Dewa Sang Patriot

Dewa Sang Patriot
Undangan dari Walikota


__ADS_3

Setelah menunaikan ibadah pagi, Yuma dan anak didiknya mulai melakukan pelatihan. Porsi latihan fisik dan beban yang dibawa pun bertambah. Mereka harus memasang beban lebih berat pada tubuh mereka. Rute lari yang dilalui juga semakin extrim, bahkan mereka harus mendaki tebing dan menuruni lembah sambil membawa beban di tubuh mereka. Tak jarang mereka terpeleset hingga jatuh terjungkal karena jalan yang licin dan curam. Meski demikian, tidak ada satupun keluhan keluar dari mulut para peserta didik, mereka bahkan bersemangat untuk menyelesaikan pelatihan itu.


"Apakah kalian masih mampu..?!" teriak Yuma.


"Masih kapten.." jawab mereka serempak.


"Baik, besok kita akan ulangi lagi. Pelatihan hari ini selesai, kalian silahkan beristirahat untuk mengisi tenaga.." ucap Yuma.


"Baik kapten.." jawab mereka.


Selama tiga hari pelatihan diberikan dengan beban dan tingkat kesulitan yang terus meningkat di setiap harinya. Mekipun harus melampaui batas kemampuan mereka, tapi mereka bisa menyelesaikan pelatihan yang diberikan dan membuat Yuma tersenyum puas.


"Meskipun tidak sesuai dengan ekspektasiku, tapi mereka bisa melawati pelatihan yang aku berikan dengan lancar. Mungkin ini adalah batas maksimal dari mereka. Aku harus segera melaporkan hasilnya kepada kapten Dewa, kemudian menyiapkan mereka untuk tugas perdana, mengamankan peresmian gedung pelatihan dan kantor pusat PT. Perkutut Emas bulan depan.." gumam Yuma dalam hati.


*****


Acara peresmian gedung pelatihan yang juga kantor pusat PT. Perkutut Emas pun dilaksanakan. Bukan hanya sekedar peresmian tempat pelatihan, acara itu juga dimanfaatkan Roni untuk memperkenalkan PT. Perkutut Emas sekaligus menawarkan kerja sama kepada para undangan yang hadir.


"Sepertinya kamu memiliki tim yang handal. Keahlian negoisasi temanmu itu sungguh luar biasa, keputusanmu menjadikan dia pemimpin perusahaan sangat tepat. Tapi apakah kamu yakin dia bisa dipercaya..?" tanya pak Wira kepada menantunya itu.


"Meskipun aku belum lama mengenalnya, kesetiannya kepadaku tidak kalah dengan anggota regu III. Aku menilai dia sangat loyal dan berdedikasi pa.." jawab Dewa penuh keyakinan.


"Tapi apa alasanmu tiba-tiba mengangkat dia menjadi direktur utama..? Jujur papa sama sekali tidak bisa menebak jalan pikiranmu.." tanya pak Wira heran.


"Papa tau bahwa aku ingin mengungkap kebenaran dari kejadian yang menimpa reguku. Mereka yang menjebakku harus menerima ganjarannya, atau kami tidak akan oernah tenang. Disisi lain, aku juga ingin perusahaan ini tumbuh dan berkembang sehingga bisa menjadi penghidupan bagi mereka, jadi kalau aku yang menjadi pimpinan perusahaan, itu akan mempengaruhi perkembangan perusahaan. Itulah alasannya aku menyerahkan posisiku kepada Roni.." jawab Dewa.


"Papa paham maksudmu, papa percaya pada keputusanmu. Tapi pesan papa, apapun yang kamu lakukan, papa mohon lindungi Naia, papa tidak ingin terjadi apa-apa dengannya.." ucap pak Wira sambil menepuk pundak Dewa.

__ADS_1


"Papa tenang saja, tidak akan kubiarkan siapapun menyakiti Naia. Nyawaku sebagai taruhannya.." jawab Dewa disambut senyum pak Wira.


Di saat mereka berdua asik mengobrol, Nuraini datang menghampiri Dewa bersama dengan seorang perempuan berperawakan tinggi, "Kak ini kenalin, teman yang aku rekomendasikan buat gantiin aku. Sebenarnya dia senior aku kak, namanya mbak Dian.." ucap Nuraini.


"Oh.. Hallo, Dewa.." ucap Dewa sambil mengulurkan tangannya.


"Iya mas, aku Dian.." jawabnya sambil menjabat tangan Dewa.


"Ada yang aneh dengan gadis ini, aku sama sekali tidak bisa menembus pikirannya, ada sesuatu yang menutupinya.." gumam Dewa dalam hati.


"Suamimu mana Nur..?" tanya pak Wira.


"Itu om, lagi ngobrol sama seniornya di meja ujung sana.." jawab Nuraini sambil menunjuk posisi Niko.


"Setelah acara ini bagaimana rencanamu Nur..?" tanya Dewa.


