
Lagi lagi Vera terpuruk oleh kelakuan suaminya dia hancur melihat suaminya bersama wanita laen walau pada kenyataanya dia sendiri berselingkuh tetapi semua dia lakukan karena Wisnu yang memulai duluan.
"Bu apa aku tidak pantas bahagia,"Vera menangis dipelukan ibunya.
"Sayang kamu jangan bicara seperti itu,setiap orang itu punya kebahagiaan sendiri sendiri hanya jalanya yang berbeeda nak,"Jawab ibunya.
"Vera capek bu hidup seperti ini,rasanya Vera enggak sanggup lagi,"Tangis Vera semakin menjadi.
"Sayang jangan bicara seperti itu,kamu masih punya Bisma yang sangat butuh kamu jika kamu menyerah bagaimana dengan Bisma,apa kamu mau Bisma dirawat Wisnu dan wanita itu,"Tanya Bu Karina.
"Enggak bu,hanya Bisma sekarang yang aku miliki,"Vera bangkit dan menuju kamar anaknya,dia merasa bersalah akhir akhir ini tidak terlalu memperhatikan anaknya.
Vera menciumi anaknya yang tengah tertidur pulas,dia merasa bersalah sudah mengabaikan anaknya hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.
"Bisma,maafkan bunda nak bunda sudah acuh sama kamu,bunda sangat sayang sama kamu nak,hanya kamu yang bunda miliki sekarang nak,"Vera berbicara sambil mengelus kepala anaknya aer matanya kembali menetes.
Bisma yang merasa ada yang mengelus kepalanya lalu membuka matanya dan melihat bundanya menangis.
"Bunda,bunda kenapa menangis,"Tanyaa bocah polos itu.
"Eh sayang,kamu kebangun ya?maafkan bunda ya nak sudah ganggu tidur Bisma,"Jawab Vera dan buru buru menghapus aer matanya.
"Enggak kok bunda,bunda kok enggak jawab pertanyaan aku,"Bisma berpindah tidur dipangkuan ibunya.
"Bunda enggak apa apa sayang,bunda hanya rindu sama Bisma,maafin bunda ya beberapa hari ini selalu mengabaikan kamu,"Ucap Vera.
"Bunda enggak mengabaikan Bisma ko,kan bunda lagi sakit bunda udah sehat ya sekarang,"Tanya Bisma.
__ADS_1
"Iya sayang,bunda sudah sehat sekarang bisa maen lagi sama Bisma,"Vera mencium anaknya.
"Benarkah bun,horeeee besak bisa maen ke taman ya bun,Bisma mau beli kembang gula boleh,"Jawab Bisma senang.
"Boleh dong sayang,iya besak ketaman bareng ya,"Vera memeluk anaknya dan mereka kembaali tidur karena hari memang sudah malam.
Sesuai janji Vera kepada Bisma,Vera mengajak Bisma pergi jalan jalan ke taman,Vera juga ingin menghilangkan kesedihanya dengan mengajak anak anaknya bermain.Mereka asik bermain bola ditaman Vera sangat senang melihat Bisma bisa tertawa dan senang hanya dengan hal kecil seperti ini,mereka menikmati kembang gula bersama juga.Saat tengah asik bercanda gurau tiba tiba ada seseorang menghampiri Vera dan Bisma.
"Hae Bisma,om boleh ikut gabung,"Satria tiba tiba menghampiri Bisma.
"Eh om Satria,ya tentu boleh dong om tetapi aku masih makan ini om,aku habiskan dulu ya,"Jawab Bisma sambil menunjukkan kembang gula yang dia makan.
"Iya sayang,om ngobrol sama bunda kamu dulu ya,"Ijin Satria dan diangguki oleh Bisma.
"Ver,bagaimana keadaan kamu,"Tanya Satria lalu duduk disamping Vera.
"Baik mas,kamu ngapain disini apa sedang jalan jalan bersama istri kamu,"Tanya Vera cuek.
"Oh,senang ya sebentar lagi kamu punya anak,"Tanya Vera menahan sesak di dadanya.
"Biasa saja Ver,dia bukan anak aku,"Jawab Satria.
"Bukan anak kamu gimana,jelas jelas Bonita istri kamu masak anak orang laen seh,"Vera berdiri akan menyusul Bisma tapi ditahan oleh Satria.
