Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 50


__ADS_3

Sudah dua hari Vera dirawat dirumah sakit,Wisnu juga datang dan menunggu Vera dia juga merasa sedih melihat keadaan istrinya tersebut,perasaan bersalah selalu memghantuinya.


"Sayang,bangun,sadarlah apa kamu enggak merindukan anak kamu?maafkan aku Ver seharusnya aku bisa menjadi kepala keluarga yang baek yang dapat melindungi keluarganya,"Ucap Wisnu dia duduk disamping ranjang Vera dengan alat alat medis terpasang ditubuhnya.


"Ayah kapan bunda bangun?"Tanya Bisma dia baru datang bersama neneknya dan berlari memeluk ayahnya.


"Doakan bunda ya sayang,semoga bunda cepat sadar,"Jawab Wisnu sambil mengelus kepala Bisma.


"Iya ayah,bunda bangun Bisma kangen bunda,sebentar lagi kan Bisma ulang tahun bun kalau bunda sakit siapa yang akan ngerayain ulang tahun Bisma,"Celoteh bocah 7tahun tersebut.


Bu Karina yang mendengar celotehan anaknya menangis,dia tak sanggup jika sampai kehilanagan Vera.


"Bisma,sini nak sama nenek biarkan Bunda istirahat dulu,"Ucap sang nenek.


"Enggak mau nek,Bisma mau nemenin bunda biar cepat bangun,"Jawab Bisma sambil memeluk ibunya.


Selang beberapa menit Vera menunjukan tanda tanda akan siuman,tanganya mulai bergerak Bisma yang merasa ada pergerakan dari ibunya sangat senang dan memberitahu ayahnya yang tengah tertidur disampingnya.


"Yah,yah bangun bunda udah menggerakkan tanganya,"Bisma menggoyang goyaangkan tanganya.


"Apa nak,yang benar nak,"Jawab Wisnu terkejut.


"Iya ayah,lihat yah tangan bunda gerak gerak,"Bisma menunjuk tangan bundanya.


"Iya sayang,tangan bunda gerak,Ver apa kamu dengar kita buka mata kamu sayang,"Ucap Wisnu.


Perlahan lahan Vera membuka matanya,dia melihat sekeliling hanya putih hingga pandanganya tertuju pada Wisnu dan Bisma.


"A ku dimana?"Tanya Vera lirih.


"Ver,syukurlah kamu sudah sadar kamu dirumah sakit Ver,dua hari lalu kamu ditusuk orang,"Jawab Wisnu.


"Bunda,"Ucap Bisma lalu memeluk ibunya.


"Bis ma,"Jawab Vera.


Wisnu keluar memanggil dokter dan juga mertuanya,kedua orang tuan Vera sangat senang.


"Sayang,alhamdulilah nak akhirnya kamu sadar juga,kamu mau apa nak?"Tanya Bu Karina yang memeluk anaknya.


"Enggak bu,ayah disini juga,"Tanya Vera menatap ayahnya.


"Iya sayang,ayah sangat kawatir dengan keadaan kamu,bagaimana nak apa yang sakit,"Tanya pak Candra dan hanya dijawab gelengan kepala.

__ADS_1


Dokter datang bersama Wisnu,lalu memeriksa Vera,dan Vera dinyatakan baik,tetapi juga harus rutin menjalani kontrol agar luka jahitanya cepat kering dan jantungnya kembali normal.


Siang itu Satria datang,dia tidak tahu jika ada Wisnu disana,Satria belum mengetahui jika Vera sudah sadar.


"Assalamualaikum,"Sapa Satria dan disambut pak Candra.


"Walaikumsalam,eh nak Satria masuk nak,"Jawab pak Candra.


"Terima kasih om,bagaimana kondisi Vera,"Tanya Satria.


"Alhamdulilah sudah sadar tadi pagi nak,"Jawab pak Candra.


"Alhamdulilah,boleh saya menemuinya pak?"Ijin Satria.


"Iya nak,silahkan enggak apa apa kalau begitu saya keluar dulu ya mau membeli minum,"Pamit pak Candra.


"Iya pak Silahkan,"Jawab Satria.


Satria mendekat dan memandang Vera,Vera yang merasa ada orang menoleh dia terkejut melihat Satria disampingnya.


"Mas kamu kok disini,"Tanya Vera masih dengan suara lirih.


"Kenapa hem,kamu kaya lihat setan aja Ver,"Jawab Satria diselingi canda.


