
*****
Sementara itu Baros telah menyelesaikan proses transfer kekuatan dari Bathari Uma sang Ratu Kegelapan. Asap hitam pekat keluar dari tubuh Baros, sedangkan Ratu Kegelapan yang kekuatannya terkuras kembali ke wujud aslinya yang serupa dengan patung dimana dia bersemanyam, berwajah menyeramkan dengan taring yang keluar dari mulutnya.
"Aku sudah memberimu kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya. Sekarang tidak ada lagi manusia di bumi ini yang bisa mengalahkan kesaktianmu, kecuali dia menguasai aji Caraka Balik dan Mantra Kalacakra yang sempurna sembilan putaran.."
"Lalu bagaimana jika aku bertemu dengan orang yang seperti ratu katakan tadi..? Apakah tidak ada cara untuk menghadapinya..? Haruskah aku menghindarinya..?" tanya Baros dalam hatinya.
"Pangeran tidak perlu panik, satu-satunya orang yang menguasai keduanya sudah menjadi legenda di tanah jawa ini, dia adalah Badranaya. Sekarang tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa menguasai keduanya, karena Aji Caraka Balik dan Mantra Kalacakra yang tertulis di kitab Kalimasada sudah aku hancurkan.."
"Baiklah sang Ratu, aku mengucapkan terimakasih atas anugrah yang sang ratu berikan kepadaku.." ucap Baros.
"Perintah sang Raja, pangeran harus segera menemukan tubuh dewi Kilisuci dan dewi Candrakirana. Kamu harus bisa menyetubuhi mereka agar aku bisa segera bangkit kembali dan melepaskan sang Raja dari rantai yang membelenggunya.. Dalam beberapa hari kedepan, sang Raja akan memerintahkan panglimanya untuk membantu pangeran.."
"Baik sang ratu Bathari.." jawab Baros
Sosok bathari Uma berubah menjadi asap hitam lagi dan masuk ke dalam patung pemujaan, kemudian Baros memakai pakaiannya dan keluar dari kamar pemujaan dengan senyum mengembang di wajahnya, "Tidak lama lagi semua akan ada dalam genggamanku. Tunggu saja sebentar lagi, aku akan menyingkirkan presiden boneka itu dan menjadi penguasa negeri ini.. Hahahahhaa.." ucap Baros.
*****
Luki segera memasuki gerbong kereta setelah pemeriksaan tiket oleh petugas stasiun. Tujuannya adalah mencari Tiara di kota D sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Dewa. Suasana di dalam gerbong kereta api yang cenderung sepi membuat Luki bisa menikmati perjalanannya, "Ahhhh.. Bagaimana kabar si tomboy itu ya..? Apakah dia masih mengingatku..?" gumam Luki dalam hati.
Luki kembali mengingat saat mereka harus terpisah dengan anggota regu tiga lainnya dalam misi pemberantasan kelompok bersenjata di pulau Cendrawasih. Luki bersama Tiara, harus masuk ke dalam markas musuh untuk menyelamatkan beberapa anggota kepolisian yang tertangkap disaat Dewa dan yang lainnya memancing musuh keluar markas mereka.
"Kalau saja bukan karena Tiara, mungkin aku sudah mati waktu itu.. Beruntung Tiara selalu mengawasiku, bahkan dia tidak perduli bahaya yang mengancamnya. Beruntung kapten datang tepat waktu dan menyelamatkan Tiara.." ucap Luki dalam hati.
Tiara adalah seorang penembak jitu. Saat itu Tiara berhasil menembak salah seorang kelompok bersenjata yang akan menembak Luki. Tapi hal buruk terjadi pada Tiara, seekor ular kobra hitam mematuk kakinya saat dia fokus melindungi Luki. Beruntung teriakan Tiara terdengar melalui saluran komunikasi mereka, sehingga Dewa dengan cepat datang dan memyelamatkan Tiara.
Tak terasa hampir 8 jam perjalanan Luki untuk sampai di stasiun besar kota D. Luki segera turun dari kereta dan menuju depan stasiun. Suasana sore hari itu cukup ramai, "Sudah sampai, sekarang tinggal mencari taksi online untuk menuju alamat ini.." ucap Luki dalam hati sambil memperhatikan alamat di hp nya.
__ADS_1
Tiba-tiba seorang wanita berteriak, "Jambreeeett.. Jambreeett..!! Tolong i-itu jambretnya lari kesana.." ucapnya sambil menunjuk seseorang yang sedang berlari.
Orang-orang pun berlari mengejar jambet itu, demikian juga dengan Luki. Jambret itu berlari dengan cepat sehingga membuat orang-orang tidak mampu mengejarnya. Tapi tidak dengan Luki, sebagai seorang mantan anggota pasukan elit, dia mempunyai fisik diatas orang lain. Disaat sampai di sebuah gang, Luki melompat dan menendang jambret itu hingga terjatuh.
Jduuuuuugg... Bruuuugg
Jambret itu bangkit dan bersiap melawan Luki. Dia mengeluarkan sebilah pisau dari balik jaketnya, "Keparat..!! Mengapa kau menganggu orang cari makan..?!" hardik jambret itu kemudian menyerang Luki dengan belatinya.
Bweeeett.. Bweeett.. Seeeeett..
Luki dengan sigap menghindar dan menangkis serangan jambret itu sambil mengucapkan beberapa kata.
Sreeeett.. Ctaaaaapp.. Seeeett..
"Dasar sampah masyarakat..!! Anak istrimu kau hidupi dengan uang haram..!!" bentak Luki.
