Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 73


__ADS_3

"Mas Satria?"Ucap Vera lalu melepaskan tangan Rendra yang masih dia gandeng.


"Apa kabar,pantas menghilang sudah ada yang baru?"Jawab Satria sambil mengepalkan tanganya.


"Enggak mas,bukan begitu dia temenku,"Ucap Vera.


"Teman tapi mesra,silahkan lanjutkan saja,saya permisi,"Jawab Satria lalu meninggalkan Vera.


"Mas tunggu,dengarkan aku dulu?"Ucap Vera mengejar Satria.


"Ver kamu mau kemana?kita jadi pulang tidak kasihan Bisma,"Ucap Rendra dia merasa aneh aja dengan sikap mereka seperti ada hubungan.


"Tapi Ren,aku,"Vera bingung mau bilang apa dia menghentikan langkahnya tidak jadi menyusul Satria.


"Kamu kenal sama laki laki itu?"Tanya Rendra.


"I iya kenal Ren,dia,dia partner kerjaku,"Ucap Vera gugup tidak mungkin Vera bilang dia selingkuhanya.


"Ohh,sepertinya kalian sangat dekat,"Tebak Rendra.


"Ahh biasa aja Ren,emm udah yuk balik,"Jawab Vera lalu berjalan duluan meninggalkan Rendra yang geleng geleng kepala.


Satria menatap kepergian Vera,dia berharap Vera akan mengejarnya tetapi harapanya pupus Vera tetap pergi bersama laki laki itu.


"Siapa laki laki itu?kenapa Vera kelihatan sangat dekat dan kenapa pula mereka gandengan tangan,"Batin Satria bertanya tanya.


"Apa Vera sudah melupakan aku atas kejadian kemaren,aahhh kenapa aku jadi seperti ini,aku harus cari tahu,"Gumam Satria.


Satria tidak jadi belanja dia justru pulang kerumahnya.Bonita yang mendapati Satria pulag dalam keadaan kesal bertanya tanya kenapa suaminya jadi kacau.


"Loh mas,kok kamu sudah pulang?Mana belanjaan kamu?"Tanya Bonita.


"Kamu belanja sendiri sana,"Jawab Satria lalu meletakkan ATM didepan Bonita.


"Mas,tunggu kamu kenapa seh,gak lihat anak kamu rewel,"Jawab Bonita.

__ADS_1


Satria menoleh dan tersenyum miris"Dia anak kamu,"Jawab Satria dan Bonita hanya bjsa bungkam.


Satria menyesal kenapa Bonita melahirkan dia tidak menceraikanya seperti perjanjian awal,justru dia menuruti kemauan mertuanya juga ayahnya.Vera yang telah sampai dirumah lalu masuk kamar dia meminta Rendra yang memasukkan barang barang belanjaanya di kulkas.


"Kenapa harus ketemu mas Satria seh,pasti dia mikir macam macam,"Gumam Vera.


"Apa aku tlf dia aja ya,tapi kalau ada Bonita gimana?"Gumam Vera lagi.


Saat dirinya tengah memikirkan Satria,dia mendapat tlf dari Satria Vera senang juga sedih dia bingung harus bicara apa.


"Ha halo mas?"Jawab Vera diaeberang tlf.


"Halo Ver,besak ada meting pagi aku harap kamu datang tepat waktu,"Ucap Satria.


"Iya mas,eemm mas soal tadi aku bisa jelaskan,"Jawab Vera.


"Jelaskan apa?jelaskan jika kalian punya hubungan?"Tebak Satria.


"Enggak mas,dia bukan siapa siapa aku,bisakah kita bertemu aku akan ceritakan ke kamu,"Jawab Vera.


"Halo mas,halo,"Vera kecewa tlfnya dimatikan lalu dia mengetik pesan dan menjelaskan semuanya kepada Satria entah dia akan percaya atau tidak yang terpenting Vera sudah memberitahunya.


Wisnu yang selesai membahas proyek dengan Nindi bergegas pulang dia mendapat kabar bahwa pak Candra meninggal,dia takut istrinya kenapa napa,Jodi ikut serta Wisnu dia juga mengenal baek ayah Vera.Vera yang selesai mandi lalu membuka ponsel untuk mengecek chat dari Satria tetapi nihil tidak ada,justru ada banyak sekali panggilan dari ibunya.


"Ibu kenapa tlf sebanyak ini ya?apa ada sesuatu?"Ucap Vera lalu menghubungi balik ibunya.


