisnu meminta persetujuan Nindi.
"Tidak terimakasih,aku lebih baek kemas kemas baju Bisma,yuk Ren bantu aku siapin buku Bisma juga,"Ucap Vera.
"Eh iya mbak baiklah,mari,"Jawab Rendra mengikuti Vera dari belakang.
Wisnu sangat kesal dengan Nindi kenapa juga dia harus datang disaat yang tidak tepat,mau marah juga gak bisa karena perusahaanya saat ne tengah mulai bangkit berkat Nindi.
"Maaf Nin kalau aku mengabaikan chat maupun panggilan kamu,aku sedang berduka karena ayah mertuaku meninggal,"Ucap Wisnu.
"Turut berduka cita ya mas,maaf aku enggak tahu,makanya aku hubungi kamu terus karena ada klien dari luar negeri mau bekerjasama dengan perusahaan kamu,"Jelas Nindi walau hatinya sangat kesal.
"Waah benarkah Nin,makasih ya Nin semua ini berkat kamu,kapan orang itu datang?"Tanya Wianu girang.
"Besak Wis,makanya aku datang kesini terus,"Jawab Nindi.
"Ya ampun kamu baek banget Nin,makasih ya Nin,"Ucap Wisnu lagi.
__ADS_1
"Jangan makasih terus Wis,kita harus persiapkan materi hari ini juga,"Jelas Nindi.
"Apa?hari ini,apa harus sekarang Nin,aku harua mengantar istriku dulu kerumah ibu,"Jelas Wisnu.
"Tidak perlu,biar Rendra yang antar aku,kamu urusi saja kerjaan kamu,"Sambung Vera yang keluar dari dalam rumah dan sempat mendengar percakapan mereka.
"Tapi Ver,biar aku antar kamu dulu ya,"Ucap Wisnu.
"Enggak usah,kasiha dia sudah nunggu lama,maaf saya permisi silahkan dilanjut anggap rumah sendiri aja,"Sindir Vera yang membuat Nindi amat sangat kesal tetapi tetap berusaha tersenyum agar tidak ada yang curiga dengan aktingnya.
Vera lalu mengajak Rendra agar mengantarkanya kerumah ibunya,jika fikiran Vera tidak kacau dia memilih untuk pergi sendiri,tiba dirumah ibunya Vera terkejut karena mendapati Satria berada disana dan asik ngobrol dengan ibu juga Rafa.
"Mas Satria,kok kamu ada disini?"Sapa Vera ketika masuk kedalam rumah.
"Hae Ver,apa kabar maaf aku baru bisa datang,aku ikut berbela sungkawa ya,"Ucap Satria berdiri akan menghampiri Vera tetapi tidak kadi karena Rendra masuk dengan membawa barang barang Vera membuat Satria salah paham kembali.
"Ver,ini barang barangnya diletakkkan dimana?"Tanya Rendra.
"Eh,i iya Ren taruh kamar aja ya nanti aku bereskan,"Ucap Vera.
"Mereka kenapa selalu sama sama,sampai barang barang Vera laki laki itu yang bawakan,ada hubungan apa meereka,"Batin Satria menatap Rendra.
"Ehm ehm,nak Satria silahkan duduk lagi ibu akan buatkan minuman untuk Vera juga Rendra,"Ucap Bu Karina.
"Eh iya bu,silahkan,"Jawab Satria tersadar dari lamunanya.
"Bunda,bunda om Satria baek tadi bawaiin ini buat Bisma,"Ucap Bisma menunjukkan maenan yang tadi dibawakan oleh Satria.
"Benarkah sayang,terus udah bilang makasih belum sama om Satria,"Tanya Vera yang duduk sejajar dengan anaknya.
"Sudah dong bun,aku mau maen sama Om Rafa ya bun,bunda ngobrol sama Om Satria aja,"Jawab Bisma lalu menarik tangan Rafa.
"Eemm mas,makasih sudah bawain mainan untuk Bisma,makasih juga sudah mau datang kesini,"Ucap Vera lalu duduk disampingnya Satria
"Ya sama sama,santai aja,"Jawab Satria Cuek.
"Mas,dia teman waktu SMP dulu,dia bisa tinggal dirumahku karena mas Wisnu yang bawa,aku enggak ada hubungan apa apa sama dia,"Jelas Vera.
"Kalian kelihatan dekat,"Jawab Satria.
__ADS_1
"Terserah kamu mau percaya atau tidak,aku juga tidak menuntut kamu untuk percaya sama saya ko,"Jawab Vera.
Satria hanya diam dia tidak tahu mau bicara apa ,hingga ibu Karina datang dsn mengajak mereka ngobrol lagi.