
"Lo lagi,siap sih sering banget datang dan ngikutin Vera,mau macam macam ya lo,"Seloroh Al karena beberapa kali Al melihat Satria selalu mengikuti Vera walau dari jarak jauh Al bisa lihat dan ingat.
"Assalamualaikum,saya rekan kerja Vera,"Jawab Satria sambil mengulurkan tanganya pada Al.Belum sempat Al bertanya lagi Bu Karina muncul.
"Eh nak Satria,masuk nak Vera ada didalam,"Bu Karina muncul kebetulan dia dari warung sebelah.
"Terimakasih tante,tadi saya kerumah sakit kata dokter sudah pulang,"Jawab Satria.
"Iya nak,tadi pagi sampainya,terimakasih jauh jauh sudah datang kesini nak,silahkan duduk nak ibu panggilkan Vera dulu ya,"Pamit bu Karina.
Satria lalu duduk diruang tamu,menunggu Vera sedangkan Al pulang karena anaknya sudah waktunya pulang sekolah.Selang beberapa menit Vera keluar dan tampak lebih fres.Dia mengenakan dres navy selutut dengan lengan pendek semakin menambah kecantikannya.Satria terpana melihat penampilan Vera yang berbeda dari biasanya.
"Sudah lama mas,"Sapa Vera.
"Eh iya,baru saja ko Ver gimana sudah sehat,"Tanya Satria.
"Ya seperti yang kamu lihat mas,kata ibu tadi kerumah sakit ya,"Vera duduk disamping Satria.
"Iya,aku fikir kamu belum pulang syukur kalau sudah sehat Ver,kamu cantik,"Puji Satria.
__ADS_1
"Isshh apaan seh kamu mas,"Vera tersipu malu.
"Beneran,memakai dress itu kamu terlihat tambah cantik,"Jawab Satria.
"Biasa aja mas,aku buatin minum dulu ya?"Pamit Vera.
"Enggak Usah Ver,kamu duduk aja kan baru pulih,santai aja aku tadi udah ngopi dirumah,"Tolak Satria.
"Owh,istri kamu enggak marah mas,"Tanya Vera.
"Aku kesini mau jenguk kamu kenapa justru nanyain istri aku,"Jawab Satria kesal.Satria tidak suka jika Vera bertanya tentang istri Satria,sejujurnya Vera sangat penasaran apa penyebab Satria tidak suka kepada istrinya tetapi dia tidak berani.
"Ya sori,sori,"Jawab Vera lalu mereka asik mengobrol hingga Wisnu pulang.
"Om Satria,Bisma kangen om kemana aja?"Tanya Bisma sambil memeluk Satria.
"Hei boy,baru pulang sekolah ya?om kerja dong,"Jawab Satria sambil mencium pipi gembul Bisma.
"Nanti maen ya om,"Ajak Bisma.
__ADS_1
"Sayang kamu masuk ganti baju dulu gih terus makan,"Ucap Vera sebelum Bisma bicara yang enggak enggak.
"Siap Bunda,"Bisma berlari memasuki kamarnya sedangkan Vera hanya diam tanpa menyapa suaminya yang nampak kesal.
"Ehm ehm,ngapain kamu kesini?"Tanya Wisnu ketus.
"Saya rekan kerja Vera,jadi saya berhak kesini karena ada yang ingin kami bicarakan,"Jawab Satria.
"Rekan kerja kok datang kerumah istri orang disaat suaminya kerja,"Sindir Wisnu.
"Masih sopan rekan kerja datang kerumah istri orang daripada pelakor tidur seranjang dengan suami orang,"Jawab Vera yang membuat Wisnu bungkam dan pergi meninggalkan mereka berdua dengan marah.
"Ver,sekarang kamu berani sama suami kamu?"Tanya Satria.
"Aku capek mas,sudah berkali kali aku memberi kesempatan dan mengalah tetapi selalu saja dia salah gunakan aku diam bukan berarti aku kalah atau menerima mas,sekarang aku enggak akan diam saja,terserah dia mau ngapain aku enggak peduli,mau tahu hubungan kita juga aku enggak peduli,"Jawab Vera.
"Aku salut dan bangga sama kamu Ver,aku ada sesuatu yang akan aku bicarakan tapi tidak sekarang,laen waktu saja aku pamit dulu ya kamu istirahat yang cukup,proyek kita segera dibangun lo,"Jelas Satria.
"Iya mas,aku juga udah kangen ingin bekerja,kamu juga hati hati ya mas,"Jawab Vera.
__ADS_1
"Iya,aku permisi ya,salam buat Bisma juga ibu bilang Bisma kapan kapan maenya ditaman,"Jawab Satria yang membuat Vera tersenyum serta mengangguk.
Satria keluar dari rumah Vera,dia tidak pulang tetapi menuju taman dimana Vera ditusuk orang tidak dikenal dia akan mencari buktti agar pelaku cepat tertangkap,Satria telah melaporkan kasus penusukan Vera ke kantor polisi atas ijin pak Candra tentunya.Sedangkan Nindi yang mendapat kabar Vera baik baik saja menjadi murka semua barang barang yang ada didepanya menjadi sasaran kemarahan Nindi.