"Enggak kok mas,kamu sama siapa kesini?"Tanya Vera.


"Udah mendingan mas,cuma bekas jahitan aja terasa perih,"Jawab Vera.


"Sini aku cium biar sembuh,"Goda Satria.


"Apaan seh mas,"Jawab Vera sedikit melotot.


"Masih sakit aja bisa melotot Ver hehe,"Canda Satria.


Tanpa mereka sadari Wisnu sudah berdiri didepan pintu,melihat keakraban mereka Wisnu merasa cemburu,dia meremas makanan yang dia beli,ingin rasanya dia menghajar laki laki itu tetapi dia masih bisa menahan emosi karena sedang berada dirumah sakit.


"Ehm ehm,"Wisnu berdehem dan kedua orang tersebut melihat ke arah pintu dan terkejut melihat Wisnu disana.


"Mas Wisnu,masuk mas,"Ucap Vera dia nampak biasa biasa saja berbeda dengan Satria yang nampak kikuk ntah merasa takut atau malu.


"Siapa dia,sepertinya kalian akrab sekali,"Tanya Wisnu sambil melirik ke arah Satria.


"Kenalkan mas,saya Satria teman Vera,"Jawab Satria sambil menyodorkan tanganya.

__ADS_1


"Wisnu suami Vera,"Jawab Wisnu penuh penekanan.


"Dia yang menyelamatkan Vera juga Wis,"Ucap pak Candra yang sudah berada didalam ruangan.


"Benarkah yah,"Tanya Vera.


"Iya sayang,Nak Satria ini yang membawa kamu kesini dan kamu bisa tertolong,coba tidak ada nak Satria bagaimana kondisi kamu sekarang,"Jawab Pak Candra sengaja melirik Wisnu.


"Om berlebihan,sebagai manusia kan harus saling tolong menolong om,"Jawab Satria.


"Makasih ya mas,"Ucap Vera menatap Satria dengan penuh rindu.


"Iya mbak sama sama,"Jawab Satria.


"Kamu memang calon suami idaman nak,coba saja Vera masih single akan saya nikahkan sama kamu,"Ucap pak Candra yang membuat Wisnu tersedak.


"Uhuk uhuk,aku masih suaminya yah,"Protes Wisnu.


"Suami macam apa kamu yang tega menelantarkan anak dan istri demi perempuan murahan,sampai sampai anak saya hampir saja kehilangan nyawa gara gara kamu,"Jawab Pak Candra.


"Maksud ayah apa?"Wisnu tak mengerti kenapa masalah Vera ditusuk Wisnu disalahkan.


"Tanya sama selingkuhan kamu itu apa yang telah diperbuat,ayah akan pastikan mereka membusuk di dalam penjara dan jika sampai kamu terlibat Wis,ayah tidak akan memafkan kamu,"Jawab pak Candra.


"Om,kalau begitu saya permisi ya masih ada kerjaan,Satria pamit dia tidak mau terlibat dengan masalah keluarga mereka.


"Oh iya nak Satria,terimakasih ya atas pertolongan kamu,"Jawab pak Candra sambil memeluk Satria sebagai ucapan terima kasib.


"Iya om sama sama,mbak aku balik kerja dulu ya kamu cepat pulih dan pulang,"Pamit Satria dan semua itu tak luput dari perhatian Wisnu.


"Iya mas,terima kasih ya mas,"Jawab Vera.


"Iya sama sama,"Jawab Satria lalu keluar ruangan.


Pak Candra mengantar Satria keluar,Wisnu mendekati istrinya dia akan menanyakan ada hubungan apa mereka,karena Wisnu merasa ada hubungan kusus antara istri dan laki laki tadi.


"Kamu kelihatan deket bangaet sama dia,sampai bisa ketawa ketawa begitu,"Tanya Wisnu.


"Dia teman aku,memangnya kenapa?"Tanya Vera.


"Kalian ada hubungan?"Tanya Wisnu.


"Apa urusanya sama kamu mas,bukanya kamu yang memiliki hubungan dengan perempuan laen,"Jawab Vera yang membuat Wisnu diam tidak bisa menjawab karena pada kenyatanya dia yang berselingku.

__ADS_1


"Kenapa diam mas,benar kan?tolong keluar mas aku ingin istirahat,"Pinta Vera.


"Tapi Ver,aku,"Belum sempat meneruskan kata katanya Vera sudah membelakangi Wisnu.Wisnu pun keluar ruangan dengan wajah lesu.


__ADS_2