
Keesokan paginya, Luki dengan terburu-buru menemui Bagio di warung makan yang berada di area pasar Leremgwilis.
"Dimana orang itu..? Kamu melihatnya dimana..?" tanya Luki.
"Dia ada di bagian belakang warung bang, bersama dengan dua orang temannya, salah satunya penjual siomay. Itu gerobak siomaynya.." ucap Bagio sambil menunjuk gerobak yang berada di depan warung.
Luki memejamkan matanya, menggerakkan kekuatan spiritualnya untuk memeriksa siapa yang bersama dengan orang yang dicarinya. Meskipun tidak sebanding dengan Dewa, tapi kekuatan Luki sudak cukup untuk memastikan kondisi di sekitarnya, "Ternyata ketiganya adalah mantan anggota regu III Ganendra. Di dalam tubuh mereka juga tidak dipasang alat penyadap.." ucap Luki dalam hati.
Luki melangkah masuk ke dalam warung, sementata itu di belakang warung tiga orang sedang mengobrol. Mereka adalah Ardi, Arman dan Suko, ketiganya adalah mantan anak buah Dewa di regu III Ganendra, "Mengapa kita harus melakukan semua ini..? Harusnya hal seperti ini tidak harus dilakukan oleh pasukan elit seperti kita.." ucap Ardi
"Sudahlah jangan mengeluh saja. Kita bukan lagi anggota pasukan Ganendra, kita sekarang adalah prajurit biasa. Kita hanya menjalankan perintah yang diberikan oleh komandan saja..." jawab Suko
"Ya kamu benar, kita hanya menjalankan perintah dari komandan saja. Aku menyesal mengapa dulu aku tidak mengikuti kapten saja. Entahlah bagaimana sekarang nasib kapten, seandainya aku masih diberi kesempatan bertemu kapten, maka aku akan mengikutinya.." sambung Ardi.
Dengan membawa satu gelas coklat panas, Luki berjalan ke belakang warung untuk bertemu mereka bertiga, "Sejak kapan pasukan Ganendra mengeluh..? Apakah setelah Ganendra dibubarkan, kalian dididik untuk mengeluh..? Kalau saja kapten tau hal ini, mungkin dia sudah menghukum kalian di ruangan gelap untuk merenung.." ucap Luki dengan nada sinis.
Suko sangat emosi mendengar ucapan Luki, diapun berdiri sambil mengumpat Luki, "Jaga ucapanmu, emangnya siapa kamu, berani-beraninya mengomentari kami..?"
"Oh.. Jadi inikah hasil didikan kalian sekarang..? Kalian berani membentak senior sekarang..?!" bentak Luki.
"A-anda.., bang Lukman..? Bener bang Lukman, bagaimana kabarnya bang..? Kenapa abang bisa berada disini, bukankah waktu itu kalian......." ucap Arman kemudian mendatangi Luki dan memeluknya.
Suko dan Ardi memperhatikan Luki beberapa saat, kemudian memberi penghormatan kepada Luki sebelum memeluk Luki dan meminta maaf kepadanya.
"Maaf bang, kami tidak mengenali abang.. Tapi mengapa bang Lukman ada disini..? Lalu dimana kapten dan yang lainnya..? Apakah mereka......" Ardi tidak melanjutkan ucapannya saat Luki menyuruhnya diam.
"Ssssssttt.. Sudah jangan banyak tanya, seharusnya aku yang bertanya kepada kalian.. Bagaimana kabar kalian..? Dan apa yang kalian lakukan disini..?" tanya Luki.
"Eee.., Jadi sebenarnya kami mendapat tugas untuk mencari seorang wanita. Beberapa hari yang lalu aku sempat melihat dan mengambil foto dirinya saat wanita itu turun dari mobil tepat di depan tempat pelatihan, tapi setelah itu aku kehilangan jejaknya. Ini foto wanita itu.." jawab Suko sambil menunjukkan foto di hp nya
Luki melihat foto yang ada di hp Suko, "Ternyata benar, nyonya bos sedang diincar oleh mereka. Sebaiknya aku mencari informasi dulu dari mereka.." gumam Luki dalam hati.
"Apa bang Lukman mengenalnya..? Bang Lukman tau dimana dia tinggal..?" tanya Suko.
__ADS_1
"Hhhmmmm.. Sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi ngomong-ngomong mengapa kalian diperintahkan mencarinya..? Dan apa yang akan kalian lakukan setelah mengetahui tempat tinggalnya..? Apakah kalian akan menangkap wanita itu..?" tanya Luki.
"Tugas kami adalah menemukan dimana tempat tinggalnya dan memastikan dia tidak meninggalkan desa ini. Ini adalah perintah dari Baros, dia sendiri yang katanya akan mengurus wanita itu. Aku sendiri tidak tau mengapa Baros mengincar dia.." jawab Arman.
Kemudian Ardi menceritakan tentang tugas yang mereka terima dari Baros, "Apa abang tau dimana dia tinggal..?" ucap Ardi mengakhiri ceritanya.
Luki terdiam beberapa saat sebelum menjawab, "Aku tidak tau dimana dia tinggal. Tapi aku akan membantu kalian, kirimkan foto itu, aku akan tanyakan kepada kawan-kawanku. Aku yakin salah satu dari mereka pasti tau dimana wanita itu tinggal.." ucap Luki.
Setelah memberikan nomer kontaknya, tak lama kemudian Mamat mengirimkan foto Naia kepada Luki, kemudian Luki mengirimkan foto Naia kepada Dewa.