"Tunggu,jangan pergi tolong duduklah aku ingin bicara sama kamu Ver,"Satria memohon dan Vera luluh dia kembali duduk.
"Mau bicara apa,"Vera melepaskan tangan Satria.
__ADS_1
"Anak yang dikandung Bonita memang bukan anak aku Ver,itu anak orang laen aku sudah pernah bilang kan sama kamu jika aku tidak pernah sekalipun menyentuh dia,"Jawab Satria dan belum selesai cerita Vera memotongnya.
"Haha gak sentuh kok bisa hamil,"Vera tertawa.
"Dengarkan aku dulu Ver,aku akan bicara aku memang menikah dengan Bonita tapi semua itu atas kemauan ayah aku,kamu tahu kenapa aku bekerja dipasar saat itu?karena aku kabur dari rumah karena ayah akan menjodohkan aku dengan Bonita,Bonita hamil diluar nikah pacarnya tidak mau mengakuinya,saat itu perusahaan ayahku diambang kebangkrutan tidak ada satu perusahaan pun yang mau membantu ayah,hingga pada suatu hari ada salah satu perusahaan yang mau membantu ayah asal aku mau menikah dengan anaknya yang sedaang hamil,"Satria mengehentikan ceritanya dia menerawang mengingat kisah hidupnya.
"Lalu kenapa kamu mau menikah dan mengakui kalau dia bukan anak kamu,"Vera berkaca kaca.
"Aku mau melakukan semua itu demi ayah dan ibuku Ver,Ayah terkena serangan jantung saat itu dan aku mau enggak mau harus menuruti perjodohan itu karena banyak karyawan yang belum digaji sama ayah,aku menikahi Bonita hanya demi anak yang dia kandung agar memiliki ayah dan perusahaan ayahku kembali bangkit,maafkan aku Ver kalau saja waktu itu kamu single aku sudah membawamu kepada ayah dan ibu agar aku tidak menikah dengan dia,"Satria menatap Vera.
"Ternyata kisah kamu lebih menyakitkan daripada aku mas,"Vera menangis dipelukan Satria.
"Hei kok kamu menangis,"Satria memegang dagu Vera.
"A aku akan mengajukan gugatan cerai mas,ternyata mas Wisnu tidak berubah dia kembali berhubungan dengan Nindi,dan mereka ternyata sudah merencanakan semuanya agar mas Wisnu kembali mendapatkan aset aset rumah dia,"Vera lalu menceritakan kisahnya kepada Satria.
Satria marah dengan kejadian yang sebenarnya dia juga ingin sekali memukuli Wisnu karena gara gara dia juga Vera kehilangan calon anaknya.
"Tahan emosi kamu mas,semua sudah terjadi dan ayah kemaren ssudah mengusir dan menghajar mas Wisnu hingga babak belur,"Vera tahu jika Satria sedang marah.
"Gara gara dia aku kehilangan calon anakku,"Jaaan Satria.
"Sebentar lagi kan kamu juga mendapat anak mas,walau bukan darah daging kamu aku harap kamu menyayanginya mas,karena bayi itu tidak tahu apa apa,dan tidak berdosa,"Jawab Vera.
"Ya tentu aku akan menyayangi bayi itu,tetapi tidak dengan ibunya,karena hati dan cintaku sudah untuk kamu Ver,jangan tinggalkan aku Ver,aku akan menceraikan Bonita jika anaknya sudah lahir aku akan merawat anak itu bersama kamu kelak,"Satria memeluk Vera.
Pelukan ternyaman yang Vera rasakan hanya pada Satria,dia tidak menjawab lagi apa yang dikatakan Satria barusan dia larut dalam tangis.Saat mereka tengah asik berpelukan Bisma datang menganggetkan mereka dan keduanya menjadi salah tingkah karena Bisma,Satria lalu mengajak Bisma bermain Vera melihat anaknya bisa tertawa riang seperti saat ini saja sudah sangat bahagia.
__ADS_1
"Rasanya bahagia melihat kalian sedekat itu,sudah seperti ayah dan anak saja,"Batin Vera tersenyum.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan angka 12 siang,Vera lalu mengajak Bisma pulang tadinya mereka akan naek taksi kembali tetapi Satria memaksa akan mengantarkanya,dan akhirnya Vera mengalah dan pulang diantar Satria.