Penjambret itu mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak dengan Luki. Kemudian dengan perasaan marah dia membalas omongan Luki, "Cih..!! Aku hanya mengambil harta satu orang saja sudah kau anggap sampah masyarakat, apa matamu buta..? Kau lihat saja disana, mereka para pejabat menggarong milyaran uang rakyat dan kau diam saja..!! Siapa yang lebih sampah, aku atau mereka..?! Jangan sok jadi pahlawan kau..!!" bentak penjambret itu.
Penjambret itu diam, dia melihat Luki dengan tatapan tidak percaya, "K-kamu serius memberikan aku uang..? Kalau begitu aku akan mengambil uang itu dan tas ini aku kembalikan.." ucapnya sambil menyerahkan tas wanita itu kepada Luki. Penjambret itu pun mengambil uang yang diberikan Luki, kemudian dia melarikan diri.
Luki hanya melihat saja penjambret itu pergi meninggalkan dirinya. Luki segera kembali ke stasiun dan menemui wanita pemilik tas itu, "Ini mbak tas nya, alhamdulillah bisa saya rebut. Tapi penjambret itu berhasil kabur.." ucap Luki.
"Alhamdulillah, terimakasih mas. Kalau saja tidak ada mas, mungkin tas saya beserta isinya akan hilang.." ucap wanita itu kemudian dia mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu dan diberikan kepada Luki.
"Maaf mbak, tidak usah. Saya tidak mengharap imbalan apapun, lebih baik uang itu mbak simpan saja untuk kebutuhan mbak.." ucap Luki menolak pemberian wanita itu.
"Loh.. Mungkin yang saya berikan memang tidak seberapa, tapi saya ikhlas mas. Tolong diterima ya mas..? Atau mungkin mas membutuhkan yang lainnya, mas bilang saja langsung. Saya akan berusaha untuk memenuhinya.." ucap wanita itu.
Luki diam sejenak, dia berfikir tentang tawaran wanita itu, "Hhmmm.. Begini saja mbak, saya minta mbak bantu saya untuk menemukan alamat ini saja, Sky Disk Bar and Discotique.." ucap Luki.
__ADS_1
Setelah mengetahui tempat yang dicari Luki, wanita itu bersedia mengantar Luki ke tujuannya. Mereka pun berbincang di mobil sambil berkenalan. Putri nama wanita itu, dia adalah seorang mahasiswa S2 hukum yang sedang mengerjakan penelitian tentang perilaku pejabat korup. Di dalam tas nya terdapat data-data penelitain yang sudah dia lakukan dan tersimpan di dalam sebuah flash disk. Luki mendengarkan cerita putri dengan sesekali menganggukkan kepalanya.
"Emang mas ada urusan apa jam segini ke Sky Disk..?" tanya Putri.
"Aku mencari seorang teman, kebetulan dia seorang DJ disana. Dia bernama DJ Lotus.." jawab Luki.
"Jadi mas temannya DJ Lotus..? Kalau seperti itu mending langsung ke rumahnya saja mas, kebetulan DJ Lotus tinggal di sebuah kontrakan di dekat rumah saya. Bagaimana mas..?" sahut Putri.
"Wah kebetulan sekali, jadi gak perlu aku capek-capek bergadang nunggu dia selesai kerja. Terimakasih mbak.." ucap Luki.
Mereka pun melanjutkan obrolan mereka, banyak hal yang mereka bahas, mulai dari pekerjaan hingga hasil penelitian Putri.
*****
Sementara itu di Lerengwilis, Dewa terlihat sibuk dengan laptopnya untuk menyusun konsep perusahaannya dibantu oleh Naia dan Silvia, "Akhirnya konsep perusahaan ini sudah jadi. Aku akan segera mengirimkan konsep ini kepada papa.." ucap Dewa.
"Aku yakin papa akan setuju dengan konsep yang mas bangun ini. Tapi bagaimana mas bisa mendapatkan ide seperti ini..?" tanya Naia.
"Sebenarnya ini adalah ide dari mbah Sastro, aku hanya mengembangkan saja. Bisa dikatakan bahwa sebenarnya ini adalah hasil pemikiran beliau.." jawab Dewa sambil mengirimkan email kepada pak Wira.
"Wah, ternyata kakek Sastro hebat juga ya mas..?" sahut Silvia.
Sambil menunggu email terkirim, mereka berbincang tentang rencana operasional perusahaan. Dewa menjelaskan peran dari Yuma dan yang lainnya. Obrolan mereka terhenti saat hp Dewa berbunyi tanda ada pesan yang masuk. Roni dan Loreng mengabarkan bahwa mereka sudah berhasil melakukan negoisasi penjualan tanah disamping sasana dan gudang terbengkalai di dekat pasar Lerengwilis, Dewa tersenyum setelah membaca pesan dari Loreng dan Roni, "Alhamdulillah, ternyata gudang dan tanah disamping sasana itu dijual dan pemiliknya mengajukan penawaran harga.." ucapnya.
"Terus selanjutnya bagaimana mas..? Emang dijual berapa tanah dan gudang itu..?" tanya Naia.
"Untuk tanah disamping sasana, mereka membuka harga 500 ribu rupiah per meternya. Ya kalau diitung-itung harga tanah itu totalnya sekitar 250 juta.. Tapi yang sedikit aneh adalah bekas gudang itu, dengan luas 3.000 m², pemilik gudang itu membuka harga 750 juta, apakah bekas gudang itu bermasalah..?" ucap Dewa.
"Coba ditanyakan dulu saja sama bang Loreng, mungkin bang Loreng tau kenapa tanah itu dijual murah. Lalu darimana mas dapat uangnya..?" tanya Naia.
__ADS_1
"Iya, nanti setelah magrib aku akan ke sasana dan menanyakan perihal gudang itu kepada Loreng. Masalah uang, papa yang membantuku.." jawab Dewa.