Vera yang mendapat kabar ayahnya meninggal langsung histeris pasalnya ayahnya tidak mempunyai penyakit apapun dan terakhir Vera masih bertemu dan ngobrol dengan ayahnya seminggu yang lalu.Rendra yang mendengar teriakan Vera lalu berlari bersama Bisma.


"Bunda?bunda kenapa nangis?"Tanya Bisma menghampiri ibunya.


"Hiks hiks Bisma,"Hanya kata itu yang terucap.


"Ver,ada apa kenapa kamu nangis seperti ini?"Tanya Rendra.


"Ayah Ren,ayahku meninggal,"Ucap Vera lalu jatuh pingsan.

__ADS_1


Rendra panik dia menepuk nepuk pipi Vera tetapi tidak kunjung sadar Bisma menangis,bertepatan saat itu Wisnu datang dan langsung menuju kamar mendengar tangisan Bisma.


"Vera,apa yang terjadi Ren?"Tanya Wisnu panik.


"Tadi aku mendengar teriakan Vera,aku sama Bisma langsung kesini gak lama dia pingsan setelah terima tlf Wis,"Jelas Rendra.


"Ayahnya meninggal Ren,tolong kamu gendong Bisma aku akan angkat Vera,"Ucap Wisnu lalu mengangkat Vera dan menidurkanya diranjang.


Lima menit kemudian Vera sadar dan langsung memeluk Wisnu dan menangis sejadi jadinya,Wisnu menenangkan Vera dia memberi kekuatan Vera setelah sedikit tenang Wisnu lalu mengajak Vera kerumah ibunya.Butuh setengah jam untuk sampai disana,Bisma masih digendongan Rendra,Jodi juga bersama mereka menuju rumah Vera.Vera berlari menghampiri tubuh ayahnya yang terbujur kaku tertutup kaen


"Ayaaaaahhh,bangun yah,ayo bangun ini Vera udah datang,kenapa ayah tidur ayo bangun yah,Vera sayang ayah lihat Bisma yah dia mengajak ayah mancing ayo yah bangun,"Teriak Vera sambil membuka penutup kain jenazah ayahnya.


"Sayang,sudah ya ikhlaskan ayah Tuhan lebih sayang ayah,"Ucap Wisnu.


"Enggak mas,ayah hanya tidur iya kan bu ayah tidur kan bu,ayo bu suruh ayah bangun bu,jangan diam saja ayo bu,"Ucap Vera sambil memegang tangan ibunya yang juga menangis.


Ibu Vera memeluk Vera,dia sedikit lebih tegar daripada Vera,Vera jatuh pingsan lagi dan ibu Karina meminta Wisnu menidurkanya di kamar Vera,Ibunya mengikutinya dengan didampingi kerabat Vera.


"Sayang,sadar nak ikhlaskan ayah sayang,jangan seperti ini apa kamu enggak sayang ibu nak,"Ucap bu Karina dengan sesenggukan Wisnu mengoleskan minyak putih dihidung Vera.


"Ayah,jangan tinggalkan Vera hik hik,"Dalam keadaan pingsan Vera massih menyebut nama ayahnya.


Vera sadar langsung memeluk ibunya setelah keadaan tenang Vera dan ibunya menuju ruang tamu karena sebentar lagi ayah Vera akan dimakamkan.


"Ayah,kenapa secepat ini ninggalin kita,aku masih butuh ayah,"Ucap Vera dalam tangis.


"Ikhlaskan ayah nak,"Ucap Bu Karina lalu memeluk anaknya.


Mereka tak menyangka Pak Candra akan pergi secepat ini,pak Candra meninggal ditempat kerja,dari rekan kerjanya menceritakan jika pak Candra hanya mengeluh capek dan ingin istirahat,saat tengah menuju tempat istirahat pak Candra pingsan rekan kerjanya lalu menolong tetapi ternyata pak Candra sudah tidak ada.


Bisma masih saja memanggil nama kakeknya Jodi bergantian menggendong Bisma dan menenangkan,Wisnu masih setia menemani Vera juga ibu mertuanya,rencanya sore hari pak Candra akan dimakamkan.


"Hiks Hiks,ayah maafkan Vera yang belum bisa membahagiakan ayah dan menjadi anak yang baek yah,Vera sayang ayah,yang tenang disana ya yah,"Ucap Vera dalam tangis.


Sepanjang pemakaman Vera terus menangis,dia merasa sangat kehilangan karena selama ini Vera sangat dekat dengan ayahnya,bisa dibilang masih manja walau sudah punya suami dan anak,kepergian ayahnya membuat Vera sangat sangat kehilangan sepaaruh jiwanya terasa ikut pergi.

__ADS_1


__ADS_2