"Oh begitu, kamu jaga diri baik-baik dan jangan kecewakan pak Wira.. Oiya untuk Dian, minggu depan kamu bisa temui pak Roni untuk proses selanjutnya, sekalian kamu bisa cari tempat kos yang dekat dengan kantor.." ucap Dewa, kemudian bersama pak Wira pergi menyapa tamu undangan lainnya.


Nuraini dan Dianpun pergi ke tempat perjamuan untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan.


Sementara itu, di salah satu meja perjamuan, Roni terlihat sangat menguasai keadaan. Selama perjamuan, dia tidak canggung menjalin komunikasi dengan beberapa direktur perusahaan lain sekaligus menawarkan kerjasama untuk menyediakan tenaga keamanan untuk perusahaan mereka.


"Jadi personel keamanan yang kami latih, selain mereka profesional, kemampuan mereka tidak perlu diragukan lagi. Bahkan saya berani menjamin bahwa satu orang kami sebanding dengan dua orang petugas keamanan lainnya.." ucap Roni menjelaskan.


"Pak Roni, tadi anda bilang bahwa kami bisa mengirimkan orang-orang kami untuk dilatih. Apakah hasilnya juga akan sama dengan orang-orangnya pak Roni..?" tanya pimpinan Bank of Asia.


"Yang jelas kami sangat selektif dalam memilih orang. Kami hanya memilih orang yang memiliki potensi dan kemauan kuat. Selama orang yang bapak kirimkan sesuai dengan standar yang kami terapkan, maka sangat mungkin hasilnya akan sama atau bahkan bisa lebih, tergantung paket kerjasama kita.." kemudian Roni menjelaskan secara singkat tentang paket kerjasama yang ditawarkan.

__ADS_1


"Oh, jadi seperti itu ya... Tapi memang kita akui bahwa sebagai seorang security, fisik mereka diatas rata-rata. Mereka lebih mirip seorang tentara dari pada security.." ucap salah seorang pimpanan perusahaan konstruksi.


"Ya itu karena kami melatih mereka dengan standar militer, sehingga selain menjaga keamanan, mereka juga memiliki kemampuan untuk menjadi pengawal pribadi juga.." jawab Roni.


Roni menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh para pimpinan perusahaan itu. Tak lupa Roni juga memberikan kartu namanya kepada mereka, demikian juga sebaliknya, untuk saling berkomunikasi kedepannya.


Acara berlangsung dengan meriah, di penghujung acara perjamuan, beberapa pimpinan perusahaan menyatakan sangat tertarik untuk bekerja sama dengan PT. Perkutut Emas untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengamanan bagi perusahaan mereka.


*****


Selesai acara peresmian, di ruangan Dewa, Roni dan Yuma sedang melakukan diskusi.


"Beberapa perusahaan di kota AG bersedia bekerja sama dengan kita. Rencananya mereka akan menyewa beberapa orang kita, sementara mereka juga mengirimkan beberapa orang untuk kita latih.. Pak Walikota pun juga demikian, bahkan rencananya seluruh petugas keamanan di dinas-dinas pemerintahan diserahkan kepada kita. Lusa beliau mengundang kita untuk melakukan presentasi di kantornya.." Roni memberikan laporannya.


"Tidak disangka ternyata kamu hebat juga Ron, kita langsung mendapat respon positif dari mereka. Kalau begitu kalian atur saja semuanya, untuk skema kerja sama, aku sudah tuangkan di buku panduan. Besok kamu ajak saja Yuma dan Kosim untuk melakukan presentasi di kantor pak Walikota.." jawab Dewa.


"Tapi bos, kita masih butuh banyak orang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Lalu apa yang harus kami lakukan..?" tanya Yuma.


"Tenang saja, Dunhill sudah mengirimkan orang-orang untuk kita didik menjadi tenaga keamanan. Selanjutnya kalian buka saja lowongan tenaga keamanan, sesuaikan saja dengan kebutuhan.. Jangan lupa siapkan juga enam orang untuk tiap-tiap koperasi mitra tani kita.. Dan setiap melatih orang, tetap bagi mereka menjadi tiga kelompok seperti sebelumnya.." ucap Dewa.


"Siap bos.."


"Ingat..., mereka yang tidak memenuhi standar, berikan mereka uang kompensasi selama mengikuti pelatihan tingkat dasar dan kemudian mereka tidak perlu dilanjutkan lagi.. Oiya Ron, minggu depan orang yang direkomendasikan oleh adikku akan datang menemuimu. Tolong kamu interview dia, dan entah mengapa aku merasa ada yang aneh dengan dia, jadi kamu harus benar-benar waspada.." ucap Dewa.


"Baik bos, sesuai perintah.." jawab mereka serempak.


Merekapun melanjutkan obrolan dengan santai hingga tiba-tiba Tiara menerobos masuk ruangan lalu membisikkan sesuatu kepada Dewa.

__ADS_1


"Bang.... Bang... Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan.." ucap Tiara sambil mendekatkan kepalanya ke telinga Dewa.


__ADS_2