[Luki] [Ternyata mereka sempat mengetahui keadaan nyonya bos. Bagaimana selanjutnya bos..?]
[Dewa] [Sesuai rencana, bawa mereka ke kantorku..]
"Ar, apa benar yang kamu ucapkan tadi..? Kamu akan mengikuti kapten kalau ada kesempatan..?" tanya Luki menyelidik.
"Itu sudah pasti aku lakukan bang.. Aku benar-benar sudah muak, Baros sering memberikan perintah yang bertentangan dengan hati nuraniku.. Bahkan aku pernah mengajukan pengunduran diri setelah Ganendra dibubarkan, tapi atasan menolaknya.." jawab Ardi.
"Apakah abang mengetahui dimana keberadaan kapten..? Dan mengapa abang bisa berada di desa ini..?" tanya Suko.
"Benarkah..? Aku berharap bisa bertemu kapten..." sahut Ardi.
*****
"Kalian tunggu disini, aku siapkan dulu semuanya buat kalian.." ucap Luki.
Luki segera menuju ruangan Dewa sesaat setelah sampai di sasana Lerengwilis, sedangkan Suko, Ardi dan Arman menunggu tidak jauh dari ruangan Dewa.
"Mereka sudah ada disini bos, apa langsung disuruh masuk saja..?" tanya Luki.
"Ya, suruh mereka masuk.." jawab Dewa.
Luki kemudian memanggil Suko, Ardi dan Arman dari depan pintu ruangan Dewa, "Kalian, masuklah kemari.."
__ADS_1
"Baik bang.." jawab mereka serempak.
Mereka sangat terkejut hingga hanya berdiri mematung melihat Dewa yang duduk di kursinya. Dewa tersenyum kemudian menyapa mereka, "Ada apa..? Apakah kalian bisulan sehingga tidak duduk..?"
"K-kapten..? Benarkah anda kapten Dewa..?" gumam Arman.
"S-suara ini, tidak salah lagi.. Anda pasti kapten Dewa.. Ternyata Tuhan mendengarkan do'aku. Aku bisa bertemu lagi dengan anda.." ucap Ardi.
"Sudah-sudah, kalian ini prajurit. Mengapa sekarang kalian begitu cengeng..? Duduklah jangan berdiri saja, kalian mau minum apa..?" tanya Dewa.
"Apa saja kapten, air putih juga boleh.. Tapi bagaimana anda bisa berada disini..?" jawab Suko
"Memangnya kenapa kalau aku disini..? Apakah ada sesuatu yang salah..? Oiya, aku bukan kapten kalian lagi, dan aku bukan lagi bagian dari militer. Jadi hentikan memanggilku kapten.." tanya Dewa.
"Kalian boleh memanggilnya bos, sama seperti kami memanggilnya.. Bukankah begitu bos..?" sahut Luki.
"B-bukan begitu kapten, eh bos. Sempat beredar berita bahwa militer berhasil menangkap anda dan raja Yama.." Suko, Ardi dan Arman bergantian menceritakan kejadian yang mereka alami setelah pasukan Ganendra dibubarkan.
Dewa berulang kali menganggukkan kepalanya mendengar cerita mereka, "Jadi seperti itu ceritanya, lagi-lagi ini semua adalah skenario Baros. Lalu apa yang kalian lakukan disini..? Aku mendengar bahwa kalian sedang mencari seorang wanita, siapa dia dan mengapa kalian mencarinya..?" tanya Dewa memastikan.
"Kami hanya menjalankan perintah dari Baros. Adapun tujuannya, kami juga tidak tau. Kami juga tidak tau identitas dari wanita itu. Baros hanya memberi kami sketsa wajah dan ciri-ciri dari wanita itu, dan mengatakan bahwa dia berada di desa Lerengwilis.." ucap Arman.
"Tugas kami hanya mencari keberadaan wanita itu, jika sudah ketemu, Baros sendiri yang akan turun tangan. Setelah satu minggu kebih kami mencari, akhirnya kami bisa menemukan wanita itu dan mengambil gambarnya.." sambung Suko.
"Berapa orang yang ditugaskan Baros dan siapa yang memimpin operasi ini..? Lalu apa kalian sudah mengirimkan foto wanita itu kepada Baros..?" tanya Dewa serius.
"Kapten Benny yang memimpin operasi ini. Bos pasti tau, dia mantan ketua regu I, sekarang dia menjadi salah satu orang kepercayaan Baros. Total ada 30 orang termasuk Benny yang menjalankan operasi ini.." jawab Arman.
"Aku belum melaporkannya kepada Benny karena aku belum mendapat informasi lengkap tentang wanita itu. Tapi sebenarnya aku juga tidak ingin melaporkannya, entahlah melihat dia adalah wanita yang sedang hamil, aku merasa kasihan kepadanya, kepada keluarganya.." sambung Suko.
"Aku yakin tujuan Baros pasti tidak baik terhadap wanita itu. Bukan rahasia umum, Baros suka sekali dengan wanita muda. Tapi semua wanita muda yang berhubungan dengan Baros, tidak diketahui lagi kabarnya, mereka seperti menghilang begitu saja.." sahut Ardi.
"Kapten.., eh bos.. Aku punya permintaan, aku harap bos bisa mengabulkannya. Biarkan aku mengikuti bos, aku sudah muak berada di lingkungan Baros.." ucap Suko.
__ADS_1
"Kami berdua juga bos, mohon bos jangan menolak permintaan kami.." sambung Arman dan Ardi hampir bersamaan.